Suara.com - Partai Buruh Australia mengatakan tidak akan melanjutkan penerapan visa pertanian bila mereka menang dalam pemilihan umum di tingkat federal tanggal 21 Mei mendatang.
Partai Buruh yang sekarang ini menjadi partai oposisi utama akan memperkuat skema visa yang sudah ada, bernama Pergerakan Pekerja Pasifik Australia (PALM), menggantikan visa khusus yang diperuntukkan bagi pekerja di bidang kehutanan, perikanan dan pekerja pertanian yang sudah diumumkan sebelumnya oleh pemerintahankoalisi Liberal/Nasional.
Program visa yang dikenal dengan nama visa pertanian tersebut pada mulanya bertujuan mendatangkan pekerja-pekerja dari kawasan Asia Tenggara namun sejauh ini belum satu pun pekerja yang tiba di Australia.
Partai Buruh mengatakan pemerintah juga akan membayar di muka biaya perjalanan para pekerja asal Pasifik untuk datang ke Australia, mengizinkan pekerja asal Pasifik membawa keluarganyadan bekerja di sini, dan memungkinkan mereka juga mendapatkan status visa permanen.
Menteri Urusan Pembangunan Internasional Bayangan Pat Conroy mengatakan pendekatan baru diperlukan untuk membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja di Australia dan juga membina hubungan lebih baik dengan negara-negara Pasifik.
"
"Visa pertanian pemerintahan sekarang ini tidak berjalan, belum ada satu pun pekerja yang datang di bawah visa pertanian," katanya.
""Visa itu tidak membantu petani Australia dan gagal membantu masyarakat Australia secara keseluruhan," kata Conroy.
Pat Conroy berjanji untuk membantu ongkos kedatangan para pekerja, yang akan ditanggung oleh pemerintah Australia sampai sekitar A$300 (sekitar Rp3 juta) yang nantinya akan dibayar oleh para pekerja lewat pajak yang mereka bayarkan.
Visa Pertanian Australia ini semula diumumkan tahun lalu oleh Partai Nasional di sela-sela penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Inggris dan Australia namun sejauh ini belum ada satu pun pekerja yang tiba.
Visa tersebut dimaksudkan untuk mendatangkan pekerja terampil, semi terampil dan mau pun tidak terampil ke Australia.
Bulan lalu nota kesepahaman sudah dicapai antara Australia dan Vietnam sehingga pekerja dari negara tersebut bisa datang namun aturan mengenai pengaturan pajak bagi pekerja asing untuk bisa bekerja di Australia belum lagi dibicarakan di tingkat parlemen.
Dituduh cuma ganti bungkus
Menteri Pertanian Australia David Littleproud mengatakan rencana penghentian visa pertanian oleh Partai Buruh bila mereka menang pemilu "akan menyebabkan meningkatnya biaya hidup bagi seluruh rakyat."
"Partai Buruh hanya mengganti bungkus skema pasifik yang sudah ada, dan menghilangkan kesempatan bagi pekerja terampil dan semi terampil dari Vietnam," kata Menteri Littleproud.
Masih belum jelas apakah nantinya pemerintahan Partai Buruh akan menghormati perjanjian yang sudah disepakati dengan Vietnam.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB
Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya
Otomotif | Senin, 15 Juni 2026 | 21:32 WIB
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB
Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu
Entertainment | Senin, 15 Juni 2026 | 21:19 WIB
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB
Terkini
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB