Senjata Apa Saja yang Diberikan AS ke Ukraina dan akankah Membantu?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 21 Maret 2022 | 18:28 WIB
Senjata Apa Saja yang Diberikan AS ke Ukraina  dan akankah Membantu?
BBC

Suara.com - Puing-puing tank Rusia hancur terbakar berserakan di tanah, lalu juga terlihat seorang tentara Ukraina membawa persenjataan yang disebut jadi penyebab kehancuran itu.

Gambar-gambar yang diunggah ke Twitter oleh Angkatan Bersenjata Ukraina tersebut diberi label yang menyatakan bahwa ini adalah hasil dari "serangan Javelin terhadap peralatan militer [Rusia]".

Javelin, senjata anti-tank yang menembakkan roket pencari panas ke arah target hingga 4 km jauhnya, dapat dikendalikan oleh unit portabel yang tampak tidak jauh berbeda dari konsol video game - tetapi mampu mengirim proyektil sepanjang satu meter dan langsung menghujam tank maupun kendaraan lapis baja.

Kehadiran senjata buatan Amerika itu telah "menyebabkan kepanikan" di antara pasukan Rusia, klaim militer Ukraina - dan mereka akan mendapatkan 2.000 senjata lagi.

Baca juga:

Rudal Javelin termasuk barang-barang yang dijanjikan kepada Ukraina oleh AS dalam paket bantuan militer baru senilai US$800 juta (Rp11,4 triliun) yang diumumkan oleh Presiden Joe Biden pada hari Rabu (16/03).

Persenjataan lainnya termasuk drone yang dapat diubah menjadi bom terbang dan senjata anti-pesawat yang dapat menjatuhkan helikopter di langit.

Tetapi akankah pengiriman ini membantu Ukraina mengatasi pasukan invasi Rusia yang lebih banyak - dan dengan persenjataan yang lebih lengkap?

Apa yang akan dikirim AS ke Ukraina?

Bantuan baru AS untuk Ukraina mencakup berbagai peralatan militer, mulai dari 25.000 set pelindung tubuh dan helm hingga senapan dan peluncur granat, ribuan senjata anti-tank lainnya dan lebih dari 20 juta amunisi.

Selain rudal Javelin, senjata yang paling kuat termasuk 800 unit senjata anti-pesawat Stinger, yang pernah digunakan untuk menembak jatuh pesawat Soviet di Afghanistan.

AS juga berencana untuk mengirimkan 100 "sistem udara tak berawak taktis" - pesawat nirawak (drone) mini- yang biasanya diluncurkan dengan tangan dan cukup kecil untuk masuk ke dalam ransel.

Tentara dapat menggunakannya untuk menjangkau medan perang atau, dalam beberapa kesempatan, untuk menyerang. Pada dasarnya menciptakan bom terbang yang dapat diterbangkan ke target dari kejauhan.

Pengumuman Biden pada hari Rabu (16/03) membawa jumlah total bantuan militer AS yang dijanjikan untuk Ukraina menjadi US$1 miliar (Rp14,3 triliun) dalam seminggu terakhir saja - sebuah percepatan besar jika dibandingkan dengan US$ 2,7 miliar (Rp38,7 trilun) yang disediakan antara 2014 hingga awal 2022.

Ini adalah "perkembangan signifikan" dan mengatasi kekurangan sebelumnya, menurut John Herbst, mantan duta besar AS di Kyiv.

"Tidak diragukan lagi bahwa (Biden) dan timnya selama ini terlalu malu-malu dalam memberikan dukungan untuk Ukraina," kata Herbst. "Dan mereka telah merespons tekanan itu."

Apa artinya ini terhadap serangan darat dan udara Rusia?

Para ahli militer mengatakan bahwa senjata anti-tank yang dipasok AS kemungkinan akan memberi dampak yang paling besar di Ukraina.

Pasukan Rusia yang menginvasi "sebagian besar adalah pasukan mekanis" - yang berarti konvoi kendaraan lapis baja - jadi "hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menghancurkan [kendaraan] mereka", kata mantan Kolonel Angkatan Darat AS Christopher Mayer.

Ukraina telah menerima berbagai sistem senjata anti-tank dari beberapa negara, yang membantu meningkatkan "kemampuan mematikan" pasukan Ukraina dalam melawan kendaraan Rusia, kata Mayer.

"Jika Anda memberi mereka berbagai sistem anti-tank, itu memberi mereka banyak kesempatan untuk menembus sistem defensif apapun yang dimiliki tank," katanya.

Dan meskipun klaim mereka tidak dapat diverifikasi secara independen, para pejabat Ukraina mengatakan mereka menggunakan senjata-senjata itu dengan efektif. Pada 16 Maret, mereka mengklaim telah menghancurkan lebih dari 400 tank dan lebih dari 2.000 kendaraan Rusia lainnya.

Senjata anti-tank, bagaimanapun, tidak membantu Ukraina melawan angkatan udara Rusia, yang selama tiga minggu telah menyerang target di seluruh negeri.

