Suasana Sunyi dan Tegang Selimuti Gaza Setahun Selepas Perang

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 13 Mei 2022 | 15:04 WIB
Suasana Sunyi dan Tegang Selimuti Gaza Setahun Selepas Perang
DW

Suara.com - Mei 2021, perang besar-besaran meletus di Gaza antara Israel dan Hamas. Setahun kemudian, suasana masih sunyi dan tegang. Warga takut akan kemungkinan pecahnya konflik baru.Jajaran tanaman melon dan bunga matahari membentang ke arah pagar keamanan yang mengelilingi Jalur Gaza.

Di kejauhan terlihat pinggiran Kota Gaza. Setahun lalu saat perang meletus, wilayah komunitas (kibbutz) Nahal Oz dan area ladang mereka di selatan Israel menjadi zona militer tertutup. "Kami di sini hanya 500 meter dari perbatasan dengan Gaza," kata Daniel Rahamim, seorang anggota kibbutz.

"Tahun lalu, kami habiskan sebagian besar waktu dengan tinggal di dalam bunker."

Setahun kemudian suasana berangsung tenang, tapi tetap tidak stabil. "Sekarang tenang, tapi dalam satu menit bisa terjadi perang karena sesuatu telah terjadi di Yerusalem. Namun, kami berusaha menerima dan hidup dalam keadaan ini," ujar Daniel Rahamim.

Sore hari pada 10 Mei 2021, Hamas dan faksi Palestina lainnya meluncurkan serangan roket ke Yerusalem, Israel membalas tembakan.

Perang habis-habisan pun terjadi selama 11 hari berikutnya. Di Gaza, 261 warga Palestina termasuk warga sipil, anak-anak, dan militan tewas, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Sementara di Israel, Iron Dome dapat memblokade sebagian besar roket dari Gaza.

Korban jiwa Israel mencapai 16 orang termasuk anak-anak, pekerja asing, dan seorang tentara. Konflik tersebut diawali konfrontasi berminggu-minggu antara warga Palestina dan polisi Israel di Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, salah satu situs tersuci bagi umat Islam.

Konfrontasi lain terjadi di wilayah Yerusalem timur Sheikh Jarrah, tempat sejumlah keluarga Palestina menunggu keputusan apakah akan diusir dari rumah mereka karena rencana pembangunan pemukiman Yahudi.

Sunyi dan tegang di selatan Israel Bagi Nadav Peretz, pekerja sosial di Pusat Ketahanan Sha'ar Ha Negev dekat kota Sderot, konflik ini berbeda dari konflik sebelumnya. "Sangat, sangat intens. Kami dihujani ratusan roket dalam 11 hari, saya tidak ingat jumlah pastinya. Ada sekitar 20 hingga 50 tanda bahaya setiap harinya," katanya.

baca juga

Menurut Pasukan Pertahanan Israel, lebih dari 4.000 roket ditembakkan oleh Hamas, Jihad Islam, dan kelompok militan lainnya di Gaza ke Israel. Banyak yang ditujukan ke wilayah selatan dan kota-kota besar seperti Tel Aviv.

Militer Israel mengatakan telah menyerang lebih dari 1.500 target di Jalur Gaza, termasuk di antaranya sistem terowongan bawah tanah.

Bahkan hingga kini, apa yang oleh warga setempat disebut sebagai sirene 'peringatan merah' bisa berbunyi setiap saat. Ini adalah sirene yang memperingatkan penduduk akan adanya roket atau mortir yang ditembakkan oleh gerilyawan Palestina di Gaza ke Israel. Orang-orang hanya punya waktu maksimal 15 detik untuk mencari perlindungan.

Di pusat pemulihan Sderot di Distrik Selatan Israel, relawan spesialis trauma terus bekerja sepanjang tahun untuk membantu penduduk dan komunitas lokal mengatasi tekanan dan trauma dari ancaman yang sampai saati ini masih berlangsung.

"Kami memberi tahu orang-orang, bahwa adalah normal jika kita bereaksi terhadap situasi yang tidak normal," kata Peretz.

Gaza setelah perang terakhir Sementara di seberang pagar pengaman, di Gaza, kenangan dan trauma pertempuran sengit Mei tahun lalu juga masih terasa hingga hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko

Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:47 WIB

5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer

5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:34 WIB

Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026

Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?

Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:20 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar

Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB