Soroti Situasi Ukraina di Depan Menlu Kanada, Menteri Retno: Seruan Indonesia Hentikan Perang Sekarang!

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 11 April 2022 | 13:18 WIB
Soroti Situasi Ukraina di Depan Menlu Kanada, Menteri Retno: Seruan Indonesia Hentikan Perang Sekarang!
Menlu Retno Marsudi menerima kunjungan Melanie Joly di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (11/4/2022). Soroti Situasi Ukraina di Depan Menlu Kanada, Menteri Retno: Seruan Indonesia Hentikan Perang Sekarang! (bidik layar video)

Suara.com - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly, Senin (11/4/2022). Dalam pertemuan bilateral, keduanya juga membahas isu regional dan internasional di antaranya terkait situasi di Ukraina dan Kepresidenan G20.

Dalam jumpa pers secara virtual, Senin (11/4/2022), Retno menuturkan keduanya prihatin dengan situasi yang terjadi di Ukraina. Kata Retno, dirinya dan Menlu Joly juga menekankan bahwa prinsip menghormati  integritas dan kedaulatan wilayah harus dijaga

"Yang pasti, kami memiliki keprihatinan yang sama tentang situasi di Ukraina. Kami berbagi pandangan yang sama tentang menjunjung prinsip, menghormati integritas dan kedaulatan wilayah. Saya menggarisbawahi bahwa prinsip-prinsip itu harus dijunjung secara konsisten oleh semua negara," ucap dia.

Selain itu, Retno dalam pertemuan tersebut Retno menyerukan agar perang dihentikan. Namun ia tak menyebut negara yang menyerang.

Kata Retno masing-masing harus menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan perang.

"Saya juga menggarisbawahi seruan Indonesia untuk menghentikan perang sekarang. Ketegangan harus dikurangi dan negosiasi harus diintensifkan," kata dia.

"Masing-masing dari kita harus menggunakan pengaruh kita untuk menghentikan perang.Perang hanya membawa penderitaan bagi umat manusia dan bagi kita semua," sambungnya. 

Lanjut Retno, ia juga menekankan pentingnya G20 bagi masyarakat dunia.

"Orang orang tengah menunggu hasil nyata dari G20," ungkap Retno.

baca juga

Retno menyebut bahwa G20 memberikan solusi panjang diantaranya pemulihan ekonomi. Karena itu, ia menegaskan Indonesia akan terus membuka komunikasi dengan semua anggota G20. 

Hal ini menyusul adanya Menteri Keuangan Amerika Serikat yang akan absen dalam pertemuan tingkat menteri keuangan G20 tahun ini jika terdapat perwakilan dari Rusia.

"Kami seharusnya tidak boleh kehilangan tanggung jawab jangka panjang G20 sebagai diskusi ekonomi teratas dan sebagai pemicu pemulihan ekonomi. Indonesia akan terus membuka komunikasi dan konsultasi terbuka dengan semua anggota G20," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Kunjungan Pertama Menteri Luar Negeri Kanada, Menlu Retno Fokus Kerjasama Ekonomi

Terima Kunjungan Pertama Menteri Luar Negeri Kanada, Menlu Retno Fokus Kerjasama Ekonomi

News | Senin, 11 April 2022 | 12:54 WIB

Khotbah Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Serukan Dukungan Invasi Di Ukraina

Khotbah Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Serukan Dukungan Invasi Di Ukraina

News | Senin, 11 April 2022 | 10:46 WIB

Cerita Pengalaman Puasa WNI di Ukraina: Rindu Masak Makanan Indonesia

Cerita Pengalaman Puasa WNI di Ukraina: Rindu Masak Makanan Indonesia

Video | Senin, 11 April 2022 | 10:00 WIB

Acer Hentikan Bisnis di Rusia

Acer Hentikan Bisnis di Rusia

Tekno | Minggu, 10 April 2022 | 20:53 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×