Bagaimana Kasus Islamofobia Nodai Hubungan India dengan Negara-negara Lain

Siswanto, BBC

Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:43 WIB
Bagaimana Kasus Islamofobia Nodai Hubungan India dengan Negara-negara Lain
BBC

Suara.com - Pada April 2020, tuduhan bahwa acara keagamaan Jamaah Tabligh menyebabkan kluster penularan Covid-19 di India berubah menjadi persoalan Islamofobia, lapor wartawan BBC di Delhi, Soutik Biswas.

Ribuan penceramah dari dalam negeri dan luar negeri menghadiri pertemuan di Delhi yang diadakan oleh Jamaah Tabligh, gerakan dakwah berusia 100 tahun.

Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berhaluan nasionalis Hindu pimpinan Narendra Modi menyebut acara itu sebagai "acara penyebar super".

Berbagai meme dan tagar Islamofobia menuding Jamaah Tabligh menyebarkan virus menjadi trending di media sosial, dan jaringan televisi berita menyiarkan judul-judul berita seperti "Selamatkan negara dari jihad Corona".

Pihak berwenang mendakwa hampir 1.000 orang yang menghadiri acara itu karena melanggar peraturan karantina.

Sebagian besar pendakwah berasal dari Indonesia, mitra dagang India. Tidak mengejutkan jika Indonesia menyampaikan kegelisahan dalam pertemuan-pertemuan regional.

Sejumlah anggota parlemen mengatakan kontroversi itu digunakan untuk menciderai warga Muslim di India yang mayoritas penduduknya Muslim. Seorang mantan diplomat India mengatakan persoalan itu merupakan contoh "eksternalisasi" dari isu-isu dalam negeri.

Kali ini India berusaha menangkal tuduhan Islamofobia setelah dua pejabat partai BJP mengeluarkan ujaran tentang Nabi Muhammad yang melukai umat Islam.

Baca juga:

baca juga

Namun bukan kali ini saja partai PM Narendra Modi atau pemerintahannya mendapat tuduhan Islamofobia.

Dua tahun lalu, anggota parlemen dari BJP, Tejasvi Surya mendapat kritikan bertubi-tubi ketika twitnya pada 2015 tentang perempuan Arab menjadi viral. Kecaman dilontarkan oleh kalangan pengusaha, pengacara dan komentator terkenal di Dubai dan Kuwait.

Dalam pertemuan terbuka pada 2018, Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah mengatakan warga negara Bangladesh yang masuk ke India secara tidak resmi adalah "penyusup" yang telah "memangsa negara kita seperti rayap".

Ini memicu keributan di Bangladesh yang berpenduduk mayoritas Muslim. Seorang menteri Bangladesh menggambarkan pernyataan pejabat paling berpengaruh kedua di India itu sebagai ujaran yang "tidak diinginkan dan kurang informasi".

Seruan angkat senjata

Dalam satu tahun terakhir, India diterjang tsunami ujaran kebencian yang dilakukan oleh para pemuka Hindu radikal sayap kanan yang mengenakan jubah berwarna safron. Ujaran itu ditujukan kepada 200 juta warga Muslim di India.

Sebagian dari mereka secara terbuka mendorong umat Hindu mengangkat senjata dan mereka juga membicarakan tentang genosida terhadap penduduk Muslim.

Di masa lalu, sayap kanan mendengung-dengungkan istilah seperti "jihad cinta", teori konspirasi tanpa dasar yang menuduh pria Muslim menikahi perempuan Hindu agar berpindah agama.

Pemerintahan PM Modi biasanya mengendapkan masalah, lambat merespons atau menyalahkan "unsur-unsur pinggiran" atas aksi-aksi itu.

Semua ini tampaknya telah membuat warga Hindu dari kalangan biasa semakin berani menyampaikan pendapat di internet dan menyerang Muslim. Langkah tersebut telah menimbulkan dampak, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Delhi, Soutik Biswas.

Pada 2018, juru masak terkenal yang berasal dari India dan bekerja di sebuah hotel di Dubai diberhentikan karena memposting twit anti-Islam.

Ketika warga India yang tinggal di Dubai beramai-ramai memposting twit anti-Jamaah Tabligh pada 2020, seorang pengusaha perempuan setempat yang masih mempunyai hubungan dengan keluarga kerajaan mencuit bahwa "siapa pun yang secara terbuka bersikap rasis dan diskriminatif tinggal di Uni Emirat Arab akan dikenai denda dan diminta keluar".

Tidak mengherankan kali ini pun penentangan yang disuarakan sangat keras. Setidaknya 15 negara, di antaranya Arab Saudi, Iran, Indonesia dan Qatar, telah menyampaikan protes kepada India.

Mengeluarkan pernyataan yang merendahkan tentang Nabi Muhammad jelas sudah "melewati garis merah", kata mantan diplomat India Talmiz Ahmad.

BJP terpaksa mengeluarkan juru bicaranya Nupur Sharma sesudah pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad memicu kemarahan di dunia Islam.

Seorang cendekiawan India, Pratap Bhanu Mehta mengatakan kasus itu merupakan pengingat bahwa "menyasar minoritas dengan impunitas, dan menangani ujaran kebencian dengan sanksi resmi, akan berdampak pada reputasi India di kancah dunia."

Secara diam-diam, banyak pemimpin BJP meyakini kemarahan kali ini akan segera reda, dan semuanya akan normal lagi.

Pada akhirnya, India telah lama menjalin hubungan mendalam dengan negara-negara Teluk. Sekitar 8,5 juta warga India bekerja di enam negara Teluk. Jumlah itu dua kali lipat dari pekerja asal Pakistan yang bekerja di negara-negara tersebut.

Jumlah itu sekaligus menjadikan pekerja India di sana sebagai angkatan ekspatriat terbanyak.

Warga India juga tercatat sebagai komunitas ekspatriat terbesar di tiap-tiap negara Teluk. Mereka mengirimkan uang sekitar US$35 miliar per tahun yang menopang 40 juta keluarga di India. Banyak di antara keluarga itu tinggal di negara-negara bagian yang paling miskin seperti Uttar Pradesh yang diperintah oleh BJP.

Irak adalan negara pengekspor minyak terbanyak ke India, disusul Arab Saudi. Adapun Qatar memasok lebih dari 40% kebutuhan gas India.

Perdana Menteri Narendra Modi sendiri menjadikan hubungan dengan negara-negara Teluk sebagai prioritasnya.

Para ahli meyakini kali pemerintah India tampak lambat dalam mengambil langkah, tapi tegas.

"Tampaknya ada pengakuan bahwa jika hal-hal ini dapat terjadi maka akan ada akibatnya. Politik dalam negeri dan politik luar negeri tidak terpisahkan. Pemerintah harus mengambil keputusan. Apakah pemerintah benar-benar ingin membangkitkan gerombolan pengacau?" kata Srinath Raghavan, guru besar sejarah dan hubungan internasional di Universitas Ashoka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun

Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Sinopsis Nayyi Navelli, Film Fantasi India yang Dibintangi Yami Gautam

Sinopsis Nayyi Navelli, Film Fantasi India yang Dibintangi Yami Gautam

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Aktor Bollywood Tiger Shroff Ditembak di Jalanan Mumbai

Aktor Bollywood Tiger Shroff Ditembak di Jalanan Mumbai

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:10 WIB

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×