Cina dan Perang di Ukraina: Terpaksa Jadi Penengah?

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 18 Maret 2022 | 08:10 WIB
Cina dan Perang di Ukraina: Terpaksa Jadi Penengah?
DW

Suara.com - Perang di Ukraina yang mengguncang perekonomian global tidak bisa diabaikan oleh Cina. Xi Jinping ingin perekonomian lancar, agar pemilihannya menjadi pemimpin partai seumur hidup tetap mulus. Opini Alexander Görlach.

Dampak perang di Ukraina sudah terasa di Cina. Karena itu, Cina sangat berkepentingan agar konflik itu bisa secepatnya diakhiri.

Kementerian Luar Negeri di Beijing dengan cepat membantah berita tentang permohonan bantuan persenjataan dari Rusia dan menyebutnya sebagai "Fake News".

Tapi tetap saja, kedekatan Cina dengan Rusia sekarang menjadi tekanan. Cina adalah salah satu pengimpor besar gandum dari Ukraina dan juga dari Rusia.

Sejak serangan Rusia, harga gandum melejit tinggi. Untuk menenangkan rakyat, Xi Jinping cepat-cepat membuat pernyataan: Dia berjanji bahwa Cina akan melepaskan diri dari ketergantungan impor dari luar negeri.

Pemimpin Cina Xi Jinping ingin dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina untuk seumur hidup bulan November nanti, pada Kongres Partai Komunis Cina yang ke-20.

Sebenarnya, jabatan Sekretaris Jenderal menurut aturan partai sudah dibatasi sejak 1980 hanya maksimal dua kali masa jabatan lima tahun.

Aturan itu dibuat setelah pengalaman buruk dengan Mao Zedong. Trauma „Revolusi Kelaparan" Cina pernah dilanda bencana kelaparan besar 1959 sampai 1961, Ketika program ideologis Maozedong menyebabkan kekacauan ekonomi dan pertanian.

Diperkirakan sampai 76 juta penduduknya ketika itu meninggal karena kelaparan. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Xi Jinping, karena rakyat yang kelaparan bisa memberontak dan membuyarkan rencananya untuk berkuasa seumur hidup.

baca juga

Majalah berita terbesar Jerman "Der Spiegel" baru-baru ini memberitakan, Cina mendesak PBB untuk tidak mempublikasikan sebuah laporan yang memprediksi ancaman bahaya kelaparan, jika perang di Ukraina terus berlanjut.

Padahal awal Februari Xi Jinping baru saja mendemonstrasikan kedekatannya dengan Vladimir Putin.

Baru-baru ini, Cina juga menyebut Rusia sebagai "mitra strategis terpenting”. Berbagai Kerjasama sudah direncanakan secara luas, mulai dari proyek luar angkasa sampai kerja sama dalam pengawasan internet.

Mencari peran yang tidak merugikan Sekarang, tekanan makin besar muncul di panggung diplomasi internasional agar Cina mau berperan menghentikan perang di Ukraina.

Namun Beijing khawatir, peran itu justru bisa menyedot makin banyak perhatian terhadap berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negaranya sendiri.

Terutama ambisi Cina untuk menguasai Taiwan bisa dipermasalahkan. Beijing tidak mengecam invasi Rusia ke Ukraina, namun pada saat yang sama mengimbau semua pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan.

Cina tidak menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, namun juga tidak memberikan bantuan ekonomi kepada Rusia.

Demikian juga dengan bantuan militer untuk Rusia, Beijing tidak akan memenuhinya. Namun untuk jalan selamat, mereka membantah bahwa ada permintaan semacam itu dari Rusia. Sebuah peribahasa Cina mengatakan: banyak ikan, banyak daging.

Maksudnya, sedapat mungkin orang harus mendapatkan dan menawarkan banyak hal dari dan kepada semua pihak.

Siapa yang menyajikan hidangan lengkap di atas meja, akan mendapat pujian dari tamunya.

Namun semakin lama perang di Ukraina berlangsung, makin sedikit yang bisa disajikan Xi Jinping kepada rakyatnya, dan ini bisa menghambat cita-citanya menjadi penguasa seumur hidup, baik dalam pemerintahan maupun dalam organisasi partai komunis.

Jadi, mau tidak mau Beijing harus muncul untuk menengahi konflik di Ukraina, sebelum dampaknya makin parah pada perekonomiannya sendiri.

Di lain pihak, Cina juga ingin menghindari konfrontasi terbuka dengan AS dan Barat. Seandainya Rusia berhasil melibatkan Cina berpihak kepadanya dalam konflik ini, Beijing sadar mereka akan kalah.

*Alexander Görlach adalah peneliti senior di Carnegie Council for Ethics in International Affairs und Research Associate di Oxford University. Pernah tinggal di Taiwan dan Hong Kong, bidang uatama yang didalaminya adalah kebangkitan Cina menjadi adidaya dunia. Dia juga bekerja untuk Harvard University dan University of Cambridge. (hp/vlz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina

Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:30 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:13 WIB

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:41 WIB

China dan Rusia Buka Rute Dagang Baru Lewat Kutub Utara, Apa Efeknya di Selat Malaka dan Indonesia?

China dan Rusia Buka Rute Dagang Baru Lewat Kutub Utara, Apa Efeknya di Selat Malaka dan Indonesia?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:15 WIB

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:44 WIB

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026

BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026

Batam | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang

Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:47 WIB

×