Salah satu hal dari Mansa Musa yang banyak disoroti sejarawan adalah perjalanannya berhaji.
Ia berhaji dengan membuka jalannya sendiri menuju Mekah dan menempatkan kerajaannya di peta.
Pada 1324 Musa memulai haji dengan membawa rombongan 60 ribu rombongan yang mencakup hakim, tentara, penghibur, pedagang, penunggang unta, 8.000 abdi dalem, 12.000 pelayan, dan 100 unta dengan membawa emas murni.
Tak hanya berhaji, Mansa Musa yang terkenal dengan kekayaan dan kesalehannya, Ia disebut membangun sebuah masjid setiap hari Jumat selama pemerintahannya.
Ia juga memberikan banyak emas pada rakyat untuk menjaga kestabilan ekonomi di beberapa wilayah selama dua belas tahun.
Peran di Dunia Pendidikan
Mansa Musa juga fokus ke dunia pendidikan, sepulangnya ia dari Mekah, ia memboyong sejumlah cendekiawan Islam ke kerajaannya.
Ia juga membawa penyair, seniman, arsitek dan lain sebagainya.
Cendekiawan-cendekiawan dan para seniman itu ia kumpulkan di Timbuktu. Tempat yang kemudian dikenal sebagai salah satu pusat keilmuan di Timur Tengah.
Banyak orang berdatangan dari belahan dunia untuk mencari ilmu di Timbuktu yang kini dikenal dengan Universitas Sankore.
Ziarah, kemurahan hati, dan reputasinya menyadarkan dunia akan kekayaan besar Afrika khusunya Mali.