Sumber Perekonomian Ukraina Lebih dari Sekadar Gandum

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 17 Maret 2022 | 14:26 WIB
Sumber Perekonomian Ukraina Lebih dari Sekadar Gandum
DW

Suara.com - Setelah merdeka pada tahun 1991 silam, perkembangan ekonomi Ukraina lumpuh akibat korupsi, pelarian modal, dan kurangnya reformasi. Proses pemulihan terbaru sekarang terancam oleh invasi Rusia di negara itu.

Ukraina adalah salah satu negara terbesar di Eropa, dengan ukuran sekitar 600.000 kilometer persegi dan populasi kurang lebih 40 juta jiwa.

Setelah merdeka dan memisahkan diri Uni Soviet sekitar 30 tahun yang lalu, negara ini hampir sepanjang waktu berada di antara krisis ekonomi dan keuangan.

Selama krisis keuangan global tahun 2008/2009, Ukraina hanya dapat terselamatkan dari kebangkrutan negara dengan bantuan keuangan bernilai miliaran dolar yang disediakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Pergolakan ekonomi setelah pencaplokan semenanjung Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan proklamasi sendiri Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur kembali membawa negara itu ke ambang kehancuran ekonomi.

Sekali lagi, IMF datang untuk menyelamatkan Kyiv dengan menawarkan kredit baru sebagai ganti reformasi ekonomi yang keras.

Strategi itu berhasil, setidaknya sampai Rusia menyerang negara itu pada tanggal 24 Februari 2022.

Pemulihan yang tertunda

Reformasi struktural yang diberlakukan oleh IMF selama lima tahun terakhir berhasil menurunkan utang negara Ukraina dari lebih dari 100% produk domestik bruto (PDB) menjadi sekitar 50% pada tahun 2020.

baca juga

Menyusul resesi singkat tahun itu yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, Ukraina kembali menuju pemulihan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan 3,2% tahun lalu.

PDB per kapita tahunan mencapai US$3.653 (Rp51,1 juta) pada tahun 2020. Sebagai perbandingan, PDB per kapita tahunan Rusia adalah sekitar US$10.037 (Rp140,5 juta), sedangkan Jerman mencapai US$45.733 (Rp640,2 juta).

Sektor terpenting dalam perekonomian Ukraina adalah pertanian. Dijuluki keranjang roti Eropa, negara ini adalah pengekspor gandum terbesar di dunia karena luasnya tanah subur yang membentuk sekitar sepertiga dari semua tanah subur di Eropa.

Gandum dan komoditas mineral Sektor terpenting kedua adalah komoditas mineral.

Menurut kelompok perdagangan luar negeri Jerman Trade & Invest (GTAI), kesehatan sektor ini, bagaimanapun, sangat bergantung pada perkembangan pasar global dalam baja, misalnya.

Selain itu, GTAI mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan tahun 2021, kebutuhan akan investasi asing di sektor komoditas ini sudah sangat besar sebelum perang terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor industri ringan dan pemasok menjadi semakin penting berkat upah Ukraina yang relatif rendah dan lokasinya yang dekat dengan pasar Uni Eropa.

Terutama produsen mobil di Eropa telah melakukan beberapa investasi di Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, meskipun laporan GTAI mencatat bahwa produsen mobil di Ukraina masih hanya terintegrasi secara longgar dalam rantai pasokan global industri.

Namun demikian, perang saat ini telah menyebabkan gangguan produksi yang parah di antara pembuat mobil Eropa karena pengiriman suku cadang penting ke Ukraina seperti kabel harness terhenti.

Pelabuhan Odessa di Laut Hitam merupakan fasilitas penting Pusat penting bagi perekonomian Ukraina adalah Pelabuhan Perdagangan Laut Odesa (OMTP), salah satu pelabuhan laut dalam terbesar di sepanjang pantai Laut Hitam.

OMTP mampu menangani 40 juta metrik ton kargo curah dan 25 juta ton kargo cair per tahun. Kini, pelabuhan tersebut telah berhenti beroperasi karena perang.

Perusahaan Jerman, Hamburger Hafen und Logistik AG (HHLA), mengoperasikan terminal peti kemas di pelabuhan Odessa dan mengirimkan 300.000 peti kemas TEU dari sana tahun 2021.

"Odessa adalah pelabuhan laut terbesar di Ukraina. Ini menjadi semakin penting untuk pasokan lintas laut karena rute perdagangan melalui Krimea dan Laut Azov menjadi sulit dinavigasi," kata Philip Sweens, Direktur Pengelolaan HHLA, kepada DW.

Konsumsi domestik dan perdagangan luar negeri Konsumsi domestik swasta telah menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi di Ukraina.

Kenaikan upah lokal dan pengiriman uang dari orang Ukraina yang bekerja di luar negeri telah meningkatkan penjualan ritel dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, sektor teknologi informasi (IT) berkembang pesat didukung oleh meningkatnya jumlah pelajar yang lulus dari perguruan tinggi.

Pekerjaan di sektor transportasi juga meningkat. Menyangkut perdagangan luar negeri, Uni Eropa adalah mitra terpenting Ukraina yang menerima sekitar 40% dari semua pengiriman negara itu ke luar negeri.

Portal berita online Jerman Tagesschau.de menulis pada pertengahan Februari lalu bahwa Brussel melihat "potensi besar" dalam memperluas perdagangan bilateral dengan Kyiv dalam jangka menengah dan panjang.

Dari kelompok 30 mineral yang dianggap penting untuk masa depan oleh UE, Ukraina memiliki setidaknya 21 mineral.

"Uni Eropa tertarik untuk membangun aliansi baterai (mobil listrik) dan mineral dengan Ukraina," kata portal itu, seraya menambahkan ada juga opsi untuk membuat Ukraina menjadi pemasok hidrogen untuk Eropa. (rap/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Kolaborasi Kementerian,Lembaga dan Stakeholders Jadi Kunci Membangun Ekosistem Intelijen Ekonomi

Kolaborasi Kementerian,Lembaga dan Stakeholders Jadi Kunci Membangun Ekosistem Intelijen Ekonomi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 13:15 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Terkini

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

×