facebook

Contoh Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022: Waktunya Berbenah Diri Setelah Ramadhan

Chyntia Sami Bhayangkara
Contoh Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022: Waktunya Berbenah Diri Setelah Ramadhan
Contoh Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022 (Pexels)

Berikut ini contoh khutbah Jumat bulan Syawal 2022.

Suara.com - Setelah melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat muslim kini tengah berada di bulan Syawal yang penuh keistimewaan. Bulan Syawal menjadi bulan kemenangan, bulan penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Anda bisa mengangkat tema ini sebagai contoh khutbah jumat bulan syawal.

Bulan Syawal pula menjadi bulan untuk berbenah diri dan menerapkan segala amalan yang rutin dilakukan di bulan Ramadhan. Untuk merayakan bulan kemenangan ini, Suara.com telah merangkum contoh teks khutbah Jumat bulan Syawal yang ditulis Alif Budi Luhur yang berjudul “Khutbah Jumat: Momen Berbenah Diri Pasca-Ramadan” yang diunggah melalui laman NU Online.

Berikut ini contoh teks khutbah Jumat di bulan Syawal 2022 singkat dan bermanfaat yang bisa menjadi referensi untuk kamu.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, Bolehkah Digabung dengan Puasa Syawal?

Bulan Ramadan telah lewat dan kita telah memasuki bulan Syawal yang mungkin bagi kebanyakan orang “kurang istimewa”. Bulan Ramadan hadir dengan melipatgandakan pahala, menekan hawa nafsu, dan momen menumpuk amal saleh sebanyak-banyaknya.

Ramadan menjadi saat-saat penggemblengan hamba menjadi orang yang semakin dekat dengan Allah atau mencetak insan yang bertakwa. 

Di dalam Ramadan, umat Islam dianugerahi sebuah malam spesial bernama Lailatul Qadar yang setara dengan seribu bulan. Artinya melakukan satu amal kebaikan di malam itu setara dengan 1000 amal kebaikan pada malam-malam di luarnya.  Tidurnya orang berpuasa bernilai ibadah, diamnya orang yang berpuasa bernilai tasbih, doanya dikabulkan, dan balasan atas perbuatan baiknya dilipatgandakan.

“Setiap amal kebaikan manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Baca Juga: Puasa Syawal Sampai Kapan? Simak Waktu Pelaksanaan dan Batas Akhir Puasa

Mengapa Allah memberikan anugerah yang luar biasa semacam itu? Hal ini bisa dipahami setidaknya dalam dua sudut pandang.

Komentar