Cegah Polarisasi Seperti Pilpres 2014-2019, Koalisi PAN-Golkar Dan PPP Dorong Tiga Pasang Calon Presiden

Bangun Santoso | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Minggu, 05 Juni 2022 | 06:17 WIB
Cegah Polarisasi Seperti Pilpres 2014-2019, Koalisi PAN-Golkar Dan PPP Dorong Tiga Pasang Calon Presiden
Silaturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibangun partai PAN, PPP dan Golkar bertujuan mencegah terjadinya polarisasi. Karenanya pada Pemilu 2024 nanti, KIB akan menghadirkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pada Pilpres 2014 dan 2019 hanya diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, sehingga membuat masyarakat terbelah dua. Sementara pada pemilihan presiden 2004 hingga 2009 diikuti lebih dari dua pasangan calon.

"Kami melihat bahwa salah satu penyebab polarisasi di tengah masyarakat kita adalah diselenggarakannya pemilu presiden, dulu kita 2004 Pilpres diikuti oleh lima calon presiden, Indonesia aman, tidak ada soal. (Pada) 2009, tiga calon, Indonesia aman tidak ada soal. (Sedangkan) 2014 dua pasang, 2019 dua pasang, nah itu mulai ada soal," kata Zulhas dalam sambutannya saat Silaturahmi Nasional KIB di Hutan Kota, Plataran, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6/2022).

Karenanya, dengan terbentuknya KIB, ketiga partai akan berusaha mendorong majunya tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 14 Februari 2024 mendatang.

"Kami berharap di koalisi kita ini nanti, kita berharap, kita mendorong agar sekurang-kurangnya ada tiga calon pilihan presiden mendatang," ujar Zulhas.

Sementara itu, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan, dengan terbentuk KIB akan menciptakan iklim politik yang berlandas pada keutuhan bangsa dan negara.

"Ini waktu kurang dari 18 bulan. Kondisi ini merefleksikan implementasi dari Pancasila untuk tidak memecah belah masyarakat demi kepentingan politik sesaat," ujarnya.

Dia lantas membantah pernyataan yang menyebut KIB dibentuk terlalu cepat.

"Membangun politik persatuan harus dimulai dari sekarang, berpahaman dan chemistry harus dibangun jauh-jauh hari, agar kita dapat melangkah ke depan dengan satu irama, satu frekuensi yang sama. Serta sejalan dalam membangun kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Silahturahmi Nasional dihadiri para petinggi partainya, yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Selain itu, hadir pula elite partai dari Golkar seperti Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, dan Luhut Binsar Pandjaitan. Kemudian dari PAN yakni Hatta Rajasa dan petinggi lainnya. Sementara dari PPP ada Zainut Tauhid Sa'adi beserta petinggi lainnya.

Airlangga Hartarto mengatakan, partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu memiliki visi dan misi yang sama.

"Kami masing-masing memiliki visi dan misi partai. Kami memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Dari berbagai pandangan dan pengamalan ini, tujuan kami sama, yakni menuju Indonesia maju," ujarnya.

Meski begitu, dia menyatakan jika KIB hingga kini tidak menutup diri jika nantinya ada partai politik lain yang ingin bergabung.

"Koalisi ini masih sangat terbuka dengan bergabungnya partai politik lain untuk bersama berjuang dalam perahu ini. Kami menyadari bahwa membangun bangsa ini tidaklah dapat dilakukan sendiri-sendiri," kata Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koalisi Indonesia Bersatu Buka Peluang Usung Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo jadi Calon Presiden 2024

Koalisi Indonesia Bersatu Buka Peluang Usung Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo jadi Calon Presiden 2024

News | Minggu, 05 Juni 2022 | 04:10 WIB

Koalisi Indonesia Bersatu Besutan Golkar, PPP dan PAN Buka Peluang Usung Calon Presiden dari Luar Koalisi

Koalisi Indonesia Bersatu Besutan Golkar, PPP dan PAN Buka Peluang Usung Calon Presiden dari Luar Koalisi

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 23:24 WIB

Loyalis Erick Thohir Gerilya di Jatim, Klaim Sudah Deklarasi Tim di 20 Daerah di Jatim

Loyalis Erick Thohir Gerilya di Jatim, Klaim Sudah Deklarasi Tim di 20 Daerah di Jatim

Jatim | Sabtu, 04 Juni 2022 | 21:51 WIB

Ketua Umum Projo Hadiri Deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu, Berdiri Sejajar dengan Petinggi Partai Koalisi

Ketua Umum Projo Hadiri Deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu, Berdiri Sejajar dengan Petinggi Partai Koalisi

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 21:37 WIB

Hadir di Agenda Deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu, Luhut Binsar Pandjaitan Tidak Memakai Seragam Golkar

Hadir di Agenda Deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu, Luhut Binsar Pandjaitan Tidak Memakai Seragam Golkar

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 21:07 WIB

PPP, Golkar, dan PAN Gelar Silaturahmi Nasional, Ada Luhut Binsar Pandjaitan Sampai Hatta Rajasa

PPP, Golkar, dan PAN Gelar Silaturahmi Nasional, Ada Luhut Binsar Pandjaitan Sampai Hatta Rajasa

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 20:53 WIB

Survei: Tiga Tokoh Dominasi Posisi Capres Pemilu 2024

Survei: Tiga Tokoh Dominasi Posisi Capres Pemilu 2024

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 18:27 WIB

Terkini

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:06 WIB

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:54 WIB

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:47 WIB