Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?

Bella | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:31 WIB
Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis)
  • Menteri Kesehatan memproyeksikan defisit JKN BPJS Kesehatan mencapai Rp20–30 triliun, ditutup APBN pusat.
  • Tekanan keuangan ini berpotensi menyebabkan keterlambatan pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan operasional.
  • Penyesuaian iuran struktural didorong, berdampak utama pada kelompok masyarakat menengah ke atas melalui subsidi silang.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kondisi keuangan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan berpotensi mengalami defisit besar. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong penyesuaian iuran sebagai langkah menjaga keberlanjutan program.

Budi menyebut BPJS saat ini diproyeksikan menghadapi defisit hingga puluhan triliun rupiah. Kekurangan tersebut selama ini terus ditutup melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

“BPJS sekarang kondisinya itu akan defisit Rp20 sampai Rp30 triliun. Nah, itu sudah akan ditutup tahun ini dari anggaran pemerintah pusat sebesar Rp20 triliun. Tapi itu akan terjadi setiap tahun,” kata Budi ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, tekanan keuangan yang berulang berisiko menimbulkan dampak langsung terhadap layanan kesehatan, terutama keterlambatan pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan.

“Itu akan terasa dengan penundaan pembayaran ke rumah sakit-rumah sakit. Jadi rumah sakit-rumah sakit alami kesulitan untuk operasionalnya,” imbuhnya.

Menurut Budi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan yang bersifat struktural dalam sistem pembiayaan JKN, termasuk melalui penyesuaian iuran peserta.

“Itu sebabnya harus ada perubahan yang struktural. Dan teman-teman mesti tahu ya, kalau tarif dinaikkan untuk orang-orang miskin, desil 1 sampai 5, itu kan nggak ada pengaruh. Karena orang-orang miskin itu kan dibayari oleh pemerintah,” katanya.

Budi menegaskan, dampak penyesuaian iuran terutama akan dirasakan kelompok masyarakat menengah ke atas. Ia menyebut konsep asuransi sosial dalam BPJS memang menekankan prinsip subsidi silang antar peserta.

“Yang nanti akan ada pengaruh adalah orang-orang yang menengah ke atas sebenarnya. Yang konsepnya asuransi sosial BPJS memang ada orang yang kaya itu mensubsidi yang miskin, sama seperti pajak. Pajak kan orang kaya bayaran lebih, tapi dia dapat akses jalan sama dengan orang yang miskin. Jadi ada prinsip pro-subsidi seperti itu,” ujar Budi.

Saat rapat dengan DPR pada Senin (17/2) lalu, Menkes Budi mengakui bahwa kebijakan tersebut memang tidak populer, namun dinilai tetap harus dilakukan.

Budi juga menyebut bahwa belanja kesehatan nasional telah melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang rata-rata hanya 5 persen dalam satu dekade terakhir.

Pada 2023, total belanja kesehatan mencapai Rp614,5 triliun, naik 8,2 persen dari Rp567,7 triliun pada 2022. Kondisi ini dianggap tidak sehat bagi keberlanjutan sistem kesehatan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Iuran BPJS Naik 2026 Tidak Lebih Mahal dari Beli Rokok, Warga Miskin Aman

Menkes Budi: Iuran BPJS Naik 2026 Tidak Lebih Mahal dari Beli Rokok, Warga Miskin Aman

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:02 WIB

BPJS Kesehatan untuk Korban Pelanggaran HAM Berat, Rieke: Jaminan Sosial Hak Konstitusi

BPJS Kesehatan untuk Korban Pelanggaran HAM Berat, Rieke: Jaminan Sosial Hak Konstitusi

DPR | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:51 WIB

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:25 WIB

Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat

Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:06 WIB

Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 17:15 WIB

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:29 WIB

Kemenkes: Puasa Ramadhan Bantu Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Kemenkes: Puasa Ramadhan Bantu Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 20:20 WIB

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Video | Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:00 WIB

Lantik Direksi BPJS, Cak Imin Minta Jaminan Sosial Harus Bikin Rakyat Produktif dan Tak Jatuh Miskin

Lantik Direksi BPJS, Cak Imin Minta Jaminan Sosial Harus Bikin Rakyat Produktif dan Tak Jatuh Miskin

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:39 WIB

Prihati Pujowaskito, Dirut BPJS Kesehatan Pilihan Prabowo yang Selera Otomotif No Kaleng-kaleng

Prihati Pujowaskito, Dirut BPJS Kesehatan Pilihan Prabowo yang Selera Otomotif No Kaleng-kaleng

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:52 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB