UNDP: 90 Persen Penduduk Ukraina Terancam Kemiskinan Karena Perang

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 18 Maret 2022 | 13:26 WIB
UNDP: 90 Persen Penduduk Ukraina Terancam Kemiskinan Karena Perang
DW

Suara.com - Sekitar 90% populasi Ukraina bisa menghadapi kemiskinan jika terjadi perang berkepanjangan. 18 tahun keberhasilan sosial ekonomi yang telah dicapai bisa sirna, kata badan PBB UNDP."

Setiap hari perdamaian yang tertunda akan mempercepat keterpurukan Ukraina ke dalam kemiskinan," kata Badan Perkembangan PBB UNDP dalam rilisnya hari Rabu (16/3).

Selanjutnya disebutkan dalam laporan itu, perang bisa meninggalkan "bekas luka sosial dan ekonomi yang dalam untuk generasi yang akan datang."

Ketua UNDP Achim Steiner mengatakan, dampak akut dari perang yang berkepanjangan sekarang menjadi lebih jelas.

Kemerosotan ekonomi yang memprihatinkan, dan penderitaan serta kesulitan yang akan terjadi membawa populasi yang sudah menderita trauma ke dalam kemiskinan. Masih ada waktu untuk menghentikan lintasan suram ini," katanya.

Kepada kantor berita Reuters, Achim Steiner menegaskan: "Jika konflik itu berkepanjangan, jika terus berlanjut, kita akan melihat kemiskinan meningkat sangat signifikan. Jelas ujung ekstrem dari skenario ini adalah ledakan ekonomi secara keseluruhan. Dan itu pada akhirnya dapat menyebabkan hingga 90% orang berada di bawah garis kemiskinan atau berisiko tinggi," katanya dalam wawancara video dari New York.

Invasi telah menghancurkan infratruktur senilai 100 miliar dolar

Garis kemiskinan umumnya didefinisikan sebagai daya beli USD 5,50 hingga USD 13 per orang per hari.

Sebelum Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari, diperkirakan ada 2% warga Ukraina hidup di bawah garis USD 5,50, tambah Achim Steiner.

baca juga

Penasihat utama bidang ekonomi pemerintah Ukraina, Oleg Ustenko, Kamis lalu (10/3) mengatakan bahwa invasi pasukan Rusia sejauh ini telah menghancurkan infrastruktur setidaknya senilai 100 miliar dollar, dan 50% bisnis Ukraina telah ditutup sepenuhnya.

"Kami memperkirakan bahwa keuntungan pembangunan Ukraina hingga 18 tahun dapat dihapus begitu saja dalam waktu 12 hingga 18 bulan," lanjut Achim Steiner.

UNDP sedang meninjau program-program "yang telah dicoba dan diuji" yang telah diterapkan dalam situasi konflik lainnya, ujarnya.

"Program transfer tunai terutama di negara seperti Ukraina, di mana sistem dan arsitektur keuangan masih berfungsi, di mana ATM tersedia, adalah cara penting untuk menjangkau orang dengan cepat dengan transfer tunai atau pendapatan dasar sementara," katanya.

"Beberapa pengumuman baru-baru ini oleh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dalam hal jalur kredit dan pendanaan yang tersedia jelas akan membantu pihak berwenang Ukraina untuk dapat menyebarkan program semacam itu."

Perekonomian Ukraina penting untuk Afrika

Laporan UNDP mengatakan bahwa operasi bantuan tunai darurat, yang akan menelan biaya sekitar USD 250 juta per bulan, akan menutupi kehilangan sebagian pendapatan bagi 2,6 juta orang yang diperkirakan akan jatuh ke dalam kemiskinan.

Program penghasilan dasar sementara yang lebih ambisius dan menyediakan USD 5,50 per hari per orang akan menelan biaya sekitar USD $430 juta per bulan.

Perekonomi Ukraina diperkirakan akan berkontraksi sebesar 10% pada tahun 2022 sebagai akibat dari invasi Rusia, tetapi prospeknya dapat memburuk secara tajam jika konflik berlangsung lebih lama, kata IMF dalam laporan staf yang dirilis pada hari Senin (14/3).

Bank Dunia menyetujui hampir USD 200 juta dalam pembiayaan tambahan untuk meningkatkan dukungan terhadap orang-orang yang rentan.

Pendanaan tersebut melebihi USD 723 juta yang disetujui minggu lalu dan merupakan bagian dari paket dukungan USD 3 miliar yang diperjuangkan Bank Dunia untuk sampai ke Ukraina dan rakyatnya dalam beberapa minggu mendatang.

Achim Steiner juga menekankan pentingnya Ukraina bagi perekonomian negara-negara lain, terutama sekelompok negara Afrika yang katanya mendapatkan sepertiga dari pasokan gandum mereka dari Ukraina dan Rusia. hp/pkp (dpa, rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×