Majelis Rakyat Papua: Sampai Tuhan Yesus Datang, Warga Intan Jaya Tegas Tolak Tambang Emas Blok Wabu!

Agung Sandy Lesmana | Stefanus Aranditio | Suara.com

Senin, 21 Maret 2022 | 13:05 WIB
Majelis Rakyat Papua: Sampai Tuhan Yesus Datang, Warga Intan Jaya Tegas Tolak Tambang Emas Blok Wabu!
Massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Papua Jawa dan bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggota Majelis Rakyat Papua Ciska Abugau menegaskan masyarakat Intan Jaya tegas menolak eksploitasi wilayah pegunungan Blok Wabu yang disebut memiliki kandungan emas sebesar 8,1 juta ons emas.

Abugau menjelaskan pemerintah tidak pernah melakukan sosialisasi yang baik terhadap masyarakat yang tinggal di Blok Wabu, pendekatan yang dilakukan selalu dengan militeristik.

"Kami cari tahu sebagai MRP kenapa sampai ada pembunuhan di Intan Jaya terus menerus pada orang yang tidak bersalah, itu tanggung jawab siapa? itu mungkin gara-gara Blok Wabu ini, masyarakat Intan Jaya sampai dengan hari ini, sampai dengan Tuhan Yesus datang pun mereka tidak mengizinkan untuk penggalian dan penambangan Blok Wabu," kata Abugau dalam jumpa pers, Senin (21/3/2022).

Dia menyebut korban jiwa warga sipil yang sudah berjatuhan selama ini terus memupuk amarah warga kepada pemerintah, catatan Amnesty International Indonesia sudah ada 12 orang korban jiwa dari 8 kasus yang terjadi sejak 2018 di Blok Wabu, Intan Jaya ini.

Massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Papua   Jawa dan bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Papua Jawa dan bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Korban-korban itu ditanggung oleh siapa? (kematian) Pendeta Yeremiah saja sampai dengan hari ini (pemerintah) tidak mengakui, jadi kalau bisa mari negara harus jujur bicara mengakui, negara juga manusia bukan malaikat pasti ada kesalahan, tapi datanglah duduk bicara, kami mau duduk dan bicara, itu pesan dari masyarakat Intan Jaya," tegasnya.

Sementara itu, Amnesty International Indonesia menilai Kabupaten Intan Jaya, lokasi cadangan emas Blok Wabu berada, telah menjadi pusat konflik antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok pro-kemerdekaan Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka meminta pihak berwenang Indonesia harus segera menghentikan rencana untuk menambang Blok Wabu di Papua karena berisiko meningkatkan konflik dan melanggar hak-hak Orang Asli Papua (OAP).

“Orang-orang di Intan Jaya hidup di bawah ketakutan terhadap aparat keamanan yang semakin keras dan mengendalikan banyak aspek kehidupan sehari-hari mereka, dan sekarang mata pencaharian mereka berada di bawah ancaman dari proyek yang tidak dipersiapkan dengan baik ini. Sederhananya, Blok Wabu bisa berakibat bencana," tambah Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorr! TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Anggota Brimob Di Intan Jaya

Dorr! TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Anggota Brimob Di Intan Jaya

News | Minggu, 20 Maret 2022 | 09:45 WIB

Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

News | Sabtu, 19 Maret 2022 | 01:02 WIB

Majelis Rakyat Papua Kecam Penembakan Dua Demonstran Tolak Daerah Otonomi Baru di Yahukimo

Majelis Rakyat Papua Kecam Penembakan Dua Demonstran Tolak Daerah Otonomi Baru di Yahukimo

News | Rabu, 16 Maret 2022 | 15:30 WIB

Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa Tolak Penambangan Blok Wabu

Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa Tolak Penambangan Blok Wabu

Foto | Rabu, 09 Februari 2022 | 14:27 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB