Perang Ukraina: Perjuangan Ibu Rusia Selamatkan 2 Putranya dari Pertempuran

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 29 Mei 2022 | 17:28 WIB
Perang Ukraina: Perjuangan Ibu Rusia Selamatkan 2 Putranya dari Pertempuran
BBC

Suara.com - Ketika dua putra Marina dipanggil oleh angkatan bersenjata Rusia untuk menjalani wajib militer, perempuan itu tidak keberatan anak-anaknya melakukan dinas militer selama setahun.

"Saya katakan kepada mereka bahwa mereka harus mengabdi," kata Marina kepada saya, "ini adalah tugas mereka kepada ibu pertiwi".

Namun beberapa minggu kemudian ia mulai khawatir. Anaknya ditugaskan di area yang dekat dengan perbatasan Ukraina.

Pada tanggal 24 Februari Presiden Vladimir Putin memerintahkan tentara Rusia untuk menginvasi Ukraina. Pada hari itu juga, Marina (bukan nama sebenarnya) hilang kontak dengan putra-putranya.

"Waktu seakan berhenti bagi saya. Saya tidak bisa makan. Saya tidak bisa tidur," ujarnya. "Saya berbalas pesan dengan para ibu peserta wajib militer lain dari unit yang sama. Ternyata banyak dari mereka yang hilang kontak dengan anak-anaknya juga."

Kremlin telah berjanji bahwa tentara wajib militer Rusia tidak akan dikirim ke Ukraina.

Jadi, di manakah anak-anak Marina?

"Saya naik ke mobil dan mulai mencari. Di telepon, salah satu komandan berkeras bahwa mereka sedang latihan militer di lapangan. Saya bilang: 'Saya sudah pergi ke semua lapangan dekat sini yang biasa dipakai latihan. Mereka tidak di sana. Mohon jangan bohong kepada saya.' Ia menutup telepon."

"Pernah, karena putus asa, saya mencoba pergi sendiri ke Ukraina dengan mobil. Tentu saja, mereka tidak membiarkan saya lewat. Ada pos pengecekan di mana-mana."

"Kemudian laporan korban jiwa mulai berdatangan. Saya ditelepon seseorang yang mengatakan ada prajurit yang tewas dan terluka. Saya segera pergi ke rumah sakit militer."

Kedua putra Marina tidak di sana, tetapi ia terkejut dengan pemandangan yang ia lihat.

Baca juga:

"Di rumah sakit militer tidak ada cukup obat atau perban. Warga setempat yang menyediakan semuanya. Para prajurit kedinginan dan kelaparan. Warga lokal yang baik hati membawa makanan dan minuman ke rumah sakit."

Akhirnya seseorang di unit militer putranya mengakui bahwa mereka memang di Ukraina.

"Saya diberi tahu kabar mengerikan: 'Anak Anda telah menandatangani kontrak militer untuk menjadi tentara profesional. Mereka mengikuti operasi militer khusus [Ukraina]. Mereka akan pulang sebagai pahlawan."

"Anda bicara apa? Mereka tidak ada rencana untuk menandatangani kontrak," Marina menjawab.

"Mereka baru tiga bulan di militer. Mereka baru satu kali memegang senjata. Mereka baru satu kali ke lapangan tembak. Biasanya mereka hanya membersihkan salju."

"Saya menulis surat kepada kantor jaksa agung, meminta penyelidikan. Saya bilang ke mereka anak-anak saya tidak mungkin menandatangani kontrak militer. Saya yakin. Ibu-ibu lain juga menulis surat. Mereka tahu anak-anak mereka."

Rusia mengandalkan wajib militer untuk menambah jumlah pasukan di angkatan bersenjata mereka. Dinas militer berlangsung selama 12 bulan dan, dengan beberapa pengecualian, wajib bagi pria Rusia berusia antara 18 dan 27 tahun.

Pada 5 Maret, Presiden Putin mengumumkan bahwa "hanya tentara profesional, perwira, dan prajurit kontrak yang ikut serta dalam operasi [di Ukraina]. Tidak ada satupun wajib militer di sana dan kami tidak berencana, kami tidak akan menggunakan mereka".

Tetapi empat hari kemudian kementerian pertahanan Rusia mengakui, untuk pertama kali, bahwa para wajib militer ada di antara personel militer yang terlibat dalam serangan Rusia di Ukraina. Kementerian mengklaim bahwa "hampir semua prajurit telah dikembalikan ke Rusia".

Seorang juru bicara Kremlin mengatakan Presiden Putin telah memerintahkan kantor kejaksaan militer untuk menginvestigasi bagaimana peserta wajib militer bisa berada di Ukraina.

Komplain resmi Marina diterima. Otoritas Rusia mengonfirmasi bahwa kedua putranya tidak menandatangani kontrak militer. Mereka kemudian dikembalikan ke Rusia.

"Mereka mengizinkan saya untuk datang dan membawa pulang putra kedua saya hari itu juga," kata Marina.

"Ketika saya dalam perjalanan untuk menjemput mereka, saya menelepon dan menanyakan bila ada yang dibutuhkan. 'Ibu, saya tidak butuh apa-apa,' ia menjawab, 'hanya ibu'."

"Ketika saya melihatnya, ia terlihat sangat kacau. Anak-anak yang kembali dari sana begitu kurus, kotor, dan letih. Pakaian mereka sobek-sobek. Putra saya bilang: 'lebih baik Ibu tidak tahu apa yang terjadi di sana.' Namun hal terpenting bagi saya adalah ia sudah pulang hidup-hidup."

Marina marah dengan apa yang terjadi.

"Mereka berbohong di depan muka saya," kata Marina kepada saya. "Pertama, mereka bohong anak-anak saya tidak di Ukraina. Kemudian mereka bohong bahwa anak-anak saya menandatangani kontrak militer. Perwira bohong, sersan bohong. Belakangan, seseorang memberi tahu saya bahwa mereka tidak diizinkan mengatakan yang sebenarnya. Luar biasa."

"Mereka bisa melanggar hukum dan mengirim anak-anak saya [ke Ukraina], tapi mereka tidak bisa memberi tahu seorang ibu di mana anak-anaknya."

"Saya ingin percaya bahwa presiden kami, panglima tertinggi, tidak menyadari kekacauan di tubuh tentara. Saya ingin mengatakan kepadanya bahwa tidak semuanya di sini seperti yang mereka katakan di televisi."

Marina merasa lega bahwa kedua putranya selamat. Ia kini bersimpati pada keluarga lainnya.

"Begitu banyak anak belum pulang dan tidak akan pernah pulang. Begitu banyak ibu yang masih mencari anak-anaknya. Ini mengerikan. Kita seharusnya sudah mencapai puncak perkembangan manusia. Mengapa kita tidak bisa mencapai kesepakatan? Mengapa kita harus berperang dan saling membunuh?

"Putra-putra saya adalah orang yang berbeda setelah mereka pulang. Anda bisa melihatnya di mata mereka. Mereka berbeda. Mereka kecewa. Saya ingin mereka percaya lagi pada masa depan yang cerah, pada perdamaian dan cinta. Mereka sudah tidak percaya lagi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Daftar Wamil Tahun Depan, Park Ji Hoon Incar Unit Pengintai Marinir

Siap Daftar Wamil Tahun Depan, Park Ji Hoon Incar Unit Pengintai Marinir

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:51 WIB

Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!

Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 11:34 WIB

Ravi Bagikan Aktivitas Terbaru Usai Kasus Wajib Militer, Tanda Comeback?

Ravi Bagikan Aktivitas Terbaru Usai Kasus Wajib Militer, Tanda Comeback?

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 08:52 WIB

Siap Aktif Kembali Jadi Idol, Jaehyun NCT Resmi Selesaikan Wajib Militer

Siap Aktif Kembali Jadi Idol, Jaehyun NCT Resmi Selesaikan Wajib Militer

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 07:20 WIB

Mino WINNER Dituntut 1,5 Tahun Penjara atas Pelanggaran Wajib Militer

Mino WINNER Dituntut 1,5 Tahun Penjara atas Pelanggaran Wajib Militer

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 19:45 WIB

Tersandung Kasus Wajib Militer, Mino WINNER Minta Maaf di Sidang Perdana

Tersandung Kasus Wajib Militer, Mino WINNER Minta Maaf di Sidang Perdana

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 13:12 WIB

Ravi Selesaikan Tugas Wamil, Kembali Minta Maaf soal Pemalsuan Data Medis

Ravi Selesaikan Tugas Wamil, Kembali Minta Maaf soal Pemalsuan Data Medis

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:00 WIB

Kim Young Dae Umumkan Wajib Militer April 2026, Sampai Jumpa di 2027!

Kim Young Dae Umumkan Wajib Militer April 2026, Sampai Jumpa di 2027!

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:57 WIB

Jadi Sorotan Publik, Doyoung NCT Hadir di Acara Pemerintahan saat Wamil

Jadi Sorotan Publik, Doyoung NCT Hadir di Acara Pemerintahan saat Wamil

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:16 WIB

B.I Umumkan Wajib Militer Mulai 16 Maret, Fans Diminta Tak Hadir di Lokasi

B.I Umumkan Wajib Militer Mulai 16 Maret, Fans Diminta Tak Hadir di Lokasi

Your Say | Rabu, 11 Maret 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:33 WIB

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:30 WIB

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam

Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:19 WIB

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB