Rizal Ramli Sebut Kemendag Tak Bisa Kerja: Malah Nyalahin Rakyat, Kebangetan

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Selasa, 08 Maret 2022 | 14:31 WIB
Rizal Ramli Sebut Kemendag Tak Bisa Kerja: Malah Nyalahin Rakyat, Kebangetan
Rizal Ramli (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Ekonom senior, Rizal Ramli bereaksi keras terhadap berita soal Kementerian Perdagangan atau Kemendag yang disebut mencurigai rakyat menimbun minya goreng.

Melansir Terkini.id -- jaringan Suara.com, ia menyindir bahwa Kemendag asal bicara, tidak becus dalam bekerja, dan kerap salah dalam menganalisa, namun kini malah menyalahkan rakyat.

"Ini apaan sih? Kementrian asal nyeplak, ndak bisa kerja dan analisa salah mulu, malah nyalahin rakyat, kebangetan," kata Rizal Ramli melalui akun Twitter resminya pada Senin, 7 Maret 2022.

Rizal Ramli menilai Kemendag asal bicara sebab menurutnya, mayoritas rakyat Indonesia memiliki penghasilan harian sehingga tidak akan mampu untuk menimbun stok minyak goreng.

"Pendapatan mayoritas rakyat kita itu harian, ndak punya uang utk nimbun!" katanya.

Bersama pernyataannya, Rizal Ramli membagikan sebuah berita berjudul "Kemendag Curigai Banyak Warga 'Menimbun' Minyak Goreng."

Diketahui Kemendag menyatakan sampai sampai saat ini masih belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan minyak goreng.

Kemendag mengklaim bahwa jika dicek di tingkat produsen, produksi minyak goreng yang berjalan saat ini seharusnya mencukupi kebutuhan domestik.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didid Noordiatmoko mengatakan bahwa saat ini, produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.

Baca Juga: Sebut Pemilu Seharusnya Dipercepat Jika Presiden Tak Becus, Rizal Ramli Singgung Anggaran Rp 500 T

Pemerintah pun secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng agar dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

Akan tetapi, kata Didid, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang, yakni panic buying.

Ia menilai bahwa masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan sebab sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Padahal, menurutnya, hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng.

"Tapi ini baru terindikasi," kata Didid dalam kunjungan kerja ke Palembang seperti dikutip dari Antara, Minggu, 6 Maret 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI