Singgung Ancaman 9/11, Deretan Pernyataan Mendagri Singapura Soal UAS

Ruth Meliana Dwi Indriani

Selasa, 24 Mei 2022 | 12:09 WIB
Singgung Ancaman 9/11, Deretan Pernyataan Mendagri Singapura Soal UAS
Ustaz Abdul Somad. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]

Suara.com - Kasus penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapura pekan lalu berbuntut panjang. Hingga kini pro dan kontra mengenai hal tersebut masih ramai dibicarakan masyarakat.

Bahkan, umat Islam yang tergabung dalam Pembela Syariah Islam (Perisai) berbondong-bondong menyambangi Kedutaan Besar Singapura pada Jumat (20/5/2022). Mereka menuntut pemerintah Singapura meminta maaf karena telah menolak UAS masuk ke negaranya.

Alih-alih meminta maaf, Pemerintah Singapura memutuskan buka suara dan menjelaskan sejumlah alasan mengapa mereka menolak Ustad Abdul Somad masuk ke negaranya.

Menyadur Channel News Asia, berikut beberapa pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam terkait alasan penolakan UAS masuk Singapura:

1. UAS Menyebarkan Ajaran Ektremis dan Segregasi

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan bahwa UAS telah dikenal sebagai pemuka agama yang menyebarkan ajaran ektremis dan segregasi. Menurut mereka, hal inilah yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

2. Ancaman Serangan 9/11

Tekait penolakan yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura, media sosial diramaikan dengan tagar #boikotsingapura hingga adanya ancaman-ancaman lainnya.

Mendagri Singapura, K Shanmugam menyoroti beragam tuntutan dari sekelompok pendukung UAS yang muncul di media sosial. Di antaranya tuntutan agar Singapura segera minta maaf dalam waktu 48 jam hingga menyatakan bahwa Singapura merupakan negara Islamofobia.

baca juga

Ia mengatakan ada pula ancaman bahwa akan adanya pengusiran Kedutaaan Singapura untuk Indonesia. Shanmugam juga mengungkap adanya ancaman pendukung UAS akan mengirim pasukan organisasi Islam garis keras yang akan membuat serangan seperti serangan 9/11 di New York.

"Ancaman tersebut menyebutkan serangan 9/11 bakal dilakukan terhadap Singapura oleh pendukung seorang pengkhotbah yang dilarang memasuki negara itu (UAS)," ujar Shanmugam seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (24/5/2022).

3. Pengaruh Ceramah Bom Bunuh Diri

Shanmugam mengungkapkan, pada Januari 2020 lalu, Pemerintah Singapura pernah menahan seorang remaja berusia 17 tahun. Ia tersandung Undang-undang Keamanan Internal yang dimiliki Singapura.

Menurut Shanmugam, seteleh diselidiki, remaja tersebut sering mendengarkan ceramah UAS di YouTube dan beranggapan dan percaya, jika dirinya berjuang untuk ISIS dan melakukan bom bunuh diri, maka ia akan menjadi martir.

Shanmugam beranggapan, pernyataan remaja tersebut merupakan salah satu contoh konsekuensi dari ceramah yang disampaikan UAS di YouTube.

"Jadi Anda bisa lihat, khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata," kata Shanmugam.

4. UAS Sebut Non-Muslim Kafir

Shanmugam juga mempersoalkan pernyataan UAS yang kerap menyinggung agama lain, seperti menyebut Kristen dan non-Muslim sebagai kafir. Menurut dia, istilah tersebut dapat berpotensi menyulut perpecahan dan menganjurkan kekerasan antarumat beragama.

"Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan perpecahan. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," demikian katanya.

Sebagai informasi tambahan, di akun Intagramnya UAS mengatakan jika dirinya datang ke Singapura karena ingin berlibur dan mengunjungi berbagai tempat objek wisata.

Dia ingin menikmati kuliner, menginap dan belanja untuk kebaikan ekonomi Singapura. Namun sayangnya ia kecewa karena ditolak masuk Singapura.

"UAS ke Singapura ingin berlibur. Akan kunjungi berbagai tempat objek wisata, akan makan, menginap, belanja, mengeluarkan dana untuk kebaikan ekonomi Singapura. Tapi Singapura ternyata tolak UAS," tulis UAS di akun Instagram.

UAS mengatakan jika dirinya enggan pergi lagi ke Singapura dan menghabiskan banyak uang di sana. Ia pun mengimbau masyarkat agar menggunakan uangnya untuk wakaf dan membangun peasantren.

"Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura," katanya, seraya mengajak masyarakat agar mengalihkan uang itu untuk wakaf, membangun pesantren.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Singapura Ingatkan Bahaya Ceramah UAS: Remaja Bisa Jadi Radikal

Mendagri Singapura Ingatkan Bahaya Ceramah UAS: Remaja Bisa Jadi Radikal

Sumsel | Selasa, 24 Mei 2022 | 11:25 WIB

Abu Janda 'Labrak' Ahmad Dhani yang Serukan Boikot Singapura dan Sindir Buzzer Haram Olok-olok Ustaz Abdul Somad

Abu Janda 'Labrak' Ahmad Dhani yang Serukan Boikot Singapura dan Sindir Buzzer Haram Olok-olok Ustaz Abdul Somad

Sumbar | Selasa, 24 Mei 2022 | 10:56 WIB

Pembatasan Dilonggarkan, Cek Aturan Ini Sebelum Jalan-Jalan Ke Singapura

Pembatasan Dilonggarkan, Cek Aturan Ini Sebelum Jalan-Jalan Ke Singapura

Lifestyle | Selasa, 24 Mei 2022 | 10:43 WIB

UAS Ditolak, Dosen FISIP: Hak Singapura Lindungi Negaranya dari Radikalisme

UAS Ditolak, Dosen FISIP: Hak Singapura Lindungi Negaranya dari Radikalisme

Batam | Selasa, 24 Mei 2022 | 10:03 WIB

Profil Presiden Singapura, Dihujat Pendukung UAS dan Pernah Diancam Pro ISIS

Profil Presiden Singapura, Dihujat Pendukung UAS dan Pernah Diancam Pro ISIS

News | Selasa, 24 Mei 2022 | 09:53 WIB

Pendeta Saifuddin Ejek UAS Pakai Sebutan Jin, Buya Yahya Pernah Ingatkan Jangan Hina Ulama

Pendeta Saifuddin Ejek UAS Pakai Sebutan Jin, Buya Yahya Pernah Ingatkan Jangan Hina Ulama

Riau | Selasa, 24 Mei 2022 | 08:24 WIB

Terkini

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna

4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming

Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming

Jogja | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z

Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung

Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung

Jogja | Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia

Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026

Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:44 WIB

×