Kisah Penari Muslim Dilarang Tampil di Kuil Menantang Kelompok Konservatif

Siswanto, BBC

Kamis, 07 April 2022 | 13:17 WIB
Kisah Penari Muslim Dilarang Tampil di Kuil Menantang Kelompok Konservatif
BBC

Suara.com - Mansiya VP berusia tiga tahun saat ibunya mendaftarkannya untuk bergabung dengan Bharatanatyam, grup tari berusia ratusan tahun yang berasal dari kuil-kuil Hindu di India.

Langkah itu sangat tak biasa bagi seorang perempuan Muslim dari Malappuram, kawasan di negara bagian selatan, Kerala. Namun ibu Mansiya, Amina, sangat bertekad untuk mendaftarkan putrinya itu dalam kelompok tari tua itu.

Dengan demikian, kedua putrinya tidak hanya mempelajari Bharatanatyam, tetapi juga tarian klasik lainnya seperti Kathakali dan Mohiniyattam.

Baca juga:

Langkah yang mereka ambil bukan lah sesuatu yang mudah. Muslim konservatif dari komunitas mereka berpendapat bahwa gadis-gadis itu tidak boleh mempelajari "tarian Hindu". Kegigihan keluarga mereka pun kerap menjadi pemberitaan.

Pekan lalu - 24 tahun sejak pertama kali bergabung dengan BharatanatyamMansiya kembali muncul di pemberitaan.

Pemicunya kali ini adalah unggahannya viral di Facebook setelah sebuah kuil di Kerala menolak mengizinkan Mansiya tampil pada festival tahunan dengan satu alasan: dia bukan seorang Hindu.

Penyelenggara festival sebetulnya telah menerima lamaran Mansiya, tetapi pengurus kuil menolaknya menari di tempat itu dengan alasan bahwa mereka harus mempertahankan tradisi.

Peristiwa itu semakin mempertegas polarisasi agama di India. Tetapi Mansiya mengatakan "Saya telah mengalami diskriminasi yang jauh lebih buruk. Bagi saya, ini bukan apa-apa."

baca juga

Rintangan pertama

"Keluarga kami memiliki masalah keuangan, tapi kami benar-benar bahagia," kata Mansiya mengenang masa kecilnya. Mansiya kini berusia 27 tahun dan sedang mengambil gelar PhD di Bharatanatyam.

Mansiya pertama kali mengenal seni tari ketika ibunya menonton pertunjukan tari di televisi. Saat itu, dia mengatakan "terpesona oleh kostum warna-warni".

Mansiya dan kakaknya, Rubiya, kemudian didaftarkan ke kelas tari oleh ibu mereka. Ayah mereka yang saat itu bekerja di Arab Saudi juga mendukung. Amina pun memastikan bahwa kedua anaknya itu berlatih setiap hari.

Kehidupan Mansiya dan Rubiya saat itu terbagi antara sekolah, tari, dan agama. Ibu mereka, Amina, merupakan seorang Muslim yang taat. Sedangkan Alavikutty tidak begitu religius, namu tidak mempermasalahkan keyakinan istri maupun anak-anaknya.

Setiap hari sepulang sekolah pada akhir pekan, keluarga Amina akan pergi jauh menggunakan bus demi menemui guru tari terbaik di Kerala, yang menjadi tempat Mansiya dan Rubiya mempelajari enam bentuk tarian.

Terkadang perjalanan yang mereka tempuh mencapai ratusan kilometer, melewati beberapa distrik dalam sehari.

"Hari-hari itu terasa sibuk, tapi kami sudah terbiasa dengan rutinitas itu. Saya menyukainya," kata Mansiya.

Mansiya dan saudarinya kemudian mulai tampil di kuil-kuil dan festival-festival pemuda, yang umum menjadi tempat penampilan bagi para calon penari di Kerala.

Masalah muncul ketika pengurus masjid lokal keberatan. Setelah itu, Mansiya mengatakan pengurus masjid dan guru madrasah setempat meminta mereka untuk tidak menari lagi.

Mansiya -yang saat itu masih terlalu muda untuk memahami situasimenyetujuinya, tetapi Rubiya sering kali pulang ke rumah dengan penuh air mata.

Sebagai orang tua, Amina dan Alavikutty meyakinkan kedua gadis itu bahwa mereka bisa terus menari.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya, tetapi mereka (ayah dan ibu) tidak pernah menunjukkan kekhawatiran mereka kepada kami," kata Mansiya.

Alavikutty -yang pernah bermain dalam drama jalanan ketika masih mudamengatakan keyakinan itu datang karena mereka sadar mereka tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun, situasi memburuk setelah Amina didiagnosis menderita kanker pada 2006.

