Harta Kekayaan M Taufik, Politisi yang Dipecat Gerindra Karena Dianggap Tak Solid

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 18:53 WIB
Harta Kekayaan M Taufik, Politisi yang Dipecat Gerindra Karena Dianggap Tak Solid
Harta Kekayaan M Taufik, Politisi yang Dipecat Gerindra Karena Dianggap Tak Solid - M Taufik. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Karier politik Mohamad Taufik sebagai politikus di Partai Gerindra berakhir, setelah ia resmi diputuskan dipecat berdasarkan hasil sidang Mahkamah Kehormatan Partai (MKP), pada Selasa (7/6/2022) kemarin. Kabar ini membuar segala hal berkaitan tentangnya dicari publik, termasuk harta kekayaan M Taufik.

Bagi anda yang penasaran, mari simak penjelasannya dalam artikel ini. Mengutip dari berbagai sumber, berikut informasi tentang harta kekayaan M Taufik.

Lantas berapa harta kekayaan M Taufik? Simak ulasannya berikut ini.

Dikutip dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), M Taufik tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 8 miliar, tepatnya yaitu Rp 8.087.165.336. Harta ini telah dilaporkan kepada KPK pada 6 Juni 2021 lalu.

Dari total harta kekayaannya itu, M Taufik tidak terdaftar memiliki harta yang bersumber dari tanah dan bangunan. Pria yang baru saja dipecat dari Partai Gerindra ini, tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 6,5 miliar, kas dan setara kas Rp 53,1 juta, serta harta lainnya RP 598,5 juta.

Sementara itu, sisa dari total harta kekayaannya merupakan alat transportasi dan mesin. Diketahui dia hanya memiliki satu unit mobil merek Multi Purpose Vehicle (MPV) premium Toyota Alphard. Mobil tersebut memang umum digunakan oleh sejumlah penjabat dan artis Indonesia.

Berdasarkan data yang didaftarkan, mobil Alphard milik Taufik merupakan keluaran tahun 2018, dengan kisaran harga Rp 860 juta. Mobil ini dibeli atas hasil kerjanya sendiri. Selain mobil mewah tersebut, Taufik tidak diketahui memiliki mobil lain di garasinya.

M Taufik Dipecat Gerindra

Mantan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (Suara.com/M Yasir)
Mantan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (Suara.com/M Yasir)

Perlu diketahui, Keputusan pemecatan M Taufik oleh Partai Gerindra tersebut juga menjadi akhir dari perselisihan keduanya sejak beberapa waktu lalu.

Selama berkarier di Partai Gerindra, peran M Taufik termasuk sosok yang peting. Namun sejak 2019 lalu hubungan keduanya memburuk. Wakil Ketua MKP Gerindra Wihadi Wiyanto pun membenarkan isu pemecatan M Taufik dari keanggotaan Partai Gerindra.

"MKP, Majelis Kehormatan Partai, yang ini ada lima majelisnya, sepakat kita untuk memutus Saudara Taufik dipecat sebagai kader Gerindra, keputusan itu disampaikan pada hari ini," kata Wakil Ketua MKP Gerindra Wihadi Wiyanto 

Kekalahan Prabowo Subianto di DKI Jakarta pada Pemilihan Presiden 2019 lalu, menjadi salah satu alasan pemecatan mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta oleh Gerindra. Selain itu, Wihadi juga mempersoalkan terkait dengan tidak kunjung dibangunnya kantor DPD Gerindra DKI Jakarta selama ia menjabat sebagai ketua DPD DKI Jakarta.

Selain itu, dia pun juga menyinggung sejumlah kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta terkait dengan alasan pemecatan M Taufik. Seperti yang telah diketahui, M Taufik pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait dugaan kasus pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur. 

Saat ini M Taufik sudah tidak menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Jabatan tersebut bukanlah yang pertama, Taufik juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta pada periode 2014-2019.

Selama di Partai Gerindra, Taufik termasuk kader senior. Ia sudah bergabung dengan partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto ini sejak 2008 lalu. Saat pertama masuk, ia langsung dipercaya sebagai ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecat M Taufik, Denny Siregar Olok-olok Partai Gerindra: Bersih-bersih Kader yang Suka Rangkul FPI

Pecat M Taufik, Denny Siregar Olok-olok Partai Gerindra: Bersih-bersih Kader yang Suka Rangkul FPI

Jawa Tengah | Rabu, 08 Juni 2022 | 16:35 WIB

5 Pernyataan M Taufik Usai Dipecat Gerindra, Soroti Wewenang MKP Memecat

5 Pernyataan M Taufik Usai Dipecat Gerindra, Soroti Wewenang MKP Memecat

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 16:04 WIB

5 Alasan M Taufik Dipecat Gerindra, Gegara Tidak Loyal hingga Doakan Anies

5 Alasan M Taufik Dipecat Gerindra, Gegara Tidak Loyal hingga Doakan Anies

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 15:33 WIB

Peternak Rugi Besar, Sekjen Gerindra Minta Pemerintah Tetapkan Wabah PMK Sebagai Pandemi

Peternak Rugi Besar, Sekjen Gerindra Minta Pemerintah Tetapkan Wabah PMK Sebagai Pandemi

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 13:15 WIB

Siapa M Taufik? Ini Sosok Eks Wakil Ketua DPRD Jakarta yang Dipecat Gerindra

Siapa M Taufik? Ini Sosok Eks Wakil Ketua DPRD Jakarta yang Dipecat Gerindra

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 12:32 WIB

Terkini

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:53 WIB

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39 WIB