Jerman Akan Investasikan 4 Miliar Euro Untuk ''Perlindungan Iklim Alami''

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 31 Maret 2022 | 13:47 WIB
Jerman Akan Investasikan 4 Miliar Euro Untuk ''Perlindungan Iklim Alami''
DW

Suara.com - Perlindungan Iklim Alami adalah upanya memperkuat keanekaragaman hayati untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Antara lain dengan renaturasi lanskap, penanaman pohon dan penataan ruang.

Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke hari Selasa (29/3) mengumumkan rencana investasi sampai hampir 4 miliar euro untuk "perlindungan iklim alami", melengkapi langkah-langkah ambisius Jerman untuk mengurangi bahan bakar fosil dan emisi karbon.

"Hanya dengan bertindak dengan cara ini kita memiliki kesempatan untuk mencapai target iklim kita, menjadi netral iklim pada tahun 2045, dan melindungi fondasi alami kehidupan untuk anak dan cucu kita," kata SteffiLemke.

"Sudah saatnya kita berhenti bekerja melawan alam, dan memanfaatkan sinergi perlindungan alam dan iklim yang ada."

Rencana aksi yang diumumkan di Berlin bertujuan untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan berkaitan dengan pedesaan Jerman dan kota-kotanya.

Menteri Lingkungan Steffi Lemke menguraikan lima bidang kegiatan, dengan langkah-langkah konkret yang akan diumumkan sepanjang tahun.

Lima agenda iklim Steffi Lemke mengatakan, lahan basah yang utuh akan dilindungi dan lahan basah yang telah dikeringkan akan dipulihkan dengan meningkatkan level air tanah.

Sungai, danau, kolam dan dataran banjir, yang "menyediakan banyak keanekaragaman hayati," juga akan dilindungi. Selanjutnya dia mengatakan, laut Jerman harus dianggap "sebagai sumber mata pencaharian dan bagian penting dari sistem iklim kita."

Agenda perlindungan iklim alami akan memperkuat fungsi alami lautan dengan menggunakannya secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kawasan hutan lindung juga akan diperluas dengan program perlindungan ekosistem hutan.

baca juga

Steffi Lemke mengatakan bahwa hutan yang dimiliki oleh pemerintah federal dan dianggap efektif sebagai penyerap karbon tidak akan ditebang lagi.

Sebagai bagian dari rencana "perlindungan iklim perkotaan", pemerintah mengharapkan untuk menanam sebanyak 150.000 pohon di kota-kota di seluruh Jerman.

Selain itu, taman kota akan mendapat perlindungan khusus karena perannya dalam memberikan keteduhan dan udara yang lebih sejuk dibandingkan jalanan beraspal yang padat dan alun-alun kota yang tandus.

Banyak dari langkah-langkah yang digariskan akan membutuhkan kerja sama dari 16 pemerintah negara bagian Jerman, kata Steffi Lemke. Reaksi beragam Agenda Kementerian Lingkungan disambut dengan reaksi beragam.

Ketua Asosiasi LSM Lingkungan Jerman Sascha Müller-Kraenner menerangkan: "Penyerapan karbon oleh ekosistem alami adalah pilar penting ketiga di jalan menuju netralitas iklim - di samping penghematan energi dan perluasan energi terbarukan."

Kelompok lingkungan lain seperti Greenpeace dan World Wide Fund for Nature (WWF) juga menyambut baik pengumuman tersebut. Namun kalangan petani menyatakan kurang puas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Terkini

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:40 WIB

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×