Bagaimana Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Sebabkan Harga Roti Naik?

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 27 Februari 2022 | 15:08 WIB
Bagaimana Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Sebabkan Harga Roti Naik?
BBC

Suara.com - Bagi jutaan orang yang tinggal ribuan kilometer jauhnya, invasi Rusia ke Ukraina bisa berdampak nyata hingga ke meja makan mereka.

Ukraina, yang selama berabad-abad dikenal sebagai lumbung roti Eropa, merupakan pemasok utama biji-bijian ke negara-negara dari Afrika Utara dan Timur Tengah hingga Asia Tenggara.

Di antara hasil panennya, gandum memegang peranan paling penting sebagai sumber makanan pokok bagi penduduk negara-negara yang bergantung pada impor dari Ukraina.

"Lebanon mengimpor 700.000 ton gandum Ukraina - itu sama dengan 50% dari pasokan mereka," Alex Smith, seorang analis riset pangan dan pertanian dari Breakthrough Institute di Amerika Serikat, mengatakan kepada BBC.

Baca juga:

Di Libya, di mana gandum juga penting sebagai bahan pangan, 43% dari impor mereka berasal dari Ukraina.

Di Tunisia, situasinya serupa. "Ketergantungan mereka pada gandum Ukraina adalah 32%," kata Alex Smith.

"Secara keseluruhan, ada 14 negara yang bergantung pada Ukraina setidaknya 10% dari gandum mereka."

Harga gandum global telah meningkat, dan invasi Rusia telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kapasitas produksi gandum Ukraina akan sangat terhambat, yang menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut.

Menurut perkiraan, sekitar 35% gandum Ukraina dibudidayakan di timur negara itu, di tanah antara Ibu Kota Kyiv (Kiev) dan daerah-daerah separatis di perbatasan Rusia, yang paling rentan terhadap invasi dari Moskow.

Segera setelah berita invasi muncul, harga gandum Eropa mencapai rekor tertinggi.

Organisasi PBB bidang Pangan dan Pertanian (FAO) telah memperingatkan kenaikan biaya sebelum konflik terbaru antara Ukraina dan Rusia muncul, menunjukkan bahwa harga pangan global telah mencapai rekor 10 tahun terakhir pada tahun 2021.

Saat masih terhuyung-huyung dari efek pandemi dan kekeringan parah yang telah mempengaruhi beberapa negara Afrika Utara, dunia Arab siap-siap terkena pukulan paling parah oleh kenaikan harga lebih lanjut karena perang itu.

Roti adalah sumber makanan murah yang paling umum di kawasan ini, di mana pemerintah-pemerintah di sana tidak memiliki sumber keuangan untuk menghadapi kenaikan harga, tidak seperti halnya negara-negara Eropa.

Para ahli di wilayah tersebut sering merujuk pada kemarahan publik atas kenaikan harga pangan sebagai salah satu faktor di balik protes Musim Semi Arab pada tahun 2011.

Juga impor dari Rusia

Selain Ukraina, pemasok utama gandum lainnya ke pasar dunia adalah Rusia, yang telah berubah dari pengimpor 50% makanan menjadi pengekspor bersih dalam 20 tahun terakhir.

Faktanya, Rusia telah menjadi produsen gandum terkemuka di dunia, mengekspor lebih dari 35 juta ton per tahun, mengungguli Ukraina yang menempati urutan kelima sebagai pengekspor gandum.

Saat invasi di Ukraina berlangsung, permintaan gandum Rusia mungkin akan meningkat tajam, memicu kekhawatiran keamanan pangan lebih lanjut.

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang sekitar seperempat dari gandum dunia, menurut laporan Observatory of Economic Complexity (OEC) 2019, sebuah situs data untuk perdagangan internasional.

Bagi Mesir, pengimpor gandum terbesar di dunia, ini adalah kondisi yang mengkhawatirkan.

Pemasok utama gandum Mesir adalah Rusia, yang memasok sekitar 80% menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian AS, diikuti oleh Ukraina.

Surat kabar Al Ahram mengutip juru bicara kabinet Nader Saad memperingatkan krisis Rusia-Ukraina dapat mengganggu pasokan gandum negara itu, sehingga mendesak masyarakat untuk menjatah konsumsi roti.

Jagung juga bisa bermasalah

Sementara gandum memperoleh daya tarik paling besar karena implikasi sosial dan politiknya bagi banyak negara, tanaman pertanian utama Ukraina lainnya juga rentan terhadap kenaikan harga.

Sebuah laporan dari Reuters menempatkan Ukraina sebagai pemasok minyak bunga matahari terkemuka di dunia dan jagung Ukraina menyumbang 16% dari ekspor global.

Sekitar 90% impor jagung China berasal dari Ukraina.

Sementara ekspor gandum Ukraina mendapatkan momentum pada bulan Agustus dan September, pengiriman jagungnya adalah masalah yang lebih mendesak.

Sebelum invasi dimulai, lebih dari setengah volume jagung yang diekspor Ukraina sudah ditetapkan akan dikirim ke luar negeri dalam lima bulan ke depan.

Bagi Alex Smith, dunia harus mencermati dampak perang terhadap pertanian Ukraina dan Rusia.

"Pembicaraan seputar Rusia dan Ukraina sebagian besar berpusat pada minyak dan gas," katanya kepada BBC, "tetapi ada juga ketahanan pangan yang perlu dipikirkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria

Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:53 WIB

Avenged Sevenfold Dikonfirmasi Bakal Guncang JIS Oktober 2026

Avenged Sevenfold Dikonfirmasi Bakal Guncang JIS Oktober 2026

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria

3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:43 WIB

7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan

7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:37 WIB

Gubernur DKI Tunggu Kepastian Pusat soal WFA ASN

Gubernur DKI Tunggu Kepastian Pusat soal WFA ASN

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:35 WIB

Melihat Performa Lini Depan Timnas Indonesia Kontra Bulgaria, Bagus Tapi Belum Maksimal

Melihat Performa Lini Depan Timnas Indonesia Kontra Bulgaria, Bagus Tapi Belum Maksimal

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:30 WIB

John Herdman Ungkap Peran Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas yang Krusial

John Herdman Ungkap Peran Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas yang Krusial

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:28 WIB

Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya

Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:27 WIB

Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:25 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB