Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 13 Juli 2026 | 17:20 WIB
Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR
Ilustrasi orang dibakar. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Komisi III DPR RI menggelar rapat membahas dugaan pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren Lombok Tengah, NTB.
  • Tragedi pada Desember 2025 tersebut menewaskan satu santri serta menyebabkan dua korban lainnya mengalami luka bakar berat.
  • Polres Lombok Tengah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan guna menguji perbedaan versi kronologi kejadian tersebut.

Suara.com - Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyah Al-Ibrahimy NW, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasus ini menjadi perhatian serius setelah adanya dugaan keterlambatan penanganan dan perbedaan versi kronologi antara pihak keluarga dengan institusi terkait.

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, saat membacakan resume peristiwa tersebut mengungkapkan bahwa tragedi ini mengakibatkan satu orang santri meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka bakar berat.

"Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun 2025, namun baru mencuat ke publik pada pertengahan 2026 setelah keluarga korban melapor ke kepolisian dan rekaman kondisi korban beredar luas di media sosial," ujar Hinca di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa terjadi pada 13 Desember 2025.

Terduga pelaku merupakan kakak kelas korban yang diduga menyimpan dendam. Motifnya disinyalir karena pelaku tidak terima dilaporkan oleh korban kepada pihak pesantren atas tindakan perundungan (bullying) yang dilakukannya.

"Pelaku diduga mengajak beberapa santri ke ruangan kosong, lalu menggunakan bahan bakar hingga memicu kebakaran yang mengenai ketiga korban. Salah satu korban, Sahril Sobirin, meninggal dunia setelah perawatan intensif, sementara korban Al dan Devin mengalami luka berat," jelas Hinca.

Hinca menyoroti adanya perbedaan narasi yang tajam mengenai penyebab pasti kebakaran tersebut. Keterangan dari pihak korban dan keluarga menegaskan adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana kekerasan berat.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. (Suara.com/Bagaskara)
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. (Suara.com/Bagaskara)

Namun, penjelasan dari Kementerian Agama (Kemenag) berdasarkan informasi pihak pesantren menyebutkan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan saat para santri sedang membuat ketapel yang tidak sengaja memicu tumpahan bensin.

baca juga

"Perbedaan versi ini perlu diuji melalui proses penyidikan yang independen dan berbasis alat bukti. Kami mempertanyakan efektivitas pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan tersebut," tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Dalam RDP tersebut, hadir pula tim kuasa hukum korban dari Hotman 911 yang dipimpin oleh Putri. Mereka mendampingi langsung orang tua almarhum Sahril Sobirin, serta dua korban selamat, Al dan Devin, beserta orang tua mereka.

"Kami hadir bersama ibu dari almarhum Sahril, juga adik Al dan bapaknya, serta Devin dan ibunya. Kami didampingi tim Hotman 911 dari seluruh Indonesia dan LPA Lombok Tengah untuk mencari keadilan atas kasus ini," kata Putri saat memperkenalkan timnya di hadapan pimpinan sidang.

Saat ini, Polres Lombok Tengah dilaporkan telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Komnas HAM juga telah turun tangan dengan meminta kronologi lengkap kepada Kementerian Agama sebagai bagian dari pemantauan penanganan kasus kekerasan anak di lingkungan pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:21 WIB

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP

Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:16 WIB

Jangan 'Jeruk Makan Jeruk!', DPR Minta Kasus Eks Jampidsus Febrie Tak Ditangani Mantan Anak Buahnya

Jangan 'Jeruk Makan Jeruk!', DPR Minta Kasus Eks Jampidsus Febrie Tak Ditangani Mantan Anak Buahnya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:09 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Terkini

Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!

Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:19 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Fokus Bangun Literasi Digital, Siswa Baru Dibekali Etika Pakai Medsos

MPLS Sekolah Rakyat Fokus Bangun Literasi Digital, Siswa Baru Dibekali Etika Pakai Medsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:19 WIB

KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli

KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:14 WIB

Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri

Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:09 WIB

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:01 WIB

Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!

Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:54 WIB

Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:41 WIB

Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September

Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:39 WIB

Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus

Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:24 WIB

Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:21 WIB

×