Penyakit Hepatitis Pada Anak Terus Menyebar, Akankah Sampai Australia?

Siswanto, ABC

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:33 WIB
Penyakit Hepatitis Pada Anak Terus Menyebar, Akankah Sampai Australia?
Ilustrasi anak sakit (Freepik)

"Mereka menemukan virus atau bakteri tertentu, yang ada di setiap anak-anak yang terkena itu."

Namun pihak berwenang di Inggris sudah berhasil mengidentifikasi dan mulai memfokuskan diri pada beberapa hal.

"Dugaan utama ini ada hubungannya dengan adenovirus," tulis mereka dalam penjelasan kesehatan terbaru.

"Namun kami masih terus menyelidikikemungkinan peranan virus COVID dan mencoba melihat apakah adanya komponen racun di dalamnya."

Apa itu adenovirus dan mengapa jadi penyebab?

Adenovirus merujuk pada keluarga besar virus umum yang biasanya menyebabkan gejala seperti flu, demam, sakit perut dan gangguan pada mata.

Virus ini sekarang dianggap sebagai penyebab utama, paling tidak di Inggris, karena 72 persen dari anak-anak yang terkena wabah hepatitis tersebut positif mengidap adenovirus.

Para peneliti Inggris menduga bahwa sebagian anak-anak menjadi rentan terkena infeksi adenovirus selama pandemi COVID, karena dengan adanya 'lockdown', anak-anak itu tidak banyak terekspos padavirus.

Mereka mengatakan "adanya gelombang besar adenovirus yang jarang terjadi"telah menimbulkan "komplikasi yang jarang terjadi sebelumnya".

Tetapi beberapa pakar termasuk Dr Mackay mengatakan menetapkanadenovirus sebagai sebab mungkin sama sekali tidak benar.

baca juga

"Kebanyakan menduga ini karena adenovirus hanya karena banyaknya sampel positif adenovirus, namun mungkin itu tidak tepat karena adenovirus adalah virus yang memang banyak beredar," kataDr Mackay.

"Harus diingat bahwa banyak virus yang beredar bahkan selama 'lockdown'."

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penetapan adenovirus sebagai sebab tidak bisa menjelaskan "parahnya gejala klinis pada kasus yang ada".

Analisa lebih lanjut dari setiap kasus menemukan bahwa mereka semuamengidap adenovirus subtipe 41, yang sering menimbulkan gejala seperti diare, muntah-muntah, dan sakit perut, namun tidak menimbulkan kerusakan hati yang parah.

Menurut Professor Hardikar, adenovirus bisa menyebabkan gejala parah pada pasien yang mengalami masalah kekebalan tubuh, namun tidakbanyak dikaitkan dengan anak-anak yang sehat.

"Adenovirus tidak pernah dikaitkan sebagai penyebab gagalnya fungsi hati yang parah sehingga susah mencari kaitannya," katanya.

"Kecuali adanya virus yang betul-betul mematikan, besar kemungkinan adanya faktor tambahan seperti respon tubuh yang buruk atau hal lain."

Peneliti mencoba melihat kemungkinan lain termasuk COVID-19

Teori lain yang juga sedang dibahas menurut Professor Hardikar adalah adanya faktor tambahanseperti apakah anak-anak tersebut infeksi virus lain termasuk COVID-19, sehingga membuat mereka mengalami gejala lebih parah.

Sejauh ini hanya ada sedikit kasus di mana anak-anak yang terkena hepatitis tersebut juga positif COVID-19.

Namun pengetesan lebih lanjut dilakukan untuk melihat seberapa besar antibodi yang dimiliki anak-anak karena COVID dan apakah mereka pernah positif di masa lalu.

Kemungkinan lainnya adalah wabah ini disebabkan oleh virus yang sama sekali baru, atau versi adenovirus yang bermutasi yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Tetapi Dr Mackay mengatakan rendahnya kandungan virus dari sampel yang sudah ada membuat para peneliti belum berhasil melakukan pemetaan keseluruhan virus tersebut.

"Sejauh ini dan mungkin karena analisisnya belum selesai, tidak ada pertanda bahwa ini adalah virus adenovirus yang baru," katanya.

"Namun karena kita belum mendapat data lengkap, kita belum sepenuhnya yakin juga."

Yang sudah jelas adalah tidak ada bukti yang menghubungkan kasus hepatitis ini dengan vaksin COVID-19.

"

"Mayoritas kasus adalah balita, dan mereka terlalu muda untuk mendapatkan vaksin," kata para peneliti.

"

Akankah wabah ini terjadi di Australia?

Melihat kasus ini sudah terjadi di berbagai negara, Dr Mackay memperkirakan kasus ini nanti akan juga ditemukan di Australia.

"Ini sudah terjadi di lebih dari 20 negara, jadi saya akan heran kalau nanti tidak terjadi di sini."

NamunProfessor Hardikar menekankan bahwa kasus ini masih termasuk jarang, bahkan di negeri seperti Inggris, dan dokter spesialis sudah berpengalaman menangani kasus hepatitis aneh yang terjadi pada anak-anak.

"Kita sudah mengetahui, namun belum menemukan kasus ini dan sejak tahun lalu, kita belum pernah melakukan pencangkokan hati pada anak-anak," katanya.

Menurut para pakar penting sekali bagi para orang tua untuk mengetahui tanda-tanda hepatitis - terutama jaundis(kulit menjadi kuning), warna air kencing yang hitam, muntah-muntah dan rasa pusing.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:08 WIB

Arti Nama Putra Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Sarat Makna Indah dan Doa

Arti Nama Putra Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Sarat Makna Indah dan Doa

Entertainment | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:01 WIB

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:48 WIB

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:44 WIB

Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK

Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:42 WIB

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:34 WIB

Profil Lilik Budi Supriyanto, Pengusaha dan Ayah Staf Admin KPK yang Terseret Kasus Bupati Pemalang

Profil Lilik Budi Supriyanto, Pengusaha dan Ayah Staf Admin KPK yang Terseret Kasus Bupati Pemalang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:56 WIB

Terkini

Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban

Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:41 WIB

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Jogja | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:31 WIB

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:29 WIB

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

Lampung | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:27 WIB

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:26 WIB

×