facebook

Jaksa Agung Pernah Ngamuk Lantaran Terdakwa Mendadak Pakai Koko atau Hijab: Sekarang Rompi Aja

Dany Garjito | Fita Nofiana
Jaksa Agung Pernah Ngamuk Lantaran Terdakwa Mendadak Pakai Koko atau Hijab: Sekarang Rompi Aja
Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin. ANTARA/HO-Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung

"Makanya saya ngamuk waktu itu, terus enggak ada lagi, sekarang pakai rompi aja," ujar ST Burhanuddin.

Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui bahwa ia pernah mengamuk pada anak buah saat terdakwa korupsi yang mendadak pakai pakaian religius menjelang sidang.

Hal ini dinyatakan sendiri oleh Burhanuddin saat datang ke podcast Deddy Corbuzer yang tayang Kamis (12/5/2022).

"Makanya selalu dikatakan bahwa koruptor itu adalah kerah putih, saya enggak tahu sekaranga apa karena pakai kaus oblong juga bisa," ungkap Burhanuddin seperti yang dikutip dari podcast Deddy Coerbuzier.

"Jangankan kaus oblong mas, kayak ustaz aja bisa kok," imbuhnya.

Baca Juga: Viral Video Kamar Kos Dipenuhi Tumpukan Sampah, Warganet: Gangguan Psikologi

Menurut Burhanuddin, sebelumnya banyak terdakwa yang mendadak mengenakan baju koko hingga peci selama persidangan.

Oleh karena itu, ia sempat melarang penggunaan baju koko waktu sidang.

Jaksa Agung, Burhanuddin (Youtube/Deddycorbuzier)
Jaksa Agung, Burhanuddin (Youtube/Deddycorbuzier)

"Makanya saya melarang teman-teman itu di daerah dulu itu kalau sidang terdakwa pakaiannya dikasih baju kok pakai peci, itu saya marah mas," ungkap Burhanuddin.

Menurutnya penggunaan baju koko, peji, maupun hijab pada terdakwa yang sebelumnya tak memakai atribut keagamaan malah akan menciptakan image buruk bagi pemakai hijab maupun baju koko.

"Tadinya enggak berhijab, itu malah merusak (image orang yang berhijab). Makanya saya ngamuk waktu itu, terus enggak ada lagi, sekarang pakai rompi aja," tambah lainnya.

Baca Juga: Ramai di Twitter 'Indonesia Terlalu Panas', Meme Tangan Pengendara Gosong Usai Motoran Tanpa Sarung Tangan Viral

Pada podcats Deddy Corbuzier, secara lebih luas Burhanuddin membahas tentang kasus korupsi minyak goreng.

Komentar