Musim Dingin Tiba Lebih Awal di Australia Tahun Ini

Siswanto | ABC | Suara.com

Jum'at, 06 Mei 2022 | 12:41 WIB
Musim Dingin Tiba Lebih Awal di Australia Tahun Ini
Musim dingin di Australia. [Shutterstock]

Suara.com - Meski secara "resmi" saat ini wilayah tenggara Benua Australia sebenarnya masih berada di musim gugur, namun cuaca musim dingin telah tiba lebih awal.

Perubahan suhu yang lebih dingin dari biasanya terjadi setelah angin dingin melanda wilayah ini Rabu (04/05) kemarin.

Pada Kamis pagi, menurut laporan dari Biro Meteorologi setempat, udara dingin yang menggantikan udara hangat (lazim disebut cold front) diperkirakan sudah mereda, namun kumpulan udara dingin yang luas masih tersisa.

"Kondisi cuaca seperti ini akan mendatangkan hujan, badai petir, sedikit hujan es, dan suhu udara yang sangat jauh di bawah rata-rata," jelas Christie Johnson dari Biro Meteorologi.

Suhu di wilayah tenggara diperkirakan anjlok empat hingga delapan derajat Celcius di bawah rata-rata.

"Akan sangat dingin dibandingkan dengan apa yang kita alami awal pekan ini," ujar Christie.

Adanya cold front saat ini bukanlah hal yang unik, namun kedatangan musim dingin seperti ini sedikit mengejutkan dengan temperatur yang sangat dingin.

Suhu udara di Melbourne misalnya, diperkirakan maksimum hanya 13C pada hari Jumat besok.

"Jika suhunya maksimal hanya 13 derajat, ini mungkin yang pertama kali sejak tahun 1962," jelas Christie.

Selain itu, salju diperkirakan akan turun di Tasmania, wilayah pegunungan Victoria, dan wilayah pengunungan New South Wales dari selatan hingga ke Blue Mountains di utara.

Angin, hujan, dan dingin di Tasmania

Meski di daratan Benua Australia diperkirakan tidak akan terjadi curah hujan yang besar, tapi ada potensi terjadi petir terutama di wilayah yang lebih tinggi.

Namun lain ceritanya dengan Tasmania.

Di sini akan terjadi kondisi low, yang dalam terminologi cuaca, ditandai dengan badai angin, hujan, dan suhu dingin.

Angin, hujan dan suhu dingin di dataran rendah pantai timur Tasmania diperkirakan akan terjadi seiring dengan pergerakan cold front.

Belum bisa dipastikan di mana tepatnya titik terendah dan seberapa buruk kondisi low ini.

Tetapi tampaknya saat ini hujan deras dan angin yang berpotensi merusak akan terjadi di timur dan selatan Tasmania.

"Terjadi curah hujan baru-baru ini sehingga daerah tangkapan air sudah penuh, akibatnya kita menghadapi risiko banjir di sana," jelas Christie.

Ia menambahkan, selain banjir bandang, wilayah itu juga berpotensi mengalami badai petir.

Kondisi cuaca seperti ini akan meningkat pada Kamis malam sebelum mencapai puncaknya pada Jumat siang.

Hujan diperkirakan terus akan berlangsung hingga sistem cuaca seperti ini berhenti pada Sabtu malam.

Terjadi beberapa kali dalam setahun

Terminologi "kondisi low di pantai timur" bukanlah istilah yang dengan gampang dipakai oleh para ahli meteorologi.

Kriteria yang tepat untuk sistem udara dengan kondisi low agak berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Tapi umumnya mencakup badai besar yang merusak di sepanjang pantai timur.

"Untuk Tasmania, kami merasa aman untuk menyebutnya kondisi low di pantai timur," kata Christie Johnson.

"Kondisi ini berkembang di sepanjang pantai timur Tasmania dan diperkirakan membawa dampak yang cukup signifikan," ujarnya.

Angin dingin sepanjang tahun ini memang lazim terjadi, tapi kondisi low seperti ini di Tasmania merupakan kejutan bagi sistem udara di sana.

"Kita mengalami tekanan low ini beberapa kali dalam setahun, tapi intensitasnya bervariasi," jelas Christie.

Layanan darurat SES memperingatkan curah hujan akan mencapai 100mm dibarengi dengan kecepatan angin 100 kilometer per jam untuk daerah pesisir.

Direktur SES Tasmania Leon Smith telah mengimbau warga pedalamn dan perkotaan untuk bersiap-siap menghadapi banjir.

"Waspadai kemungkinan pohon tumbang mengingat kecepatan angin, yang juga dapat menyebabkan pemadaman listrik. Hati-hati jika berada di luar, terutama saat berkendara," katanya.

"Bila menemukan air banjir saat mengemudi, jangan sekali-kali melewatinya," tambah Leon.

Pada hari Jumat (06/05), Kota Hobart diperkirakan mengalami suhu maksimum 15C dengan kemungkinan 95 persen hujan dengan curah hujan 60mm hingga 80mm.

Di bagian utara, prakiraan suhu maksimum 13C untuk Kota Launceston dengan peluang 100% hujan antara 25mm hingga 35mm.

Pada hari Jumat di perbukitan Ben Lomond, suhu maksimum diperkirakan hanya 2C dan terendah -1C. Ada kemungkinan 100 persen hujan dengan curah hujan 35mm hingga 50mm, turun menjadi salju di ketinggian 1.200 meter.

Di Tasmania tengah, wilayah Mount Field diperkirakan mengalami suhu 2C hingga 6C pada hari Jumat, dengan kemungkinan curah hujan 40mm hingga 70mm, turun menjadi salju di wilayah ketinggian 1.100m.

Untuk penduduk di wilayah terdampak, ikuti terus informasi terbaru di ABC Emergency.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News untuk ABC Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan

Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:00 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:24 WIB

BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan

BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan

Bri | Kamis, 23 April 2026 | 21:21 WIB

Terkini

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB