Rusia Alami Eksodus Terbesar Sejak Revolusi Oktober 1917, Mengapa?

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Sabtu, 09 April 2022 | 09:49 WIB
Rusia Alami Eksodus Terbesar Sejak Revolusi Oktober 1917, Mengapa?
DW

Suara.com - Sejak invasi Rusia ke Ukraina, banyak intelektual Rusia yang meninggalkan negaranya karena cemas dengan perkembangan politik di bawah Presiden Vladimir Putin.

Pada malam tanggal 4 Maret 2022, jurnalis investigasi Rusia Andrei Loshak hampir tidak bisa tidur — hal itu sudah dia alami sejak 24 Februari, hari ketika Rusia menginvasi Ukraina.

Dia memeriksa akunnya di aplikasi pesan Telegram, dan menemukan satu pesan khusus yang membuatnya lebih khawatir lagi.

Pesan itu mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah Rusia bisa memberlakukan darurat militer. Artinya, dia tidak mungkin pergi dari negara itu.

Selama beberapa minggu berikutnya, dia mulai memikirkan bagaimana caranya meninggalkan Rusia. Andrei Loshak lalu membeli tiket pesawat ke Tbilisi, ibu kota Georgia.

"Di sini, di Georgia, saya langsung bertemu begitu banyak teman dan kolega dari Moskow dan kota-kota Rusia lainnya," katanya.

Ada kolega dari stasiun siaran Ekho Moskvy (Echo of Moscow) dan TV Rain, yang sekarang dilarang di Rusia.

TV Rain sekarang mendirikan kantor di Georgia. "Rasanya, seluruh sektor media telah beremigrasi," tambahnya.

Eksodus besar-besaran

Berapa banyak orang yang telah meninggalkan Rusia, memang tidak ada datanya, namun satu hal jelas: dalam lima minggu pertama sejak dimulainya perang, Rusia mengalami eksodus terbesarnya sejak Revolusi Oktober tahun 1917.

Beberapa ratus ribu telah meninggalkan negara itu, bahkan ada yang mengatakan sudah lebih satu juta orang.

Untuk masuk ke Georgia atau Armenia, warga Rusia memang tidak perlu visa, cukup membawa paspor saja.

Georgia sendiri memperkirakan sudah menerima lebih dari 100.000 pendatang dari Rusia, Armenia telah melaporkan jumlah yang sama.

Tujuan lain warga Rusia adalah Azerbaijan, Dubai, Turki, Yunani, Bulgaria, Serbia, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, dan bahkan Tajikistan, Mongolia, dan Amerika Selatan.

Banyak juga yang menuju ke negara-negara yang sudah memiliki komunitas Rusia yang besar, seperti Montenegro dan negara-negara Baltik, termasuk Latvia. Sebagian lain beremigrasi ke Israel atau Eropa Barat, terutama ke Jerman.

"Bisa meninggalkan Rusia adalah hak istimewa”

Namun terlepas dari kurangnya informasi tentang berapa banyak orang yang telah pergi, alasan mereka meninggalkan Rusia cukup jelas.

"Rusia mengalami brain drain terbesar dalam sejarah modern," kata Andrei Loshak.

Sutradara, penulis, perancang busana, arsitek, dan selebritas termasuk di antara yang pertama melarikan diri.

Bintang pop Alla Pugacheva, misalnya, sedang membangun kehidupan baru di Israel bersama suaminya, komedian Maxim Galkin.

Pembawa acara talk show Ivan Urgant, bintang top di TV hiburan Rusia, juga ada di Israel.

Bintang rock Zemfira dan pasangannya, aktris Renata Litvinova, berada di Paris.

Sutradara Kirill Serebrennikov, juga terlihat di Paris dan baru-baru ini di Berlin. Kebanyakan dari mereka yang keluar meninggalkan Rusia adalah warga kelas menengah yang bekerja dalam profesi kreatif.

Masa depan mereka masih tidak tentu, dan uang tunai yang mereka bawa sering tidak bisa digunakan. Kartu kredit mereka juga diblokir.

"Bukannya tidak mengejar kehidupan yang lebih baik di luar negeri," kata Andrei Loshak.

"Kami semua telah kehilangan mata pencarian. Gelombang saat ini adalah emigrasi moral: Hati nurani kita tidak mengizinkan kita untuk tinggal di Rusia hari ini, di tengah kerumunan yang meneriakkan 'Zig Heil.'" "Z" dalam "Zig" mengacu pada simbol yang digunakan oleh pendukung Putin.

Sedangkan "Zig Heil" adalah slogan kemenangan kaum Nazi Jerman di masa Hitler.

Andre Loshak punya sebutan baru untuk para intelektual yang lari dari Rusia: "Saya menyebut kami 'orang Eropa Rusia'."

Menurut lembaga jajak pendapat Levada Center, satu-satunya lembaga jajak pendapat independen yang masih ada di Rusia, orang Rusia pro-Eropa yang mengutuk perang di Ukraina membentuk setidaknya 20% dari total populasi Rusia.

Itu berarti sekitar 30 juta orang. Tapi hanya sedikit dari mereka yang benar-benar bisa meninggalkan negara itu.

"Pergi (dari Rusia) bukanlah tindakan yang berani, " kata kritikus sastra terkenal Galina Yuzefovich, yang berangkat ke Turki selatan bersama keluarganya.

"Ini jelas merupakan hak istimewa." Simpatinya justru terutama ada pada mereka yang harus tetap tinggal dan bertahan di Rusia, dalam protes terbuka atau diam-diam. Situasi di Rusia sekarang, kata Galina Yuzefovich, seperti di Jerman pada era Nazi Hitler. (hp/yf )

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Sahkan Resolusi yang Perintahkan Rusia Bayar Ganti Rugi Perang ke Ukraina

PBB Sahkan Resolusi yang Perintahkan Rusia Bayar Ganti Rugi Perang ke Ukraina

News | Selasa, 15 November 2022 | 15:44 WIB

Jokowi: Putin Diragukan Hadir di KTT G20 Bali Minggu Depan

Jokowi: Putin Diragukan Hadir di KTT G20 Bali Minggu Depan

News | Selasa, 08 November 2022 | 11:24 WIB

Volkswagen Dikabarkan Segera Jual Pabriknya di Rusia, Kemungkinan Kepada Pihak Ketiga

Volkswagen Dikabarkan Segera Jual Pabriknya di Rusia, Kemungkinan Kepada Pihak Ketiga

Otomotif | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:51 WIB

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Otomotif | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina

Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina

Video | Minggu, 09 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Warga Ceko Patungan Beli Tank untuk Pasukan Ukraina

Warga Ceko Patungan Beli Tank untuk Pasukan Ukraina

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:21 WIB

Invasi Rusia ke Ukraina Belum Mereda, Toyota Hentikan Produksi di St Petersburg dan Tawarkan Pesangon

Invasi Rusia ke Ukraina Belum Mereda, Toyota Hentikan Produksi di St Petersburg dan Tawarkan Pesangon

Otomotif | Sabtu, 24 September 2022 | 14:40 WIB

PM Kanada Sebut Invasi Putin ke Ukraina Sudah Gagal

PM Kanada Sebut Invasi Putin ke Ukraina Sudah Gagal

News | Kamis, 22 September 2022 | 16:03 WIB

Emmanuel Macron Kecam Sikap Negara Netral atas Ukraina, Indonesia Termasuk?

Emmanuel Macron Kecam Sikap Negara Netral atas Ukraina, Indonesia Termasuk?

Your Say | Kamis, 22 September 2022 | 10:34 WIB

Buka Lagi, Gerai McDonald's di Ukraina Langsung Diserbu Pembeli

Buka Lagi, Gerai McDonald's di Ukraina Langsung Diserbu Pembeli

Foto | Kamis, 22 September 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:27 WIB

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:24 WIB