Covid di China: Shanghai Longgarkan Lockdown Setelah Berlaku Dua Bulan

Siswanto, BBC

Rabu, 01 Juni 2022 | 12:04 WIB
Covid di China: Shanghai Longgarkan Lockdown Setelah Berlaku Dua Bulan
BBC

Suara.com - Kota Shanghai, yang merupakan pusat perekonomian China sekaligus pusat perdagangan global, akhirnya melonggarkan pembatasan Covid setelah dua bulan menerapkan karantina wilayah atau lockdown.

Pada Selasa (31/05) tengah malam waktu setempat, pembatasan dilonggarkan sehingga memungkinkan 25 juta penduduk kembali bergerak bebas di area kota. Namun setidaknya 650.000 penduduk masih tetap diisolasi di rumah-rumah mereka.

Kebijakan nol-Covid China masih tetap berlaku. Oleh sebab itu, orang-orang yang terinfeksi Covid akan dikarantina atau dirawat di rumah sakit. Kontak erat orang-orang tersebut juga kemungkinan bakal dikarantina dan kawasan permukiman mereka boleh jadi kembali ditutup.

Baca juga:

"Ini adalah hari yang telah kita nantikan untuk waktu yang sangat lama," kata juru bicara pemerintah Shanghai, Yin Xin kepada wartawan.

"Semua orang telah banyak berkorban. Hari ini telah dimenangkan dengan jerih payah sehingga kita harus menghargai dan menjaga situasinya, sekaligus menyambut kembali Shanghai yang kita kenal dan rindukan."

Seorang pekerja di bidang e-commerce, Chen Ying, berencana tetap bekerja dari rumah setelah lockdown dilonggarkan.

Tetapi dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia mungkin akan mengajak putranya yang berusia dua tahun berjalan-jalan di luar rumah.

"Dari awal sudah seharusnya kita bebas, jadi jangan harap saya mengungkapkan rasa syukur bahwa mereka telah mengembalikan kebebasan itu kepada kami," kata dia.

baca juga

Lockdown telah menyebabkan banyak penduduk Shanghai kehilangan pendapatan, berjuang untuk mendapatkan cukup makanan, dan menghadapi tekanan mental akibat isolasi berkepanjangan.

Pabrik-pabrik, termasuk pabrik mobil Volkswagen dan Tesla, juga terpengaruh oleh pembatasan aktivitas, karena staf mereka tidak bisa mengakses pabrik, atau harus tinggal di area pabrik dan bekerja secara tertutup.

Fasilitas pelayanan publik seperti transportasi umum dan toko-toko akan kembali beroperasi dengan kapasitas 75% pada Rabu. Tetapi bioskop, museum, dan pusat kebugaran tetap tutup.

Sebagian besar siswa juga akan kembali sekolah tatap muka.

Pemerintah Kota Shanghai menerapkan sejumlah aturan baru seiring dilonggarkannya pembatasan.

  • Seluruh penduduk wajib menunjukkan kode berwarna hijau melalui ponsel mereka, yang berarti mereka dalam kondisi sehat, untuk meninggalkan tempat tinggal mereka menuju mayoritas tempat.
  • Seluruh penduduk yang ingin bepergian di kawasan kota menggunakan transportasi umum, ke bank, pusat perbelanjaan, dan lain-lain harus memiliki bukti tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku selama 72 jam sejak tes dilakukan.
  • Pembatasan untuk pergerakan ke luar Shanghai tetap berlaku. Setiap penduduk yang pergi ke luar kota wajib menjalani karantina selama 7-14 hari pada saat kembali ke Shanghai.

Shanghai juga memiliki 50 butir rencana untuk memulihkan perekonomiannya yang sebelum karantina wilayah bernilai lebih dari US$600 miliar (Rp8.727,6 triliun).

Sejumlah kebijakan baru itu termasuk mengurangi sejumlah pajak untuk pembelian mobil, penerbitan obligasi pemerintah daerah, serta mempercepat persetujuan proyek-proyek pembangunan.


Ledakan besar bagi Shanghai

Lockdown di Shanghai seharusnya hanya berlaku selama sembilan hari. Media pemerintah mengatakan lockdown secara bertahap bertujuan mengurangi dampak pada perekonomian. Tetapi itu berlangsung hingga 65 hari sehingga melumpuhkan Shanghai dan menakuti penduduknya.

Pelonggaran pembatasan juga terjadi sama cepatnya dengan ketika aturan diberlakukan. Kebijakan itu tidak dilakukan secara bertahap selama beberapa minggu. Yang terjadi malah semacam ledakan besar, ketika sebagian besar pembatasan dan atura darurat dicabut begitu saja.

Muncul kelegaan luar biasa, terutama keluarga yang beberapa generasinya tinggal bersama di balik satu pintu yang telah terkunci selama lebih dari dua bulan. Juga bagi para pekerja yang tinggal di tenda di dalam pabrik tempat mereka bekerja. Bagi pemilik toko dan restoran yang sumber pencahariannya sempat terhenti. Untuk ribuan orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan dikirim ke pusat karantina.

Kelegaan bagi hampir 25 juta orang yang tinggal di sini.


Lockdown telah menyebabkan banyak penduduk Shanghai frustasi.

Seorang pekerja di bidang pemasaran, Anita Xu, 32, merasa "sedikit tidak sadar". "Bahkan apabila bisa keluar, saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan," katanya kepada AFP.

Tetapi Todd Pearson, direktur pelaksana Camel Hospitality Group, yang mengoperasikan restoran, bar, dan pusat kebugaran di Shanghai dan sekitarnya menyampaikan pendapatnya secara hati-hati ketika diwawancarai oleh kantor berita Reuters.

"Saya harap mereka bergerak cepat memulai kembali aktivitas perekonomian," kata dia. "Saya harap itu tidak menyebabkan lebih banyak lonjakan wabah, sebab saya tidak yakin banyak usaha maupun orang-orang sanggup menghadapi lebih banyak lagi."

China telah melaporkan setidaknya 14.604 kematian dari total 2.426.568 kasus Covid selama pandemi, dengan hampir 90% populasinya telah divaksinasi lengkap.

Sedangkan secara global, penelitian Universitas John Hopkins menunjukkan bahwa Covid telah menewaskan setidaknya 6.289.241 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Sempat Jatuh ke 6.390, Tapi Langsung Menghijau ke 6.400

IHSG Dibuka Sempat Jatuh ke 6.390, Tapi Langsung Menghijau ke 6.400

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Demo 27 Agustus 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Link Live CCTV untuk Pantau Situasi

Demo 27 Agustus 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Link Live CCTV untuk Pantau Situasi

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Harga Minyak Turun Didorong Prospek Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Turun Didorong Prospek Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Jelang Demo DPR, Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp2.723.000/Gram

Jelang Demo DPR, Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp2.723.000/Gram

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Labirin Birokrasi Mau Dipangkas,UMKM Tak Perlu Pusing Cari Layanan

Labirin Birokrasi Mau Dipangkas,UMKM Tak Perlu Pusing Cari Layanan

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Perubahan Rute Transjakarta Selama Demo di Gedung DPR RI

Perubahan Rute Transjakarta Selama Demo di Gedung DPR RI

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:52 WIB

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:31 WIB

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tuntutan Hukum Mati Koruptor Membentang di Depan Gedung DPR RI Pagi Ini

Tuntutan Hukum Mati Koruptor Membentang di Depan Gedung DPR RI Pagi Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Jejak Kebakaran Hutan di Lereng Merbatu

Jejak Kebakaran Hutan di Lereng Merbatu

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Resmi, DPR Setuju Penjualan Eks Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

Resmi, DPR Setuju Penjualan Eks Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pastikan Korban Tawuran Ditangani RSUD, Bupati Bogor: Jaga Kondusivitas, Jangan Ada Korban Lagi

Pastikan Korban Tawuran Ditangani RSUD, Bupati Bogor: Jaga Kondusivitas, Jangan Ada Korban Lagi

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:40 WIB

5 Sepatu Jalan Warna Putih Terbaik untuk Harian, Nyaman dan Mudah Dibersihkan

5 Sepatu Jalan Warna Putih Terbaik untuk Harian, Nyaman dan Mudah Dibersihkan

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Agam Rinjani dan Mahasiswa KKN Unhas Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT

Agam Rinjani dan Mahasiswa KKN Unhas Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT

Sulsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Tanggapi Spekulasi Budi Arie Soal 'Percepatan', Puan: Ikuti Konstitusi, Pemerintahan Per Lima Tahun

Tanggapi Spekulasi Budi Arie Soal 'Percepatan', Puan: Ikuti Konstitusi, Pemerintahan Per Lima Tahun

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Perawatan Rambut Serba Praktis Jadi Tren, Solusi Cepat untuk Rambut Berminyak dan Lepek

Perawatan Rambut Serba Praktis Jadi Tren, Solusi Cepat untuk Rambut Berminyak dan Lepek

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Massa Pati Tinggalkan DPR Usai Kantongi Surat Sakti Deadline RUU Perampasan Aset

Massa Pati Tinggalkan DPR Usai Kantongi Surat Sakti Deadline RUU Perampasan Aset

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Bakar Ban Saat Diadang Polisi, Massa Demo Mahasiswa Akhirnya Diizinkan Menuju DPR

Bakar Ban Saat Diadang Polisi, Massa Demo Mahasiswa Akhirnya Diizinkan Menuju DPR

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Skill Saja Tak Cukup, Timnas Esports Indonesia Kini Andalkan Data Tubuh dengan Smartwatch

Skill Saja Tak Cukup, Timnas Esports Indonesia Kini Andalkan Data Tubuh dengan Smartwatch

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:26 WIB

×