Sistem Stinger portabel adalah satu-satunya senjata anti-pesawat yang termasuk dalam paket bantuan AS.

Sistem ini telah terlihat dalam konflik di seluruh dunia sejak 1981. Sistem ini paling terkenal digunakan di Afghanistan, tempat Stinger yang dipasok AS membantu menjatuhkan ratusan pesawat dan helikopter selama pendudukan Soviet.

Senjata ini efektif untuk melawan helikopter yang terbang rendah atau pesawat hingga ketinggian sekitar 3.800 m, sehingga relatif tidak berguna terhadap pesawat pengebom Rusia yang terbang lebih tinggi.

Ketika mengumumkan paket bantuan senjata ke Ukraina, pemerintah AS menyebut Stinger. Namun Herbst menilai itu sebagai "tanda kelemahan".

"Mereka memang membutuhkan lebih banyak Stinger, tidak diragukan lagi," kata Herbst. "Tetapi mereka membutuhkan senjata anti-pesawat ketinggian yang lebih tinggi juga... mereka tidak menyebutkan hal yang lebih penting."

Apa yang tidak dikirim AS?

Sementara Gedung Putih telah mengisyaratkan bahwa senjata dengan jangkauan yang lebih tinggi - seperti rudal anti-pesawat S-300 era Soviet - dapat disalurkan ke Ukraina melalui negara ketiga. Namun belum ada pengumuman resmi tentang itu.

Pemerintah di Slovakia telah menyatakan bersedia untuk mengirim sistem persenjataan ke Ukraina, asalkan mereka mendapatkan gantinya. Dua sekutu NATO lainnya - Yunani dan Bulgaria - juga dilaporkan memiliki sistem tersebut.

AS juga menolak proposal agar Polandia mentransfer jet tempur Mig-29 ke Ukraina supaya mereka mampu berbuat lebih banyak untuk menjaga langitnya.

Para pejabat AS menggambarkan rencana itu tidak "dapat diterapkan" karena dapat meningkatkan risiko konflik terbuka antara NATO dan Rusia.

Mayer, bagaimanapun, mengatakan bahwa transfer Mig-29 atau jet serupa oleh sekutu AS - dengan restu pemerintah - akan menjadi cara yang efektif untuk membantu Ukraina berjuang untuk menguasai langitnya lagi.

Ia mencatat bahwa Uni Soviet menyediakan baik pesawat dan pilot ke Vietnam Utara untuk beroperasi melawan pesawat AS tanpa memulai konfrontasi yang lebih luas.

Apa yang dilakukan negara-negara lain?

AS tidak sendirian dalam memberikan bantuan militer ke Ukraina. Setidaknya 30 negara lain telah memberikan bantuan, termasuk 500 juta (Rp7,9 triliun) dari Uni Eropa.

Namun, setelah AS mengumumkan paket bantuan baru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa "lebih banyak dukungan" sangat dibutuhkan.

"Bahkan lebih dari yang kami dapatkan sekarang," katanya, sambil meminta "sistem pertahanan udara, pesawat [dan] senjata dan amunisi mematikan yang cukup untuk menghentikan penjajah Rusia".

Mayer mengatakan ia percaya bahwa pasokan senjata AS yang dijanjikan sampai saat ini barangkali hanya cukup untuk memungkinkan Ukraina "mati secara heroik".

"Kita harus lebih agresif dalam memberi mereka apa yang kita miliki," katanya. "Kita setidaknya harus memberi mereka kualitas, dan kuantitas yang sama, barang-barang yang diberikan Uni Soviet kepada Vietnam Utara selama perang kita dengan mereka."

Herbst mengatakan bahwa paket bantuan tambahan "mungkin" akan diperlukan di masa depan - dan bahwa mereka hanya akan efektif jika mereka memungkinkan Ukraina untuk menantang angkatan udara Rusia.

"Kunci bagi saya adalah apakah kita mengirim sesuatu yang mengenai aset udara Rusia pada 30.000 kaki atau lebih," katanya.

Meskipun tidak ada pengumuman tegas yang dibuat sejauh ini, Presiden Biden bersumpah bahwa akan ada lebih banyak bantuan - dan bahwa AS berusaha untuk membantu Ukraina memperoleh sistem pertahanan udara jarak jauh yang dibutuhkannya, tanpa memberikan rincian.

"Lebih banyak [senjata] akan datang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani

Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani

Video | Selasa, 07 April 2026 | 22:15 WIB

Bidik Sapu Bersih Podium, Seven Speed Motorsport Tancap Gas di Musim 2026

Bidik Sapu Bersih Podium, Seven Speed Motorsport Tancap Gas di Musim 2026

Sport | Selasa, 07 April 2026 | 22:13 WIB

Soal Wacana Pemotongan Gaji Para Menteri, Seskab Teddy Buka Suara

Soal Wacana Pemotongan Gaji Para Menteri, Seskab Teddy Buka Suara

Video | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol

Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 22:00 WIB

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Terkini

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB