Penghitungan Suara Pemilu Filipina: Ferdinand Marcos Jr Memimpin Suara

Siswanto, ABC

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:19 WIB
Penghitungan Suara Pemilu Filipina: Ferdinand Marcos Jr Memimpin Suara
Calon Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, dalam salah satu acara kampanye di Provinsi Ilocos Norte, 25 Maret 2022 lalu. [Ted Aljibe/AFP/Getty]

Suara.com - Putra diktator Filipina yang terguling Ferdinand Marcos memimpin dalam penghitungan suara tidak resmi dari pemilihan presiden Senin (09/05) kemarin.

Penghitungan tidak resmi menunjukkan bahwa Marcos Junior  yang dikenal sebagai "Bongbong", telah melampaui 27,5 juta suara yang dibutuhkan untuk mayoritas, sekaligus menyiapkan panggung untuk kembalinya kekuasaan keluarga Marcos yang dulunya tak terpikirkan, 36 tahun setelah kemundurannya yang memalukan ke pengasingan setelah digulingkan oleh "kekuatan rakyat."

Marcos Jr memiliki 29,9 juta suara - dua kali lipat dari Leni Robredo, Wakil Presiden petahana negara itu - dengan 93,8 persen dari surat suara yang memenuhi syarat dihitung, menurut penghitungan tidak resmi Komisi Pemilihan Umum  (COMELEC).

Jumlah pemilih sekitar 80 persen, dan hasil resminya diharapkan akan diketahui sekitar akhir bulan Mei.

Leni Robredo meminta pendukungnya untuk menerima hasil

Pemenangnya akan menjabat pada 30 Juni untuk masa jabatan tunggal enam tahun sebagai pemimpin Filipina yang terpukul keras oleh dua tahun wabah dan lockdown COVID-19.

Marcos belum mengklaim kemenangan dan menolak untuk merayakannya, sebaliknya menawarkan apa yang dia sebut pernyataan terima kasih.

"Saya harap Anda tidak akan bosan mempercayai kami," kata Marcos kepada para pendukungnya dalam sambutan yang disiarkan di Facebook, sebuah platform di jantung strategi kampanyenya.

"Ada banyak hal yang harus kami lakukan," katanya.

"Dan upaya sebesar ini tidak hanya melibatkan satu orang."

baca juga

"Setiap usaha sebesar ini tidak melibatkan satu orang, ini melibatkan sangat, sangat banyak orang yang bekerja dengan cara yang sangat, sangat berbeda."

Banyak di antara jutaan pemilih Robredo marah dengan apa yang mereka lihat sebagai upaya kurang ajar oleh mantan keluarga pertama yang dipermalukan untuk menggunakan penguasaan media sosialnya untuk menemukan kembali narasi sejarah pada masa kekuasaannya.

Berbicara kepada para pendukungnya, Robredo mengatakan bahwa, terlepas dari kekhawatiran tentang proses pemilihan, penting untuk menerima hasilnya.

"Saya tahu tidak mudah bagi Anda untuk menerima angka-angka yang keluar dari hitungan cepat," katanya.

“Meskipun masih ada [suara] yang harus dihitung, meskipun masih ada pertanyaan tentang pemilihan ini yang perlu ditanggapi, suara rakyat semakin jelas.

"

"Atas nama Filipina, yang saya tahu Anda sangat cintai, kita perlu mendengarkan ini karena, pada akhirnya, kita hanya berbagi satu negara."

"

Keluarga Marcos kembali dari pengasingan pada 1990-an dan sejak itu menjadi satu kekuatan politik yang cukup dominan, karena topangan pengaruh kekayaan besar dan koneksi luas.

Marcos Jr telah menjabat sebagai gubernur, anggota kongres dan senator, saudara perempuannya, Imee, saat ini menjadi senator dan ibunya, Imelda - pialang kekuasaan yang berpengaruh dan janda mendiang diktator - menjabat empat periode di Dewan Perwakilan Rakyat.

Pendekatan 'orang kuat'

Marcos Jr tidak menampilkan platform kebijakan nyata, berkampanye dengan pesan persatuan yang sederhana namun ambigu.

Kepresidenannya diharapkan akan meneruskan kebijakan Rodrigo Duterte, sosok yang memiliki pendekatan yang keras dan kuat, yang terbukti populer dan membantunya mengkonsolidasikan kekuasaan dengan cepat.

Presiden mendatang kemungkinan akan berhadapan dengan keinginan warga menuntut Duterte atas ribuan pembunuhan selama memberlakukan kebijakan anti-narkobanya.  Kematian ini juga sudah diselidiki oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Keuntungan terbesar Marcos adalah dengan mengamankan putri Duterte - walikota kota Davao selatan Sara Duterte-Carpio - sebagai pasangannya, sehingga ia bisa memanfaatkan dukungan ayahnya dan membantu dia untuk membuat terobosan ke wilayah pemilih baru.

Kemitraan mereka telah menggabungkan kekuatan suara dari kubu politik utara dan selatan, meningkatkan peluang mereka sekaligus menambah kekhawatiran para aktivis hak asasi manusia.

Penghitungan tidak resmi menunjukkan Duterte-Carpio memenangkan kursi wakil presiden dengan selisih besar.

Marcos Jr dikritik karena melewatkan debat presiden dan membuat beberapa penampilan media selama kampanye, untuk membatasi pengawasan sekaligus mengontrol pesan yang akan ia sampaikan melalui jaringan influencer dan blogger yang diberikan akses luas ke acara-acaranya.

Hasilnya penghitungan tak resmi hari ini menunjukkan keberhasilan besar dari operasi media sosial yang canggih oleh Marcos yang, menurut para kritikus, telah berusaha untuk mendiskreditkan catatan sejarah tentang kronisme, penjarahan, dan kebrutalan selama pemerintahan otoriter ayahnya. 

Sekitar setengah dari masa berkuasa Ferdinand Marcos ada di bawah darurat militer.

Terlepas dari temuan resmi yang bertentangan, keluarga Marcos menyangkal telah menyedot miliaran dolar kekayaan negara selama masa kepemimpinannya yang oleh para sejarawan dianggap sebagai salah satu kleptokrasi paling terkenal di Asia.

Banyak pendukung Marcos Jr, yang lahir setelah pemberontakan 1986, yakin bahwa narasi masa lalu itu adalah kebohongan yang dijajakan oleh lawan-lawannya.

Saat suara mulai masuk, para pendukung berkumpul di luar markas kampanye Marcos  mengibarkan bendera dan meneriakkan "Marcos, Marcos, Marcos" dengan gembira.

"

"Kami sangat senang karena keunggulannya yang besar ... persatuan benar-benar menang," kata Melai Ilagan, 20.

"

"Keinginan Bongbong Marcos agar kita semua bersatu menjadi kenyataan."

Alex Holmes, seorang ekonom di Capital Economics, mengatakan kemenangan itu "menempatkan Marcos dalam posisi yang kuat."

“Mengingat latar belakang keluarganya, dan karir politiknya yang buruk hingga saat ini, ada kekhawatiran di kalangan investor bahwa pemilihannya akan memicu korupsi, nepotisme, dan pemerintahan yang buruk,” katanya.

"Presiden yang akan datang juga ingin mengejar hubungan yang lebih dekat dengan China ... dan hubungan yang mesra dengan China kemungkinan akan melibatkan konflik dalam hubungan dengan sekutu Filipina, AS."

Pemilu 'relatif damai' meskipun antreannya panjang

Dengan demikian Marcos akan membalas kekalahannya dari Robredo dalam pemilihan wakil presiden 2016, dengan kekalahan tipis dengan hanya 200.000 suara yang hasilnya gagal ia balikkan.

Keduanya punya sejarah persaingan sengit dan menghasilkan jurang politik selama lebih dari empat dekade, setelah Robredo bersekutu dengan gerakan yang menggulingkan Marcos Sr.

Sekitar 65 juta orang Filipina memenuhi syarat untuk memberikan suara untuk memutuskan penerus Duterte setelah enam tahun berkuasa, ditambah ribuan jabatan lainnya, dari anggota parlemen dan gubernur hingga wali kota dan anggota dewan.

COMELEC menyatakan pemilihan berjalan "relatif damai" meski mencatat 15 insiden keamanan, termasuk apa yang dikatakan polisi sebagai pembunuhan tiga anggota pasukan penjaga perdamaian di dekat sebuah tempat pemungutan suara di selatan negara itu.

Jumlah pemilih yang tinggi menyebabkan antrean panjang, diperparah di beberapa daerah oleh malfungsi pada 533 dari 106.000 mesin hitung yang digunakan, memicu kekhawatiran dari para kandidat .

Persatuan Pengacara Rakyat Nasional - yang anggotanya termasuk orang-orang yang dianiaya di bawah era darurat militer Marcos Sr - mengatakan hasil pemilihan ini "melampaui pemahaman yang sederhana", dan membidik apa yang dikatakan sebagai revisi sejarah yang dilakukan Marcos Jr.

"

"Fakta bisa lebih aneh dari fiksi. Atau, lebih tepatnya, fiksi bisa dikemas ulang menjadi fakta," katanya dalam sebuah pernyataan.

"

"Kami akan melanjutkan pertarungan lebih intens dan menunggu waktunya kami bebas dari mimpi buruk yang kini bangkit lagi."

Temario Riviera, mantan profesor ilmu politik di Universitas Filipina, mengatakan bahwa kemenangan Marcos mewakili "konsentrasi kekuatan politik dinasti terburuk dalam sejarah politik negara itu."

"Tetapi kampanye [Wakil Presiden Leni] Robredo juga telah melahirkan kekuatan oposisi yang dapat menantang impunitas rezim yang berkuasa, jika dipimpin secara memadai oleh para pemimpin progresif yang dapat menginspirasi dan bergerak bersama rakyat."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas

Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:07 WIB

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:04 WIB

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:56 WIB

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:54 WIB

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:50 WIB

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:49 WIB

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:47 WIB

PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri

PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

Terkini

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:19 WIB

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:18 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:17 WIB

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:15 WIB

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:06 WIB

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:03 WIB

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

×