facebook

Heboh Ratu Kecantikan Estonia Sebut Polisi Bali Korupsi dan Habiskan Uang Turis, Panen Hujatan Walau Sudah Minta Maaf

Reza Gunadha | Elvariza Opita
Heboh Ratu Kecantikan Estonia Sebut Polisi Bali Korupsi dan Habiskan Uang Turis, Panen Hujatan Walau Sudah Minta Maaf
Miss Global Estonia 2022 Valeria Vasilieva. (Instagram/@lerusi_k)

Dalam video TikTok-nya, ia menyebut polisi Bali korup dan akan menghabiskan uang para turis dengan dalih pemeriksaan berbagai dokumen.

Suara.com - Tingkah polah turis internasional di Bali kerap meramaikan pemberitaan dalam negeri. Mulai dari yang positif sampai yang membuat publik mengelus dada menahan emosi, semua kerap mewarnai media sosial Indonesia.

Salah satunya seperti yang dilakukan Miss Global Estonia 2022, Valeria Vasilieva. Lewat akun TikTok @lerusi_k, Valeria mengungkapkan kekesalannya dengan penegakan hukum oleh polisi setempat.

Saking kesalnya, Valeria bahkan sampai menyebut polisi Bali sebagai sosok koruptor yang bakal menghabiskan uang turis internasional.

"Kalau kalian ingin liburan ke Bali, siap-siap saja. Karena polisi akan menghentikanmu, di mana aja, untuk memeriksa dokumen yang kamu punya," kata Valeria, dikutip Suara.com, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Bule Ini Minta Maaf Setelah Sebut Polisi Korupsi, Ni Luh Djelantik : Harus Klarifikasi, Tak Cukup Minta Maaf

"(Kalau kalian tidak punya dokumen lengkap) mereka akan menghabiskan semua uang yang kamu punya untuk para polisi yang korupsi ini. Good luck," pungkasnya.

Miss Global Estonia 2022 Valeria Vasilieva menyebut polisi Bali korupsi karena menilangnya dan akan menghabiskan uang para turis internasional. (Instagram/@niluhdjelantik)
Miss Global Estonia 2022 Valeria Vasilieva menyebut polisi Bali korupsi karena menilangnya dan akan menghabiskan uang para turis internasional. (Instagram/@niluhdjelantik)

Video yang kembali diunggah oleh akun Instagram Niluh Djelantik ini tentu langsung menuai banyak hujatan warganet, lantaran Valeria diberhentikan polisi akibat melanggar peraturan lalu lintas di sana.

Dengan kata lain, polisi hanya menegakkan peraturan dan menetapkan tilang serta denda atas Valeria. Namun Valeria menganggap tindakan yang diterimanya sebagai bentuk korupsi kepolisian.

Kini dalam video terpisah, Valeria menyampaikan permohonan maaf atas video tersebut. Ia mengaku hanya khilaf dan terlalu emosional setelah dihentikan polisi.

Valeria pun menegaskan bahwa ini adalah kesalahan pertamanya dan sangat manusiawi baginya untuk gugup hingga berlebihan dalam mengungkapkan rasa kesalnya.

Baca Juga: Mobil Parkir di Sepanjang Trotoar Ubud Jadi Sorotan Warganet, Hak Pejalan Kaki Dipertanyakan

"Saya minta maaf atas video yang ramai tersebut," katanya, sambil menambahkan sederet pujian untuk Bali yang dianggapnya menjadi salah satu destinasi liburan terbaik yang pernah ia kunjungi.

Komentar