Rusia di Atas Angin, NATO Gelar Rapat Bahas Tambahan Pasokan Senjata ke Ukraina

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 15 Juni 2022 | 12:29 WIB
Rusia di Atas Angin, NATO Gelar Rapat Bahas Tambahan Pasokan Senjata ke Ukraina
Tentara Ukraina di atas kendaraan lapis baja. (Foto: AFP)

Suara.com - Presiden Volodymyr Zelensky sempat menyatakan Ukraina butuh bantuan senjata anti rudal untuk melawan gempuran Rusia. Mengenai itu, NATO langsung menggelar rapat untuk membahas tambahan pasokan senjata ke Ukraina.

Puluhan menteri pertahanan anggota NATO dan dari sejumlah negara lainnya dijadwalkan akan bertemu di Brussels pada Rabu (15/6/2022) untuk membahas pengiriman senjata ke Ukraina. Hal ini disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat (AS).

Pertemuan itu digelar setelah Kiev meminta sejumlah besar senjata tambahan untuk menghadapi pasukan Rusia di wilayah timur Ukraina.

Berdasarkan penasihat presiden, Mykhailo Podolyak, Ukraina membutuhkan 1.000 howitzer, 500 tank dan 1.000 pesawat nirawak (drone), dan senjata berat lain.

Negara-negara Barat sendiri telah menjanjikan senjata-senjata standar NATO. Di antaranya roket-roket canggih buatan AS. Walau begitu, senjata-senjata tersebut memerlukan waktu untuk dikirim ke Ukraina.

Ukraina telah menuntut konsistensi dukungan Barat, khususnya ketika cadangan senjata dan amunisi mereka yang berasal dari era Soviet semakin menipis.

Adapun pertemuan para menteri pertahanan NATO akan dipimpin oleh Menhan AS, Lloyd Austin.

Itu adalah pertemuan ketiga dari hampir 50 negara untuk membahas dan mengoordinasikan bantuan ke Ukraina. Pertemuan luring sebelumnya digelar di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman pada April lalu.

"Rusia belum menyerah dalam perang ini, meski kemajuannya sediki. Apa yang kita lihat adalah operasi Rusia yang bertahap, lambat dan sedikit demi sedikit," kata seorang pejabat pertahanan AS.

baca juga

"Jadi pertanyaannya adalah apa yang diperlukan Ukraina untuk melanjutkan keberhasilan mereka sejauh ini dalam memperlambat dan menghalangi tujuan Rusia, dan itulah fokus utama bagi para menhan," lanjutnya.

Para pejabat AS berharap keputusan tentang tambahan senjata ke Ukraina bisa dibuat dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai informasi, Amerika Serikat telah berkomitmen untuk memberikan bantuan keamanan untuk Ukraina senilai 4,6 miliar dolar (Rp67,82 triliun), sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari.

Bantuan itu termasuk senjata artileri seperti howitzer dan senjata jarak jauh seperti sistem peluncur roket HIMARS.

Hadir dalam pertemuan di Brussels itu adalah asisten menteri luar negeri AS untuk urusan politik-militer, Jessica Lewis, yang memberikan arahan kebijakan untuk keamanan internasional, perdagangan senjata dan bantuan keamanan.

Lewis mengatakan dalam wawancara dengan Reuters, negara-negara sekutu AS dapat meminta banyak peralatan militer untuk membantu melengkapi senjata yang dikirim ke Ukraina.

Peralatan itu mencakup tank buatan General Dynamics Corp atau sistem pertahanan udara dari Lockheed Martin atau Raytheon Technologies. Banyak negara kini juga beralih dari peralatan era Soviet ke peralatan standar NATO.

Hal itu disebabkan akibat perang Ukraina, yang membuat negara-negara lain mulai memahami kebutuhan pertahanan mereka secara berbeda, khususnya jika mereka berada di dekat Ukraina.

"Saya pikir orang-orang merasa lebih khawatir, karena keinginan Rusia untuk menginvasi Ukraina," kata Lewis.

Pemerintah AS sebelumnya mengatakan telah menerima jaminan dari Kiev bahwa senjata jarak jauh yang dipasok oleh Barat tidak akan digunakan untuk menyerang wilayah Rusia, karena dikhawatirkan akan memperparah konflik. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Butuh Bantuan Negara Lain, Presiden Zelensky Ungkap Ukraina Kalah Secara Menyakitkan Perangi Rusia

Butuh Bantuan Negara Lain, Presiden Zelensky Ungkap Ukraina Kalah Secara Menyakitkan Perangi Rusia

News | Rabu, 15 Juni 2022 | 12:09 WIB

Presiden Zelenskyy Umumkan Kekalahan Ukraina: Kami Butuh Senjata Antirudal

Presiden Zelenskyy Umumkan Kekalahan Ukraina: Kami Butuh Senjata Antirudal

Malang | Rabu, 15 Juni 2022 | 11:34 WIB

Perang Rusia-Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiyy: Ukraina Butuh Senjata Antirudal

Perang Rusia-Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiyy: Ukraina Butuh Senjata Antirudal

News | Rabu, 15 Juni 2022 | 11:32 WIB

5 Kontroversi Mendag Lutfi yang Kini Diisukan Kena Reshuffle

5 Kontroversi Mendag Lutfi yang Kini Diisukan Kena Reshuffle

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2022 | 10:59 WIB

Putin Memecat Wakil Kepala Badan Federal Rusia Akibat Mengkritik Invasi Ukraina

Putin Memecat Wakil Kepala Badan Federal Rusia Akibat Mengkritik Invasi Ukraina

Malang | Selasa, 14 Juni 2022 | 18:32 WIB

Paus Fransiskus Kecam Kebengisan Rusia, Puji Keberanian Ukraina

Paus Fransiskus Kecam Kebengisan Rusia, Puji Keberanian Ukraina

Jogja | Selasa, 14 Juni 2022 | 17:38 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×