Sebanyak Lebih Dari 14.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa Pasaman Barat

Erick Tanjung

Selasa, 01 Maret 2022 | 22:55 WIB
Sebanyak Lebih Dari 14.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa Pasaman Barat
Situasi titik pengungsian warga terdampak gempa M 6,1 Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, Selasa (1/3/2022). (Antara/HO-BNPB)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan lebih dari 14.000 warga Sumatra Barat masih mengungsi pada hari kelima pascagempa magnitudo 6,1 di wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melaporkan 8.000 warga Pasaman Barat mengungsi di 35 titik yang berada di Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali, sedangkan di Kabupaten Pasaman sebanyak 6.785 warga mengungsi.

"BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat masih melakukan pendataan terkait sebaran titik pengungsian di kedua wilayah tersebut," kata Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Abdul juga menjelaskan terkait dampak korban, tercatat adanya tambahan jumlah warga meninggal dunia, sehingga totalnya menjadi 12 warga, namun satu warga Pasaman Barat yang meninggal itu belum dipastikan penyebab utamanya.

"Hingga saat ini Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi M 6,1 masih mengidentifikasi enam warga hilang di wilayah Kabupaten Pasaman. Petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas masih melakukan upaya pencarian korban hilang," ujar dia.

Posko mencatat di Pasaman Barat warga luka berat sebanyak 22 orang dan luka ringan 42 orang, di Pasaman luka berat enam orang dan luka ringan 36, serta luka berat satu warga.

Selain berdampak pada korban jiwa, dampak kerusakan tercatat di Kabupaten Pasaman Barat, teridentifikasi rumah rusak 1.346 unit, serta fasilitas terdampak, yang meliputi fasilitas pendidikan 14 unit, kantor pemerintah 48 unit, tempat ibadah 22 unit dan fasilitas kesehatan dua unit.

Kerusakan di Kabupaten Pasaman meliputi rumah 1.000 unit, fasilitas ibadah satu unit, fasilitas pendidikan dua unit dan kantor dua unit.

Sementara kerusakan di Kabupaten Lima Puluh Kota meliputi rumah rusak berat dua unit, rusak sedang 20 unit, rusak ringan lima unit, tempat ibadah rusak sedang satu unit dan kantor rusak sedang satu unit, sedangkan di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman, rumah rusak ringan, masing-masing satu unit.

baca juga

Abdul mengatakan personel BNPB masih berada di lokasi untuk memberikan pendampingan posko penanganan darurat bencana yang berada di Pasaman Barat dan Pasaman. Posko telah mengoptimalkan pelayanan terhadap warga terdampak, khususnya mereka yang berada di pos-pos pengungsian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Trauma, Pasien Korban Gempa di RSUD Pasaman Barat Pilih Bertahan di Tenda Darurat

Masih Trauma, Pasien Korban Gempa di RSUD Pasaman Barat Pilih Bertahan di Tenda Darurat

Sumbar | Selasa, 01 Maret 2022 | 20:39 WIB

Air Sungai Keruh dan Berlumpur Pasca Gempa Pasaman Barat, 3 Ton Ikan Warga Mati Mendadak

Air Sungai Keruh dan Berlumpur Pasca Gempa Pasaman Barat, 3 Ton Ikan Warga Mati Mendadak

Sumbar | Selasa, 01 Maret 2022 | 18:43 WIB

Antisipasi Sesar Baru Pasca Gempa Pasaman Barat, BMKG: Perlu Dilakukan Penyesuaian Tata Ruang

Antisipasi Sesar Baru Pasca Gempa Pasaman Barat, BMKG: Perlu Dilakukan Penyesuaian Tata Ruang

News | Selasa, 01 Maret 2022 | 18:36 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×