Israel Siap Menampung Ribuan Pengungsi Yahudi Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 24 Maret 2022 | 18:09 WIB
Israel Siap Menampung Ribuan Pengungsi Yahudi Ukraina
DW

Suara.com - Pemerintah Israel bersiap menerima gelombang pengungsi dari komunitas Yahudi dari Ukraina. Sekitar 200.000 warga Yahudi Ukraina memenuhi syarat untuk masuk dan tinggal di Israel.

Sebuah hotel kecil berbintang empat di dekat stasiun bus pusat di Yerusalem barat menjadi rumah sementara bagi warga Ukraina yang melarikan diri dari perang.

Bagi beberapa orang, ini adalah pertama kalinya mereka di Israel. Bagi yang lain, seperti Julia Rabenko dan putranya yang masih remaja, Kyrill, ini adalah perjalanan kedua kali.

Namun, mereka tidak membayangkan akan datang lagi ke Israel dalam keadaan seperti ini.

"Israel adalah negara yang baik, ini mungkin negara impian kami. Tapi ... saya ingin datang ke sini dengan cara yang normal — tidak seperti ini, tetapi dengan seluruh keluarga," kata Julia Rabenko kepada DW di lobi hotel.

Suaminya harus tinggal di Ukraina karena ada wajib militer. Keluarga itu sebenarnya sudah mempertimbangkan untuk berimigrasi ke Israel dan sudah mengirim putra sulung mereka ke sini, tapi mereka rencanakan hal itu masih beberapa tahun lagi dan tidak secepat ini.

Keputusan yang sulit

"Bagi saya, adalah keputusan yang sangat sulit untuk pergi," kata Julia Rabenko.

"Saya pikir saya tetap tinggal di sana. Tapi sirene serangan udara datang makin sering dan anak saya tidak ingin selalu berlindung di tempat penampungan."

Di Ukraina, Julia bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan dia masih bergulat untuk memahami apa sedang terjadi.

Keluarga dan teman-temannya sekarang tersebar di Ukraina, Polandia, Jerman, dan Israel.

Julia Rabenko dan putra bungsunya dengan kucing-kucing mereka melakukan perjalanan berbahaya dengan bus dari kota asal mereka Cherkasy, sekitar 200 kilometer di selatan Kyiv, ke perbatasan Rumania.

"Satu tas untuk saya, satu tas untuk anak saya. Dan kucing kami - dia bagian dari keluarga," katanya.

"Sangat sulit, kalau Anda kehilangan hampir segalanya dalam satu hari." Relawan membantu mereka di Rumania dan anggota komunitas Yahudi mengatur akomodasi mereka di sebuah hotel selama lima hari.

Tadinya mereka berencana untuk tinggal di Rumania, tetapi kemudian melanjutkan perjalanan ke Israel, yang menjamin prosedur khusus bagi warga Yahudi.

"Tanpa dokumen, baik untuk kucing saya, atau untuk anak saya - tapi kami sekarang berada di Israel," kata Julia Rabenko.

Dia masih tetap mengajar kelas bahasa Inggris secara online — dengan murid-muridnya sekarang tersebar di berbagai lokasi, termasuk beberapa masih di Ukraina.

Jika perang berakhir, dia dan keluarganya ingin kembali ke Cherkasy.

Gelombang imigrasi Yahudi

Semua yang ada di hotel ini harus mengungsi secara mendadak. Mereka mencari perlindungan di Israel karena menurut hukum pengembalian Israel, semua keturunan Yahudi berhak datang ke Israel dan mendapat kewarganegaraan Israel, jika mereka mau.

Undang-undang itu mengizinkan kedatangan keturunan Yahudi bersama dengan pasangan mereka.

Mereka hanya perlu membuktikan bahwa mereka setidaknya memiliki satu kakek atau nenek Yahudi, yang disebut status aliyah.

Hari Senin (21/03), otoritas Israel mengumumkan bahwa birokrasi proses aliyah akan dipermudah melalui program "Aliyah Express".

Para pengungsi bisa berangkat ke Israel tanpa perlu sertifikasi sebelumnya. Tim bantuan proses imigrasi sudah dilkirim ke Polandia, Rumania, Moldova, dan Hungaria untuk membantu para pengungsi.

Saat ini ada sekitar 4.500 pengungsi yang ditempatkan di hotel-hotel di negara-negara tetangga Ukraina dan sedang menunggu penerbangan ke Israel, kata seorang pejabat.

Ukraina dan Rusia memang menjadi rumah bagi komunitas besar Yahudi.

Diperkirakan ada sekitar 200.000 warga Yahudi di Ukraina. Pada 1990-an, lebih dari satu juta orang membuat aliyah setelah bubarnya Uni Soviet.

Israel tidak hanya menerima pengungsi dari Ukraina, melainkan juga warga Yahudi yang dari Rusia.

Banyak orang Yahudi Rusia sudah tidak mengharapkan akan ada perbaikan politik di negara itu, yang semakin lama makin jauh dari demokrasi dan makin otoriter. (hp/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luis de la Fuente Kecewa Spanyol Gagal Menang atas Tanjung Verde

Luis de la Fuente Kecewa Spanyol Gagal Menang atas Tanjung Verde

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:22 WIB

Rodri Soroti Finishing Spanyol Usai Ditahan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Rodri Soroti Finishing Spanyol Usai Ditahan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:19 WIB

Jadi Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tambah 3 Pemain Naturalisasi

Jadi Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tambah 3 Pemain Naturalisasi

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:06 WIB

Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman

Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 05:51 WIB

Penumpang KA Bersubsidi Tembus 7,8 Juta Orang hingga Mei 2026

Penumpang KA Bersubsidi Tembus 7,8 Juta Orang hingga Mei 2026

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 05:50 WIB

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

Terkini

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:13 WIB

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:28 WIB

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:20 WIB