Meresahkan! Klitih Sudah sampai di Semarang, Videonya Viral Bikin Geram

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Rabu, 06 April 2022 | 09:45 WIB
Meresahkan! Klitih Sudah sampai di Semarang, Videonya Viral Bikin Geram
Video CCTV Klitih di Semarang. (Twitter/@zoelfick)

Suara.com - Kasus klitih kembali menjadi sorotan tajam publik setelah menewaskan seorang pelajar di Gedongkuning, Yogyakarta. Aksi kejahatan itu semakin meresahkan dan menjadi viral setelah terjadi di kota lain, yakni Semarang.

Sebagai informasi, klitih yang awalnya memiliki pengertian aktivitas mencari angin di luar rumah atau keluyuran. Namun, kata ‘klitih’ kini identik dengan segerombolan anak muda yang berkeliaran pada malam hari membawa senjata tajam.

Mereka biasa melukai pengendara motor, baik dengan cara pelaku menaiki motor juga atau melakukan sabetan sambil berlarian. Aksi itu sendiri diberi nama klitih, yang selama ini memang banyak terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun kenyataannya, klitih sudah menyebar hingga Semarang. Hal ini seperti yang dibagikan oleh akun Twitter @/zoelfick. Akun ini membagikan ulang video CCTV aksi klitih yang awalnya dibagikan oleh akun @/portalsemarang.

Klitih merembet sampai Semarang. Nggak ditindak cepat, bisa-bisa jadi tren nasional. Sc: @.portalsemarang,” tulis akun ini sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Rabu (6/4/2022).

Dalam video CCTV, terlihat sekelompok anak muda beraksi melukai pengendara motor yang lewat. Awalnya, seorang pelaku klitih menyabetkan senjata tajam ke arah pengendara motor. 

Setelah itu, pelaku dan gerombolan kawannya tampak membabi buta mengejar pengendara motor dengan menggunakan senjata tajam. Belum diketahui bagaimana keadaan korban, namun keterangan post menyebut pelaku sudah tertangkap.

Kejadian itu berlangsung di Karang Kimpul, Kaligawe, Gayamsari, Semarang pada 3 April 2022 . Meski pelaku sudah ditangkap, namun mereka ditindak dengan restorative justice karena di bawah umur.

Hukuman itu tentu membuat kecewa warganet. Mereka tidak setuju pelaku klitih mendapatkan keringanan hukuman hanya karena masih di bawah umur. Pasalnya, aksi mereka sering memakan korban jiwa.

"Silakan saja disimak berita lengkapnya. Memberi keringanan kepada pelaku klitih ini hanya karena mereka berusia anak-anak, nggak menjamin mereka berhenti," tulis akun ini.

"Dari respons di jagat Twitter, sebagian besar tidak setuju pendekatan restorative justice untuk pelaku klitih. Umumnya menuntut pelaku tetap dapat hukuman berat tuh. Aparat hukum perlu pertimbangkan keresahan publik ini," lanjut akun ini.

Warganet yang menyaksikan video itu juga membanjiri kolom komentar dengan kemarahan. Mereka mengecam aksi pelaku sampai mendesak agar aparat bertindak tegas memberantas klitih yang meresahkan.

Bisa gak orang yang kaya gini kakinya diamputasi aja? Atau tanganya. Kalau bisa kepalanya aja deh lebih bagus. Geram banget, sok jagoan dasar jamet salah pergaulan,” kecam @blus*****kai.

Seriusan esensinya begini? Ini bukannya sudah termasuk sakit jiwa ya? Gangguan perilaku sadistik gitu? Atau psikopat? Kalau yang begini ini mayoritas di suatu kalangan, bukannya masyarakatnya sendiri sebenernya juga sakit?” komentar @re****nre.

Sebenarnya masyarakat sekitar juga merasa tidak nyaman. Sudah dari lama masyarakat melapor pada polisi tapi ketika para klitih itu ketangkep, mereka tetap dibebaskan oleh polisi karena masih di bawah umur,” tambah @itstaro*****3a.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak! Wanita Non Muslim Muntahkan Lagi Minumannya Gara-gara Ditegur Belum Azan

Kocak! Wanita Non Muslim Muntahkan Lagi Minumannya Gara-gara Ditegur Belum Azan

Your Say | Rabu, 06 April 2022 | 09:32 WIB

Viral Video Pria Ucapkan "Mantra" Tak Jelas kepada Rombongan Bocil, Publik Dibuat Gaduh: Ngakak Brutal

Viral Video Pria Ucapkan "Mantra" Tak Jelas kepada Rombongan Bocil, Publik Dibuat Gaduh: Ngakak Brutal

Bogor | Rabu, 06 April 2022 | 09:31 WIB

Warganet Semprot Buzzer yang Ributkan Ngaji di Malioboro, tapi Tragedi Klitih Malah Diam

Warganet Semprot Buzzer yang Ributkan Ngaji di Malioboro, tapi Tragedi Klitih Malah Diam

Riau | Rabu, 06 April 2022 | 09:29 WIB

Alasan Tukang Becak Antarkan Orang ke Bengkel Tanpa Dibayar Ini Bikin Terharu

Alasan Tukang Becak Antarkan Orang ke Bengkel Tanpa Dibayar Ini Bikin Terharu

Your Say | Rabu, 06 April 2022 | 08:49 WIB

Viral Bocil Nyungsep Gara-gara Sepeda Terbelah Jadi Dua, Warganet: Kasihan tapi Ngakak

Viral Bocil Nyungsep Gara-gara Sepeda Terbelah Jadi Dua, Warganet: Kasihan tapi Ngakak

Your Say | Rabu, 06 April 2022 | 08:44 WIB

Fakta Lain Klitih di Gedongkuning dari Pemeriksaan 9 CCTV, DIY Perpanjang PPKM Level 3

Fakta Lain Klitih di Gedongkuning dari Pemeriksaan 9 CCTV, DIY Perpanjang PPKM Level 3

Jogja | Rabu, 06 April 2022 | 08:38 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB