China Ingin Teken Pakta dengan 10 Negara Pasifik. Tapi Prosesnya Tak Mudah

Siswanto, ABC

Selasa, 31 Mei 2022 | 18:38 WIB
China Ingin Teken Pakta dengan 10 Negara Pasifik. Tapi Prosesnya Tak Mudah
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, 2016. (ANTARA/Reuters)

Suara.com - Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan bertemu pejabat dari sejumlah negara Pasifik di Suva, Fiji, dalam pertemuan virtual yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi Australia.

Sebelum pertemuan hari Senin (30/05) ini, Beijing telah menandatangani kesepakatan baru dengan sejumlah negara di Pasifik.

Menurut dokumen yang bocor ke kantor berita Reuters dan diperoleh ABC News, China ingin membentuk kembali tatanan regional dan memperluas kerjasama di berbagai bidang termasuk kepolisian, keamanan siber, perdagangan, perikanan, dan pembangunan.

Pertemuan di ibukota Fiji hari ini menjadi kesempatan bagi Menlu Wang Yi untuk mengukuhkan pakta tersebut.

Tetapi untuk melakukan hal ini, Menlu China terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari negara-negara Kepulauan Pasifik.

Beberapa pemimpin negara Pasifik telah mengeritik isi pakta yang dianggap sulit dan menimbulkan kegelisahan bagi beberapa pihak. Di sisi lain, sama sekali tidak ada jaminan langkah ini akan berhasil.

Semuanya akan lebih jelas setelah pertemuan berlangsung.

Siapa yang ikut dalam pertemuan itu?

Semua negara Kepulauan Pasifik yang mengakui China akan hadir: Kepulauan Solomon, Kiribati, Samoa, Fiji, Tonga, Vanuatu, Papua Nugini, Kepulauan Cook, Niue, dan Negara Federasi Mikronesia.

Itu berarti semua negara Pasifik kecuali Tuvalu, Palau, Kepulauan Marshall dan Nauru, yang semuanya masih mempertahankan hubungan dengan Taiwan.

baca juga

Ini baru kedua kalinya Menlu China bertemu dengan rekan-rekan Pasifiknya secara bersama-sama. Pertemuan pertama terjadi pada Oktober 2021.

Pertemuan ini akan diadakan di Hotel Grand Pacific yang bersejarah di Fiji dan merupakan tempat menginap Menlu Wang.

Mengingat adanya pembatasan COVID-19 di beberapa negara dan kesulitan melakukan perjalanan di Pasifik, para Menlu diharapkan menghadiri pertemuan secara virtual.

Pertemuan ini menjadi ilustrasi dari upaya China memperdalam hubungan politik dan strategis dengan kawasan tersebut.

Kesepakatan apa yang China kejar?

Salinan kesepakatan yang sedang diupayakan China dan negara Pasifik bisa Anda baca di sini.

Dokumen tersebut tidak hanya memaparkan rencana memperluas kerjasama kepolisian tapi juga mengusulkan aturan perdagangan bebas baru antara China dan Pasifik, utusan baru pemerintah China untuk kawasan, mengintensifkan kerjasama keamanan siber dan kerjasama pertanian, perikanan hingga manajemen pandemi.

Meski beberapa butir perjanjian masih tidak jelas dan bisa jadi sia-sia, ruang lingkup dokumen, serta tindakan Beijing yang awalnya ingin berurusan secara bilateral dengan negara-negara Pasifik tapi bergeser menjadi kesepakatan dengan banyak negara sekaligus, telah menimbulkan kebingungan.

Presiden Mikronesia misalnya mengecam kesepakatan ini. Dalam surat rahasia kepada sesama pemimpin negara-negara Pasifik, dia memperingatkan bahwa proposal China dapat memicu Perang Dingin baru antara China dan negara Barat di Pasifik.

Dia juga menyatakan bahwa negara-negara Kepulauan Pasifik berisiko ditarik ke orbit Beijing, sehingga mereka bisa kehilangan kedaulatan dan kemerdekaan.

Seorang pejabat pemerintah negara Pasifik mengatakan kepada ABC bahwa beberapa negara di kawasan tersebut tidak tertarik untuk membahas pakta selama pertemuan, tapi negara-negara lain dalam kelompok yang sama mendesak agar mereka tetap dimasukkan.

Usaha mengikuti perkembangan tentang isu ini tidaklah mudah. Muncul catatan kontradiktif apakah kesepakatan itu tetap menjadi agenda formal pertemuan ini atau tidak.

Tetapi tampaknya sangat mungkin bahwa para Menlu harus membahas kesepakatan itu mengingat pemberitaan yang bergulir selama seminggu terakhir.

Jika Beijing dapat mencapai tujuannya dengan mengamankan kesepakatan bersama banyak negara, aksi ini terhitung sebagai kudeta diplomatik besar.

Seberapa besar kemungkinan China berhasil?

Para diplomat dan analis memprediksi bahwa dorongan China untuk mendapatkan kesepakatan ini akan goyah.

Negara-negara Kepulauan Pasifik menghargai konsensus dan cenderung tidak menyukai konfrontasi publik dalam forum diplomatik.

Jika memungkinkan, mereka berusaha untuk mencapai kesepakatan melalui negosiasi yang tenang dan diskusi deliberatif.

Kenyataan bahwa dokumen bocor dan mendapatkan banyak kecaman, telah menghancurkan kemungkinan tersebut.

Beberapa pihak pemerintah negara Barat mengatakan kesepakatan yang diusulkan tampak seperti klaim ambisius dan bahwa peluang keberhasilan China sangat tipis.

Sehari setelah dokumen tersebut bocor, seorang diplomat mengatakan kepada ABC bahwa kemungkinan China mencapai tujuannya sangat kecil.

Beberapa negara akan mengikuti perkembangan pertemuan hari ini dengan seksama.

Bahkan jika upaya China mencapai kesepakatan dengan semua negara Pasifik gagal, bukan berarti beberapa negara tertentu tidak akan menandatanganinya.

Satu hal yang menjadi pesan tersirat kunjungan Menlu Wang Yi ke Pasifik adalah bahwa Australia bukan satu-satunya negara yang berusaha mempererat hubungan dengan Pasifik.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Terkini

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:49 WIB

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:44 WIB

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

×