facebook

Videonya Jadi Konten Hoaks, UAS: Akan Dipertanggungjawabkan Dihadapan Allah

Ruth Meliana Dwi Indriani
Videonya Jadi Konten Hoaks, UAS: Akan Dipertanggungjawabkan Dihadapan Allah
Ustadz Abdul Somad. (Twitter/@UAS_AbdulSomad)

UAS bereaksi cepat atas video ceramahnya yang dinilai dijadikan hoaks. Melalui laman Instagram resminya, UAS mengunggah video asli dengan durasi lebih panjang.

Suara.com - Ustaz Abdul Somad alias UAS mulai geram dengan tindakan segelintir orang yang menjadikan video ceramahnya sebagai konten hoaks. Ia mengingatkan bahwa seluruh perbuatan di dunia akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Beredar sebagai video UAS di TikTok ketika sedang ceramah. Dalam video pendek itu, UAS seakan-akan memperbolehkan masyarakat untuk mencuri listrik dan air, karena itu bukan milik negara, melainkan milik umat manusia.

Video itu viral hingga UAS mendapat hujatan di setiap akun yang memposting video tersebut. Ia melalui potongan video tersebut dianggap mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan melanggar hukum.

UAS bereaksi cepat atas apa yang menyebar di media sosial. Melalui laman Instagram resminya, UAS mengunggah video asli dengan durasi lebih panjang. 

Baca Juga: Dituding Singapura Ekstremis, Ini Riwayat Pendidikan Ustaz Abdul Somad dari SD hingga S3

Ternyata video yang sebenarnya berbeda dengan apa yang menyebar di TikTok. Situasinya, UAS menjawab pertanyaan dari seseorang tentang apa hukumnya mencuri air dari PDAM, untuk digunakan sebagai air wudhu.

"Saya termasuk tim sosialisasi tentang fatwa haram mencuri listrik PLN, karena ada orang berpendapat, karena negara tidak adil, maka boleh mencuri listrik negara, karena negara tidak adil, maka boleh mencuri listrik negara," kata UAS dalam video tersebut.

"Perlu dijelaskan bahwa air dan listrik bukan punya negara, air dan listrik punya umat. Maka mencuri listrik dan air bukan mencuri barang milik negara, tapi mencuri barang milik umat. Minta ampunnya nanti kepada seluruh umat di akhirat," lanjutnya.

UAS menjelaskan dalam ceramahnya percuma orang banyak beramal, jika semasa hidup gemar mengambil hal orang lain. Menurutnya, hal itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

"Ingat, ada orang nanti di akhirat, datang menghadap Allah pada hari Kiamat. Sholatnya banyak, puasanya banyak, zakatnya banyak, tapi amal yang banyak itu habis gara-gara mengambil hak orang lain. Jangan sampai mengambil hak orang lain," lanjut UAS dalam video tersebut.

Baca Juga: Kisah Lawas Pencurian Pertama Ustaz Abdul Somad di Pesawat, Ditegur Teman: Berdosa Kau

Namun, video ceramah itu kemudian dijadikan konten hoaks oleh warganet TikTok. Seorang pengguna TikTok menambahkan tulisan dalam video tersebut jika UAS memperbolehkan umat mencuri air.

"'Adil bagi satu orang belum tentu adil bagi yang lain'. Ceramah begini mengajari warga satu negara untuk jadi pencuri dengan alasan ketidakadilan," tuding seorang warganet TikTok.

Mengenai video ceramahnya disebut mengajarkan umat boleh mencuri, UAS langsung memberikan klarifikasi. Ia mengingatkan bahwa seluruh perbuatan dosa akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

"Video pendek dipotong, disebarkan, karena kebencian. Video asli yang panjang. Kebencian itu datang dari hoax, hoax itu melahirkan kebencian. Semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah," tulis akun @ustadzabdulsomad_official.

Klarifikasi yang dilakukan UAS melalui instagram pribadinya mendapat respons dari para pengikutnya. Mereka prihatin dengan apa yang menimpa UAS, hingga ia mendapat tuduhan dari masyarakat.

"MasyaAllah ustadz, semoga Allah selalu melindungi ustadz dari orang yang membenci," komentar salah satu warganet.

"Semoga Allah Ta'ala beri hidayah untuk orang" yang memfitnah dan membenci ustadz," kata warganet lain.

"Pentingnya beli kuota yg banyak agar nontonnya gak kepotong..Semoga Allah selalu melindungi ustaz," komentar warganet.

"Gara-gara videonya dipotong menyesatkan banyak orang," tambah yang lain.

Ini bukan kali pertama UAS diterpa kabar hoaks. Belum lama ini, rumah UAS di Pekanbaru dikabarkan terbakar hingga habis.

UAS kemudian memberi klarifikasi bahwa rumah yang terbakar itu bukan miliknya, melainkan rumah sahabatnya yang ada di Pekanbaru.

Kontributor : Lukman Hakim

Komentar