Intelijen AS Ungkap Abramovich Tidak Diracun, Sebut Faktor Ini Penyebabnya

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 30 Maret 2022 | 16:18 WIB
Intelijen AS Ungkap Abramovich Tidak Diracun, Sebut Faktor Ini Penyebabnya
Bos Chelsea, Roman Abramovich. [BEN STANSALL / AFP]

Suara.com - Kabar keracunan yang dialami oleh Roman Abramovich, pengusaha asal Rusia sekaligus bos klub sepak bola Chelsea menjadi perbicangan dunia. Terbaru, intelijen Amerika Serikat (AS) turut memberikan komentar atas kejadian ini, dengan merujuk atas data intelijen.

Berdasarkan data intelijen, pejabat Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa Abramovich tidak diracun atau keracunan, melainkan mengalami mual yang diakibatkan oleh faktor lingkungan. Walau begitu, tidak diketahui secara detail siapa pejabat AS tersebut.

“Intelijen mengatakan bahwa penyebabnya adalah lingkungan. Jadi, bukan keracunan,” kata pejabat ini seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2022).

Sebelumnya, kabar keracunan yang dialami oleh Abramovich pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal. Awalnya, Abramovich sedang menjadi delegasi untuk membahas perdamaian antar Rusia dan Ukraina. Pertemuan itu diadakan di Kyiv.

Setelah menghadiri pertemuan tersebut, Abramovich mengalami hal yang tak biasa, seperti mata merah, robekan terus–menerus, dan kulit tangan serta wajah mengelupas. Hal sama juga dialami oleh anggota parlemen Ukraina yang hadir, yaitu Umerov dan seorang negosiator lainnya.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa orang–orang yang mengalami gejala tidak biasa tersebut sebelumnya telah mengonsumsi cokelat dan air putih. Walau begitu, hal ini masih belum dapat dibuktikan secara pasti, karena beberapa delegasi lain juga mengonsumi hal yang sama.

Selain itu, kelompok jurnalisme Investigasi Bellingcat juga mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini. Mereka mengatakan bahwa gejala keracunan tersebut akibat dari senjata kimia atau penggunaan radiasi gelombang mikro. 

Namun, pihaknya juga memastikan bahwa dosis dan jenis racun yang digunakan ini tidak sampai mengancam jiwa. Melainkan hanya untuk memberi rasa takut kepada korban. Mereka juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mungkin memiliki kepentingan dalam dugaan serangan.

Setelah mendapatkan gejala yang tidak biasa tersebut, saat ini Abramovich telah melanjutkan perannya dalam pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia. 

baca juga

Sebagai informasi, atas kejadian yang dialami oleh Abramovich dan negosiator lainnya, Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO) menggambarkan laporan itu sebagai sesuatu yang memprihatinkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan, pihaknya menyarankan untuk siapapun yang akan bernegosiasi dengan Federasi Rusia untuk tidak makan atau minum apapun.

Kontributor : Agung Kurniawan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Setangkai Kembang dan Satu Nyanyian Untuk Perdamaian Rusia dan Ukraina

Aksi Setangkai Kembang dan Satu Nyanyian Untuk Perdamaian Rusia dan Ukraina

Foto | Rabu, 30 Maret 2022 | 16:01 WIB

Roman Abramovich Diracun, Ada 4 Tokoh Rusia Lain yang Mengalaminya

Roman Abramovich Diracun, Ada 4 Tokoh Rusia Lain yang Mengalaminya

Your Say | Rabu, 30 Maret 2022 | 15:19 WIB

Roman Abramovich Diduga Keracunan Nerve Agents, Apa Itu?

Roman Abramovich Diduga Keracunan Nerve Agents, Apa Itu?

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 14:00 WIB

Kronologi Duel Jefri Nichol vs Keanu hingga Adu Jotos, Ternyata Gegara Diejek

Kronologi Duel Jefri Nichol vs Keanu hingga Adu Jotos, Ternyata Gegara Diejek

Entertainment | Rabu, 30 Maret 2022 | 12:33 WIB

Diduga Lakukan Pengintaian, Diplomat Rusia Diusir dari Sejumlah Negara Uni Eropa

Diduga Lakukan Pengintaian, Diplomat Rusia Diusir dari Sejumlah Negara Uni Eropa

Lampung | Rabu, 30 Maret 2022 | 11:41 WIB

Susul Ronaldinho, John Terry Kini Resmi 'Digaet' Bank BNI

Susul Ronaldinho, John Terry Kini Resmi 'Digaet' Bank BNI

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2022 | 11:21 WIB

Terkini

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

×