Perang Ukraina dan Tindakan Pasukan Rusia: Kami Dijadikan Tameng Manusia

Siswanto, BBC

Senin, 25 April 2022 | 16:14 WIB
Perang Ukraina dan Tindakan Pasukan Rusia: Kami Dijadikan Tameng Manusia
BBC

Suara.com - BBC telah menemukan bukti nyata bahwa pasukan Rusia menangkapi warga sipil Ukraina dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

Dalam beberapa wawancara di Desa Obukhovychi, penduduk mengatakan bahwa mereka dibawa dari rumah masing-masing dengan todongan senjata dan ditahan di sebuah sekolah oleh pasukan Rusia yang berusaha menghentikan laju tentara Ukraina.

Penduduk setempat juga memberikan laporan tentang tentara Rusia yang menembaki warga sipil dan menahan lainnya di dalam dan sekitar Ivankiv, desa tetangga.

Pada 14 Maret malam, pasukan Rusia di Obukhovychi diserang dan kehilangan sejumlah personel serta kendaraan lapis baja saat tentara Ukraina tengah mendapatkan kembali wilayahnya.

Saat malam tiba, penduduk setempat, yang berlindung di ruang bawah tanah mereka, mendengar ledakan dan suara gemeretak kendaraan lapis baja yang sedang bermanuver.

Mereka telah berada di bawah pendudukan Rusia sejak awal invasi, daerah itu berada di poros utama laju pasukan Rusia.

Obukhovychi berjarak 100 km dari Kyiv, dekat dengan Belarus dan tepat di selatan zona eksklusif di sekitar lokasi reaktor nuklir Chernobyl.

Kami berhasil berbicara dengan banyak warga tentang apa yang terjadi di malam itu. Mereka semua menceritakan kisah yang sama atas peristiwa selama 24 jam yang membuat trauma penduduk desa itu.

Beberapa keluarga menggambarkan bagaimana pasukan Rusia bergerak dari rumah ke rumah, menangkapi warga dengan todongan senjata, dan menggiring mereka ke sekolah lokal - di mana tentara Rusia lalu menggunakan mereka sebagai tameng.

baca juga

Banyak rumah di desa itu bertuliskan kata "warga" yang dicat di pagar-pagar - cara untuk memperingatkan tentara agar berhati-hati dan tidak melukai mereka.

Namun, pada akhirnya, tanda itu dimanfaatkan pasukan Rusia.

Kami diberitahu bahwa jika penghuninya tidak membuka pintu rumah, tentara Rusia akan mendobraknya.

Sekitar 150 warga sipil, termasuk orang tua dan anak-anak kecil, lalu dibawa dari ruang bawah tanah di rumah-rumah mereka menuju ke gedung sekolah.

"Mereka [pasukan Rusia] itu orang-orang fasis, pengacau. Ini adalah kekacauan, anak-anak dan orang-orang menangis...

"Saya tidak ingin berbicara tentang Rusia. Mereka bukan manusia," kata Ivan, warga berusia 60 tahun kepada kami.

Lydmila Sutkova menggambarkan suasana teror saat mereka dikumpulkan ke gedung sekolah.

"Ketika terjadi ledakan, kami mengira langit-langit ruangan akan runtuh, dan ini akan menjadi kuburan massal."

Warga lain memberi tahu kami bahwa beberapa tentara Rusia saat itu tengah mabuk, dan mengancam akan membawa mereka ke Belarus.

Maria Bilohovost, nenek berusia 89 tahun, memberi tahu kami bahwa dia selamat dari Perang Dunia Kedua dan bahwa penjajah Rusia seperti orang Jerman saat itu.

"Kecuali mereka berbicara bahasa Rusia, jadi saya tahu apa yang mereka katakan."

Dia mengatakan orang Rusia meninggalkannya di rumah, tetapi membawa seluruh keluarganya - termasuk cucu perempuannya Maryana dan cicit perempuan Marharyta.

Maria mengatakan Marharyta yang berusia dua tahun masih menunjukkan tanda-tanda kecemasan.

Ibu Maryana, Olena, memberi tahu kami bahwa dia takut mereka semua akan ditembak di ruang gym.

"Saya mengkhawatirkan putri saya. Saya tidak bisa berkata-kata. Saya masih takut. Anak dua tahun seharusnya tidak melihat senapan mesin."

Olena mengatakan bahwa ketika Rusia menduduki desa, para perempuan muda dan remaja bersembunyi di dalam rumah mereka.

"Kami benar-benar ketakutan. Saat seorang perempuan pergi mencari kayu untuk menyalakan api di rumahnya - dia ditembak di kaki. Mereka melakukannya hanya untuk bersenang-senang."

Di Obukhovychi, tidak ada pembantaian massal terhadap warga sipil - tetapi kami diberitahu cerita tentang sejumlah orang, termasuk seorang pendeta lokal, yang dibunuh.

Desa tetangga Termakhivka dibangun di sekitar persimpangan jalan yang sepi, di mana jalan selanjutnya mengarah ke Belarus, Chernobyl, Warsawa, dan Kyiv.

Ada kendaraan dan fasilitas militer yang terbakar - yang pernah dikendalikan pasukan Rusia tetapi sekarang dikuasai oleh Ukraina.

Seorang pria lokal, Bogdan, 25 tahun, mengatakan dia ditahan selama 15 hari di luar ruangan dalam suhu di bawah nol derajat - sering diikat dan disumpal - oleh pasukan Rusia.

Dia menggulung kaki celananya untuk menunjukkan di mana seorang tentara Rusia telah menembaknya.

"Dia mendudukkan saya di bangku dekat rumah, mengarahkan senapan mesinnya ke arah saya dan menembak lutut saya ... alasannya adalah saya punya adik laki-laki.

"Dia berdinas sebagai tentara. Mereka menemukan topi militer dan foto-foto militernya."

Bogdan juga membawa kami melintasi ladang yang tergenang air untuk menunjukkan kepada kami sepetak tanah - yang katanya adalah kuburan dangkal.

Rusia memaksanya untuk menggali lubang, ungkap Bogdan, sehingga mereka bisa mengubur mayat seorang pria yang telah ditembak.

Untuk bisa sampai ke desa-desa ini butuh upaya keras. Itu berarti harus pergi jauh, melintasi jembatan ponton dan melalui hutan lebat.

Wilayah Ukraina ini meliputi sungai-sungai dan rawa. Itu salah satu penyebab mengapa laju pasukan Rusia terhenti.

Sekarang pasukan Rusia telah menarik diri dari daerah ini, yang perlahan-lahan terhubung kembali ke seluruh negeri.

Sementara kami berada di sana, pasukan Ukraina memperbaiki jembatan sementara di atas sungai, di jalan menuju ibu kota, di sebelah reruntuhan salah satu jembatan yang diledakkan Rusia saat mereka mundur ke Belarus.

Puluhan relawan membantu, menyalakan api, membuat sup, menebang pohon, menggali tunggul dan merapikan jalan-jalan yang baru.

Di daerah-daerah di mana pasukan Ukraina memegang kendali, semakin banyak bukti bahwa pasukan Rusia berulang kali melanggar hukum perang.

Pertanyaannya adalah bagaimana pasukan Rusia memperlakukan warga sipil Ukraina di tempat-tempat yang masih mereka tempati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi Grooming Naik ke Runway, Perawatan Diri Jadi Bagian dari Ekspresi Gaya

Teknologi Grooming Naik ke Runway, Perawatan Diri Jadi Bagian dari Ekspresi Gaya

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×