Alavikutty berjuang mengumpulkan uang demi pengobatan istrinya. Mansiya mengatakan sebuah tawaran bantuan finansial dari luar negeri gagal mereka dapatkan karena pengurus masjid -yang masih marah terhadap gadis-gadis itu yang mempelajari tarian klasikmenolak mendukung permohonan bantuan mereka.

"Saya menemani ibu setiap hari memohon bantuan dari para anggota," kenang Mansiya.

Trauma yang timbul atas kejadian itu membuat Mansiya mempertanyakan hubungan personalnya dengan agama.

Kemudian ketika Amina meninggal pada 2007, Mansiya mengatakan bahwa ibunya tidak diberi tempat peristirahatan di pemakaman setempat.

Tahun-tahun berikutnya jadi terasa sepi dan sulit bagi Mansiya, terutama setelah Rubiya pergi bersekolah ke negara bagian tetangga, Tamil Nadu. Namun kecintaan Mansiya pada seni tari dan dukungan ayahnya memotivasinya untuk terus maju.

Perpecahan agama

Kompleksitas agama di India kerap memunculkan kontradiksi yang menarik. Sebuah studi Pew pada 2021 menemukan bahwa mayoritas orang lintas-agama mendukung toleransi beragama dan segregasi agama.

Sinkretisme telah lama mengakar dalam kehidupan dan budaya sehari-hari, meskipun batasannya sering diuji.

Beberapa musisi klasik India yang paling dicintai adalah Muslim. Musik mereka sering kali bersifat renungan. Banyak dari mereka, seperti Ustad Bismillah Khan dan Allaudin Khan merupakan pemuja Saraswati -dewi pengetahuan dalam Hindu sambil menjalankan keyakinan agamanya sendiri.

Mansiya mengatakan bahwa ketika tumbuh dewasa dia dan Rubiya -yang dijuluki sebagai "VP bersaudara" "telah menari di hampir setiap kuil di distrik Malappuram".

Mereka disambut dengan penuh cinta dan penghargaan dimana-mana. Satu kejadian yang dia ingat, ketika ada anggota komite masjid yang keberatan dengan penampilan Mansiya dan Rubiya di sebuah kuil karena mereka adalah Muslim.

"Tapi setelah penampilan kami, dia sangat tersentuh sehingga dia datang dan memeluk kami," kenangnya.

Ketika kuil Koodalmanikyam di distrik Thrissur membuka lowongan bagi para penari untuk tampil dalam festival tahunan, Mansiya menghubungi penyelenggara.

Penyelenggara kemudian meminta Mansiya mengirimkan informasi detail terkait dirinya. Ketika menanyakan informasi apa saja yang dibutuhkan, dia menggambarkan bahwa apa yang diminta oleh panitia terdengar seperti resume artis. Agama tidak disinggung dalam permintaan itu, kata Mansiya.

Dia telah beratih selama berminggu-minggu ketika penyelenggara lain menghubunginya dan mengatakan bahwa dia tidak bisa tampil karena kuil tidak mengizinkan "non-Hindu" masuk.

Sebagian besar kuil Hindu di India mengizinkan orang dari semua agama untuk masuk dan bahkan berdoa. Tetapi beberapa kuil bersikeras bahwa hanya umat Hindu yang bisa masuk ke area di mana ritual berlangsung.

Setelah unggahan itu viral, pengurus kuil mengatakan mereka harus menolak lamaran Mansiya karena "terikat untuk mengikuti dan mempraktikkan tradisi yang ada".

Mansiya didukung oleh para politisi dan seniman. Tiga penari Hindu mengundurkan diri dari festival itu demi solidaritas.

Keluarganya juga berdiri kokoh di belakangnya - termasuk mertuanya yang beragama Hindu, yang rutin berkunjung ke kuil.

Sementara itu, Alavikutty merasa tidak terganggu oleh kontroversi itu. Bagi dia itu adalah "masalah sepele" apabila dibandingkan dengan apa yang telah mereka lalui.

Mansiya sendiri mengatakan pengalaman itu dia tulis di Facebook karena satu alasan.

"Jika setidaknya satu orang membacanya dan menyadari bahwa seni tidak memiliki agama, saya akan bahagia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebut RUU Ketenagakerjaan Berkeadilan, Dasco Undang Pemimpin Serikat-serikat Buruh

Kebut RUU Ketenagakerjaan Berkeadilan, Dasco Undang Pemimpin Serikat-serikat Buruh

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Semua Komponen Ada di RI, Prabowo Luncurkan Motor Listrik MoLiNas Garapan Anak Bangsa

Semua Komponen Ada di RI, Prabowo Luncurkan Motor Listrik MoLiNas Garapan Anak Bangsa

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:19 WIB

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik

Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:11 WIB

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:08 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan  Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:13 WIB

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:05 WIB

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×