Perang Ukraina: Seberapa Besar Biaya yang Dikeluarkan Rusia Sejauh Ini?

Siswanto, BBC

Kamis, 31 Maret 2022 | 10:45 WIB
Perang Ukraina: Seberapa Besar Biaya yang Dikeluarkan Rusia Sejauh Ini?
BBC

Suara.com - Perang dapat dengan mudah menjadi di luar kendali ketika sejumlah hal tidak berjalan sesuai rencana.

Meskipun mustahil mengetahui isi pikiran Vladimir Putin ketika dia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, sebagian besar analis percaya dia mengharapkan kemenangan cepat dalam hitungan hari.

Satu bulan kemudian, konflik itu telah berkembang menjadi perang yang panjang atau perang atrisi, di mana Rusia menggunakan taktik brutal untuk perlahan-lahan meruntuhkan perlawanan Ukraina, menurut analis militer AS Benjamin Johnson, Tyson Wetzel, dan J.B Barranco.

Dalam sebuah makalah untuk Dewan Atlantik, mereka mengatakan: "Kami menilai bahwa Rusia kemungkinan pada akhirnya akan melakukan perang atrisi, menutup pasokan ke Ukraina, memblokir akses ke Laut Hitam, dan akhirnya menyebabkan kelaparan karena petani-petani Ukraina tidak bisa mengurusi ladang mereka."

Namun perang yang berkepanjangan itu juga harus dibayar mahal oleh Rusia. Pertanyaannya adalah: seberapa mahal?

'Bisnis mahal'

Ed Arnold, peneliti bidang Keamanan Eropa di lembaga kajian Inggris Royal United Services Institute (RUSI), berkata kepada BBC bahwa "mempertahankan operasi militer adalah bisnis yang mahal, terutama ketika pasukan Anda jauh dari pangkalan utama."

"Anda perlu menimbun banyak amunisi dan bahan bakar untuk memobilisasi mesin perang serta memberi makan pasukan," imbuhnya.

Baca juga:

Ada banyak bukti yang menunjukkan ada masalah dengan logistik Rusia dalam perang dengan Ukraina - salah satunya yang paling mencolok, semakin banyak kendaraan militer Rusia yang ditinggalkan di lapangan setelah mogok atau rusak.

baca juga

"Mereka tidak siap karena barangkali berpikir operasi ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari," kata Arnold.

James Stavridis, pensiunan laksamana Angkatan Laut AS dan dekan emeritus di Fakultas Hukum dan Diplomasi Fletcher di Universitas Tufts, mengatakan ongkos perang meningkat seiring persediaan uang Rusia yang mengering.

Meskipun negara ini memiliki salah satu cadangan devisa terbesar di dunia (hampir $600 miliar, atau Rp8.602 triliun), sebagian besar uang itu sekarang terkunci di bank-bank Barat karena sanksi ekonomi.

Berapa ongkos perang yang ditanggung Rusia?

Menurut Pusat Pemulihan Ekonomi, sekelompok ekonom dan penasihat pemerintah Ukraina, dalam 23 hari pertama invasi Rusia telah menghabiskan setidaknya $19,9 miliar (Rp285 triliun) dalam pengeluaran militer langsung.

Mereka memperkirakan bahwa Kremlin telah kehilangan $9 miliar (Rp129 triliun) dalam perangkat keras militer yang hancur.

Belum lagi biaya peluncuran rudal jelajah dan hilangnya potensi Produk Domestik Bruto (PDB) selama 40 tahun ke depan (berdasarkan kerugian personel manusia).

Ukraina mengklaim pada 19 Maret bahwa lebih dari 14.400 tentara Rusia telah tewas dalam perang sampai saat itu.

Total biaya juga perlu mencakup biaya evakuasi, perawatan tentara yang terluka, pengeluaran untuk amunisi, bahan bakar, suku cadang, makanan untuk pasukan, dan sebagainya.

Tak satu pun dari perkiraan ini dapat diverifikasi secara independen. Para pakar yang diwawancarai BBC berhati-hati karena sifat ketidakpastian perkara ini, meskipun mereka setuju bahwa untuk menjalankan mesin perang butuh biaya besar.

Kapan Rusia akan kehabisan uang?

Itu tergantung pada seberapa efektif sanksi ekonomi Barat.

Yang terpenting, itu juga tergantung pada apakah negara-negara Eropa mampu berhenti impor gas dari Rusia. Ini adalah tantangan yang cukup besar karena Rusia memasok sekitar 40% dari impor gas alam Uni Eropa.

Juga tidak jelas apakah eksklusi beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran SWIFT, yang memungkinkan transfer uang internasional, pada akhirnya akan diperluas, membuat Putin tidak punya alternatif untuk menerima pembayaran mata uang asing.

Akhirnya, sejauh mana sumber daya Rusia dapat dikuras juga tergantung pada sekutu-sekutunya, khususnya satu negara.

Faktor China

Para pakar telah menekankan kemampuan China untuk memengaruhi konflik ini tetapi tidak ada konsensus mengenai peran yang ingin dimainkannya dalam perang.

Beijing telah menyatakan keprihatinan mendalam tentang situasi tersebut namun terus menyebut invasi itu hanya sebagai "operasi militer".

Dan wakil menteri luar negeri Le Yucheng mengatakan pada 19 Maret bahwa sanksi Barat "semakin keterlaluan".

Dia menambahkan bahwa langkah-langkah itu dilakukan secara sepihak dan merampas aset asing warga Rusia "tanpa alasan".

"Sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa sanksi tidak dapat menyelesaikan masalah. Sanksi hanya akan merugikan orang biasa, berdampak pada sistem ekonomi dan keuangan... dan memperburuk ekonomi global," kata Le.

Renaud Foucart, dosen senior di Universitas Lancaster Inggris, berpendapat bahwa China menjadi sangat penting bagi Rusia, mengingat prospek jangka panjang Rusia yang "suram".

"Jika sanksi dipertahankan, Rusia akan terputus dari mitra-mitra dagang terbesarnya, kecuali China dan Belarus," kata Foucart.

Maxim Mironov, seorang profesor di IE Business School Spanyol, mengatakan ketergantungan ini tidak boleh dianggap remeh.

"China akan membeli sumber daya dari Rusia dengan harga yang sangat rendah dan menjual produk ke Rusia dengan harga tinggi," katanya kepada BBC.

"China akan memperlakukan Rusia sebagai koloninya. China akan menjadi satu-satunya pemenang dalam perang ini."

Ekonomi Rusia jatuh bebas

Moskow menegaskan bahwa sanksi Barat tidak dapat mengisolasi negara besar seperti Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada 5 Maret: "Dunia terlalu besar bagi Eropa dan AS untuk mengisolasi beberapa negara, terutama negara besar seperti Rusia."

Tetapi nilai mata uang Rusia, rubel, telah anjlok, pasar saham sebagian besar tutup, inflasi merajalela dan suku bunga telah berlipat ganda. Lebih dari 400 perusahaan asing telah meninggalkan negara itu.

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa ekonominya dapat turun sebesar 7% hingga 15% tahun ini dan ada kekhawatiran bahwa pemerintah Rusia tidak akan bisa membayar utang-utangnya.

"Industri Rusia terhenti," kata Mironov.

Foucart mengatakan dua faktor akan sangat menentukan apakah biaya perang akan menjadi terlalu besar bagi Putin dalam beberapa minggu mendatang.

Yang pertama adalah apakah industri militer dan pertahanan Rusia dapat bertahan tanpa impor teknologi dari Barat.

Dan yang kedua, apakah dampak sanksi akan cukup untuk mengubah opini publik domestik terhadap Putin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Tecno Megabook K15S Resmi di Indonesia, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh Seharga Rp8,5 Juta

Tecno Megabook K15S Resmi di Indonesia, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh Seharga Rp8,5 Juta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Scorpio Cocok Berteman dengan Zodiak Apa? Ini Daftarnya, Bisa Jadi Sahabat Karib

Scorpio Cocok Berteman dengan Zodiak Apa? Ini Daftarnya, Bisa Jadi Sahabat Karib

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

×