Kepala PPATK Ungkap Cikal Bakal Investasi Bodong di Indonesia

Erick Tanjung, Achmad Fauzi

Senin, 18 April 2022 | 19:29 WIB
Kepala PPATK Ungkap Cikal Bakal Investasi Bodong di Indonesia
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Suara.com/Novian).

Suara.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan kasus investasi bodong tidak hanya terjadi saat ini saja, tetapi sudah sejak lama.

Salah satunya, kasus investasi bodong berbasis tambang emas atau yang lebih dikenal Bre-X Minerals pada 1993. Pada saat itu, pihak Bre-X Minerals mengklaim telah membeli tambang emas di Kalimantan untuk mendongkrak nilai saham, tapi ternyata semua itu kabar bohong.

"Jadi yang kita bicarakan ini hanya pengulangan sejarah saja. 1993 kita sudah ada yang namanya Bre-X, terus kemudian penggandaan uang, piringnya bisa berubah-ubah. Tapi masakannya itu-itu saja," ujar Ivan dalam Webinar, Senin (18/4/2022).

Dengan kata lain, Dia melanjutkan, kasus investasi bodong sebenarnya ada pada setiap zaman. Hanya saja tata caranya berbeda di setiap zaman.

Pada dahulu kala, cara seperti Bre-X untuk meyakinkan orang investasi, namun kini setelah ada digitalisasi, banyak segilintir pihak menawarkan investasi bodong lewat platform-platform

"Dulu tidak ada yang namanya Indodax, PPATK, bahkan bank juga masih manual. Dulu tidak ada namanya fintech, tidak ada bitcoin, etherium, block chain, dan segala macam. Lalu kita create itu semua, kita cari uang di itu semua, Lalu ketika kita cari uang apakah kita ciptakan semacam api-api, ciptakan racun-racun dari rejeki kita?" kata dia.

Maka dari itu Ivan merasa khawatir dengan adanya digitalisasi ini membuat kejadian investasi seperti binary option bisa terulang. Bahkan, bisa membuat kerugian masyarakat yang lebih besar lagi.

"PPATK bekerja keras, OJK bekerja keras, Bareskrim bekerja keras, konsultan semuanya bekerja keras, tapi kemudian apakah history-nya akan berubah lagi?" imbuh dia.

"Kemarin ada Langit Biru, lalu First Travel, whatever lah. Ke depan kan history-nya berulang tapi dengan eskalasi yang lebih besar. Apa itu yang mau kita lakukan? Presiden mengatakan clear, bahwa ini tuh harus diseriusi. Kemudian kami masuk ke green financial crime yang tidak kalah seriusnya," pungkas Ivan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Tiktok Cash? Hati-Hati Terjebak Investasi Bodong

Apa Itu Tiktok Cash? Hati-Hati Terjebak Investasi Bodong

Bisnis | Senin, 18 April 2022 | 15:22 WIB

Diluncurkan Awal 2022, PPATK Terima 240 Juta Laporan Soal Keuangan Melalui GoAML

Diluncurkan Awal 2022, PPATK Terima 240 Juta Laporan Soal Keuangan Melalui GoAML

News | Senin, 18 April 2022 | 12:52 WIB

Jokowi Minta PPATK Tingkatkan Kemampuan Tangani Masalah Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme

Jokowi Minta PPATK Tingkatkan Kemampuan Tangani Masalah Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme

News | Senin, 18 April 2022 | 12:35 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×