facebook

6 Fakta Polemik Rendang Babi, Resto Ternyata Sudah Tutup Sejak 2 Tahun Lalu

Agatha Vidya Nariswari
6 Fakta Polemik Rendang Babi, Resto Ternyata Sudah Tutup Sejak 2 Tahun Lalu
Sergio, pemilik restoran Babiambo minta maaf gegara bikin gaduh jual menu rendang babi. (Suara.com/Yaumal)

Rendang babi yang disediakan sebuah resto masakan Padang di Jakarta tengah jadi perbincangan hangat. Nah, berikut keenam faktanya.

Suara.com - Media sosial dihebohkan oleh sebuah rumah makan yang menyediakan masakan berbahan daging babi bernama Babiambo. Hal Ini lantas menuai pro kontra dari berbagai kalangan, termasuk orang Minang.

Orang asli Minang mengaku budayanya dihina lantaran masakan Padang diketahui halal dan bisa dipandang menjadi haram dengan adanya rendang daging babi.

Berikut ini ada sejumlah fakta terkait polemik rendang daging babi yang sedang ramai diperbincangkan publik.

1. Awal Mula Viralnya Rendang Daging Babi

Baca Juga: Geger Masalah Rendang Babi, Ini 4 Fakta Tentang Menu Rendang yang Jarang Diketahui

Sebuah akun di salah satu media sosial, Jumat (10/5/2022), mengunggah foto menu rumah makan Padang bernama Babiambo di Kelapa Gading, Jakarta Timur, yang menjual lauk berupa rendang daging babi.

Kabar itu lantas menjadi bahan perdebatan, lantaran banyak kalangan menganggap jika menjual aneka olahan daging babi di rumah makan Padang adalah bentuk penghinaan.

2. Daftar Menu Berbahan Babi di Rumah Makan Babiambo

Dalam daftar menu yang dibagikan itu terdapat hidangan spesial Babiambo yang terdiri dari nasi putih, babi gulai, babi rendang, sayung singkong dan sambal. Menu tersebut dihargai Rp 48 ribu untuk satu porsi.

Kemudian, ada pula menu nasi babi bakar yang dihargai Rp 36 ribu. Tak hanya itu, ada juga nasi babi rendang yang dijual seharga Rp 40 ribu.

Baca Juga: Menyakiti Hati Orang Minang, Wakil Ketua MUI Minta Pengusaha Nasi Padang Babi Diproses Hukum

3. Dikecam Ketua DPRD Solok

Ketua DPRD Kab Solok Dodi Hendra mengecam Babiambo dengan mengatakan jika rumah makan itu sama saja menghina masyarakat Sumatera Barat.

Ia menegaskan tidak mempermasalahkan rumah makan yang menjual masakan aneka olahan daging babi, asalkan tidak memakai embel-embel 'Padang'.

4. Pendapat Para Tokoh Publik Lainnya

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) juga dibuat geram dengan adanya menu masakan Padang nonhalal yang menjual produk dengan bahan dasar daging babi. Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar menilai, masyarakat Minang sangat tersinggung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengingatkan pengusaha resto Padang yang menyediakan menu olahan daging babi agar bisa memperhatikan perasaan berbagai pihak.

Meski begitu, Riza sendiri tidak melarang adanya kreativitas yang datang dari masyarakat termasuk daging babi yang dimasak dengan bumbu khas Minang.

Dalam hal ini, anggota DPR RI Fadli Zon juga menyatakan bahwa memasukkan daging babi ke menu masakan padang bisa melukai perasaan orang Minang.

"Kuliner Minang/Padang dikenal sebagai kuliner halal. Apalagi prinsip orang Minang 'adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah'," tulis Fadli Zon di akun Twitternya pada Jumat (10/6/2022).

Terakhir, Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang yang juga Anggota DPR RI, Andre Rosiade meminta pemilik restoran Bambiambo untuk mengubah nama seiring polemik yang ditimbulkan dan tidak lagi memakai kata Minang atau hal lain bermakna serupa.

5. Pemilik Babiambo Meminta Maaf

Sergio, pemilik restoran Babiambo mengklarifikasi terkait menu rendang babi yang dijual secara online. Ia menegaskan tidak bermaksud untuk menghina atau melecehkan budaya masyarakat Sumatra Barat.

"Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya. Pertama buat pihak-pihak yang merasa tersinggung karena ini, soalnya benar-benar enggak ada maksud untuk menyinggung," kata Sergio saat ditemui wartawan di kediamannya di Jakarta Utara, Jumat (10/4/2022).

Sergio mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka usaha yang ia pasarkan di salah satu aplikasi ojek online menyebabkan kegaduhan.

6. Babiambo Ternyata Sudah Tutup Sejak Tahun 2020

Kepada wartawan, Sergio juga mengatakan bahwa usahanya tersebut sudah tidak beroperasi sejak 2020. Bahkan itu hanya bertahan selama kurang lebih tiga bulan.

"Sudah lama sejak tahun 2020. Hanya sekitar tiga bulan, bahkan harusnya lebih kurang sih," kata Sergio saat ditemui wartawan di kediamannya di Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022).

Karena itu, Sergio juga mengaku bingung dan kaget mengapa usahanya tersebut menjadi viral. Padahal usaha Babiambo miliknya sudah tidak berjualan lagi sejak dua tahun lalu.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Komentar