Nashwa Pindahkan Anaknya ke Sekolah Islam di Australia, Dia Tak Sendirian

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 01 Maret 2022 | 16:49 WIB
Nashwa Pindahkan Anaknya ke Sekolah Islam di Australia, Dia Tak Sendirian
Ilustrasi sekolah (Pexels/Max Fischer).

Suara.com - Jumlah pendaftaran murid sekolah dasar dan menengah swasta di Australia lebih tinggi dari mereka yang masuk ke sekolah negeri pada tahun 2021.

Menurut laporan tahunan pendidikan yang dibuat oleh Biro Statistik Australia (ABS), jumlah murid sekolah dasar dan menengah negeri turun 0,2 persen.

Sementara sekolah swasta yang memungut bayaran, tetapi murah, seperti sekolah Islam dan Gereja Anglikan, mengalami lonjakan pendaftaran.

Perpindahan dari sekolah negeri ke swasta paling banyak terjadi sekolah dasar dengan 0,8 persen murid yang pindah.

Secara keseluruhan sekolah swasta mengalami peningkatan jumlah murid sebanyak 2,2 persen di seluruh Australia yaitu sekitar 30.101 murid baru.

ABS mengatakan penutupan perbatasan internasional yang dilakukan Australia semasa COVID dan berkurangnya jumlah imigran yang masuk dibandingkan yang keluar pertama kalinya sejak tahun 1946, menjadi salah satu penyebab utama karena mereka yang datang pada umumnya memilih sekolah negeri untuk anak-anak mereka.

Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah, tetapisekolah swasta masih bisa memungut bayaran tambahan dari murid-murid mereka.

Sekolah negeri mendapat bantuan sekitar A$14.776 (sekitar Rp147 juta), dari pendanaan negara bagian dan pemerintah federal.

Sekarang dengan adanya 6.388 murid yang berkurang di sekolah negeri berarti dana sebesar A$94.398.000 (sekitar Rp9,4 triliun) akan berkurang dari sekolah negeri.

Sementara itu sekolah swasta yang mendapat subsidi sekitar A$11.724 (Rp110 juta) per murid, akan mendapat kenaikan alokasi dana sebesar A$352.904.000 (Rp3,5 triliun).

Tambahan murid di sekolah swasta Islam

Tambahan dana ini tentu saja disambut baik oleh sekolah-sekolah swasta sepertiAustralian International Academy, sebuah sekolah Islam yang tumbuh pesat dan sekarang sudah memiliki tiga kampus di kawasan Sydney Barat.

Kepala sekolahnya, Mona Abdel-Fattah, memulai sekolah tersebut 10 tahun lalu dengan murid hanya 19 orang.

Sekarang jumlahnya 611 orang, dengan tambahan murid lagi di setiap tahun ajaran baru.

"

"Tambahannya sekitar 100 murid setiap tahun, dan saat ini ada kelas di mana kami tidak bisa lagi menerima murid baru," katanya.

"

Mona Abdel-Fattah mengatakan daya tarik bagi banyak keluarga di kawasan dekat sekolahnya adalah kesamaan iman dari murid-murid yang bersekolah di sana.

"Daya tarik utama adalah lingkungan yang islami. Identitas kami, semangat dan pelayanan yang dilakukan," katanya.

Dipilih karena nilai-nilai keagamaan

Nashwa Mohammed memindahkan putrinya yang berusia 13 tahun, Lujain, dan adiknya yang berusia 10 tahun, Layan danAlfarouk, dari sekolah negeri ke sekolah Islam pada awal tahun ajaran baru.

Nashwa membuat keputusan tersebut karena putrinya mulai masuk sekolah menengah dan dia mementingkan nilai-nilai keagamaan.

"Saya ingin dia tumbuh bersama orang lain yang berdoa dengancara yang sama,memiliki prioritas dan ide yang sama," katanya.

Nashwamengatakan anak-anaknya tidak mengalami masalah di sekolah negeri namun karena sibuk, dia juga memutuskan dua anak lainnya Layan dan Alfarouk pindah sekalian.

"Saya sebenarnya tidak begitu yakin namun saya kira sebagai orangtua, saya merasa lebih mudah mengantar dan menjemput mereka dari tempat yang sama setiap hari," katanyalagi.

Lujain Mohammed mengatakan jumlah murid yang lebih sedikit dalam kelas di sekolah Islam membuat guru-guru bisa memberi perhatian lebih besar.

"Mereka tahu dan sadar mengenai kesehatan dan kesejahteraan murid-murid," katanya.

Sekolah swasta Islam di Australia sudah mengalami peningkatan jumlah murid yang naik tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir.

Pendaftaran murid menurun di Perth

Sementara itu akibat penutupan perbatasan nasional dan internasional yang lebih lama dibandingkan negara bagian lain di Australia, jumlah murid yang mendaftar di sekolah yang memiliki program intensif pengajaran bahasa Inggris untuk pengungsi dan migran baru di Australia Barat turun drastis.

Di beberapa sekolah, penurunan pendaftaran murid baru tersebut bahkan mencapai30 persen.

Menurut data, pendaftaran untuk semester kedua di Sekolah North Lake Senior Campus turun dari 377 di tahun 2020 menjadi 262 di tahun 2021, sementara jumlah murid di SekolahCyril Jackson Senior Campus turun dari 403 orang menjadi 285 di periode yang sama.

Menurut Steven Nicholas dari ABC, menurunnya jumlah murid sekolah di Australia Baratmerupakan yang terendah sejak tahun 2008.

"Ini bukan angka yang mengejutkan karena jumlah kedatangan dibandingkan yang keluar berkurang sebanyak 88 ribu orang di masa tahun 2020-2021," katanya.

Ini adalah untuk pertama kalinya sejak tahun 1946 jumlah yang pergi lebih banyak dibandingkan yang datang di Australia Barat.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariberitadiABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:13 WIB

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:06 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 08:54 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 08:44 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:39 WIB

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:34 WIB

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:25 WIB

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB