Rusia Dituduh Mencuri Gandum dari Ukraina dan Menjualnya ke Luar Negeri

Siswanto, BBC

Selasa, 14 Juni 2022 | 21:24 WIB
Rusia Dituduh Mencuri Gandum dari Ukraina dan Menjualnya ke Luar Negeri
BBC

Suara.com - Rusia tengah mengirimkan gandum dari Ukraina ke luar negeri, kata para pejabat yang ditunjuk Rusia di kawasan selatan Ukraina yang dikuasai Rusia.

BBC belum dapat memverifikasi klaim tersebut, namun hal itu mengemuka ketika sejumlah pejabat Ukraina menuduh Rusia mencuri sekitar 600.000 ton gandum dan mengekspor sebagian di antaranya.

Rusia membantah telah melakukan pencurian.

Baca juga:

Mengakses gandum Ukraina di gudang-gudang menjadi urusan penting bagi sejumlah negara mengingat jutaan ton diekspor setiap tahun ke Afrika dan Timur Tengah.

Namun, bahan pangan itu tidak bisa dikapalkan sekarang lantaran Angkatan Laut Rusia memblokade pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.

Rusia juga mengatakan Ukraina harus melucuti semua ranjau di perairan Laut Hitam agar kapal-kapal bisa segera melintas untuk mengirimkan bahan pangan.

Amerika Serikat menuduh Rusia berupaya menjual gandum curian dari Ukraina ke negara-negara di Afrika yang dilanda kekeringan, demikian dilaporkan harian the New York Times.

Pada pertengahan Mei lalu, AS mengirimkan peringatan kepada 14 negara (sebagian besar di Afrika) bahwa kapal-kapal kargo Rusia meninggalkan sejumlah pelabuhan dekat Ukraina. Kapal-kapal itu sarat dengan muatan gandum, sebut the New York Times mengutip surat Kementerian Luar Negeri AS.

baca juga

Apa yang dikatakan Rusia?

Yevgeny Balitsky, selaku penanggung jawab kawasan Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia, mengatakan pasokan gandum telah meninggalkan daerahnya menuju Krimea menggunakan kereta kargo. Dari wilayah Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014, pasokan gandum dikirim menuju Timur Tengah.

Dia mengatakan kepada stasiun televisi milik pemerintah Rusia bahwa "kontrak-kontrak penting sedang dituntaskan bersama Turki"—tanpa mengungkap lebih lanjut.

Oleg Kryuchkov, juru bicara otorita Krimea yang ditunjuk Rusia, mengaku 11 gerbong penuh gandum telah tiba di Krimea dari Melitopol, sebuah kota di Zaporizhzhia.

Dalam penuturannya kepada kantor berita Rusia, RIA, Kryuchkov menambahkan bahwa pasokan gandum juga dikirim dari kawasan Kherson yang diduduki Rusia.

BBC telah meminta komentar dari pemerintah Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mendiskusikan perihal gandum dengan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, di Ankara pada Rabu (08/06). Namun, belum ada terobosan dalam pembicaraan tersebut.

Lavrov membantah bahwa Rusia menghalangi ekspor gandum Ukraina. Dia berdalih masalahnya terletak pada Ukraina yang belum melucuti ranjau-ranjau di perairan dekat Odesa dan pelabuhan lainnya.

Juru bicara Kemenlu Ukraina berkilah pihaknya tidak bisa melucuti ranjau-ranjau di perairan karena Rusia akan "menggunakan koridor gandum untuk menyerang Ukraina selatan".

Guna memecah kebuntuan ini, Turki berupaya menjadi penengah sehingga bisa tercipta koridor laut yang aman.

Terlepas soal ranjau, Rusia menyalahkan rangkaian sanksi negara-negara Barat sehingga terjadi krisis makanan. Di sisi lain, negara-negara Barat menyalahkan Rusia lantaran telah menjadikan pasokan makanan sebagai "senjata".


Apa yang dikatakan Ukraina?

Pekan lalu, Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasyl Bodnar, menuduh Rusia telah mengirim gandum curian dari Krimea. Turki, menurutnya, adalah salah satu tujuan pengiriman.

"Kami telah memohon Turki menolong kami dan, sesuai usulan pihak Turki, mengajukan kasus pidana terkait pencurian dan penjualan gandum," kata Bodnar, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Kepala Asosiasi Gandum Ukraina, Mykola Gorbachov, memperingatkan jika ekspor dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina tidak bisa berlanjut, musim panen selanjutnya yang berlangsung pada akhir Juli akan terdampak parah.

Menurutnya, ekspor gandum Ukraina akan terbatas maksimum 20 juta ton tahun depan melalui jalan darat, sungai, dan kereta. Padahal, tahun lalu Ukraina bisa mengekspor 44,7 juta ton.

Mengapa gandum Ukraina jadi masalah mendesak dunia?

Invasi Rusia ke Ukraina telah mendorong peningkatan harga sejumlah bahan pokok, termasuk gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk. Sebagian dari masalah itu disebabkan rangkaian sanksi yang diterapkan negara-negara Barat terhadap Rusia.

Jika digabungkan, pasokan gandum Rusia dan Ukraina mencapai sepertiga dari seluruh suplai dunia. Kontribusi Ukraina sendiri hampir 10%.

Pada 2019, pasokan jagung dan minyak goreng bunga matahari dari Ukraina masing-masing mencapai 16% dan 42% dari suplai dunia, menurut data PBB.

Blokade terhadap Ukraina dan langkah sebagian negara yang menjaga ketat pasokan pangannya telah berkontribusi pada krisis di sejumlah negara yang sudah dilanda kekurangan pangan.

Petroc Wilton dari lembaga Badan Pangan Dunia (WFP) di Somalia mengatakan musim kering di kawasan Tanduk Afrika sudah sangat parah.

"Empat musim hujan yang gagal secara beruntun. Sebanyak 15 juta orang kelaparan yang meningkat menjadi 20 juta jiwa pada akhir tahun," ujarnya.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 12:11 WIB

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:20 WIB

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:32 WIB

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

×