5 Fakta Seputar Kereta Gantung Rinjani yang Tuai Polemik, Merusak Alam?

Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 20 Juni 2022 | 16:20 WIB
5 Fakta Seputar Kereta Gantung Rinjani yang Tuai Polemik, Merusak Alam?
Ilustrasi kereta gantung (Pixabay/Free Photos)

Suara.com - Pembangunan proyek kereta gantung yang rencananya akan membentangi Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat telah mendekati tahap realisasi.

Adapun wacana pembangunan proyek kereta gantung itu disebut telah menghimpun dana ratusan miliar dari berbagai investor luar negeri. Kereta gantung yang akan dibangun juga disebut akan membentang hingga puluhan kilometer.

Meski terbilang ambisius dan didukung oleh para investor besar, proyek tersebut menuai polemik lantaran dinilai merusak keaslian alam yang ada di gunung Rinjani.

Bahkan, tak tanggung-tanggung beberapa lembaga swadaya masyarakat mendesak gubernur NTB untuk stop megaproyek tersebut.

Lantas, bagaimana fakta terkait pembangunan megaproyek yang ambisius tersebut? Bagaimana polemik yang dituai oleh wacana pembangunan kereta gantung Rinjani?

Berikut deretan fakta seputar pembangunan kereta gantung Rinjani yang tuai polemik.

1. Digadang-gadang akan membentang hingga 10 km

Megaproyek kereta gantung tersebut akan membentangi hamparan gunung Rinjani yang indah. Adapun melalui keberadaan kereta gantung tersebut, wisatawan dapat menikmati keindahan alam serta pesona gunung Rinjani dari atas.

Tak tanggung-tanggung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Madani Maukrom mengungkapkan bahwa kereta gantung tersebut akan membentang sepanjang 10km.

baca juga

2. Himpun ratusan miliar Rupiah dari investor luar negeri

Pihak pengelola proyek tersebut melalui Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu Provinsi optimis akan lolos AMDAL dan pembangunan akan segerai dimulai.

Muhammad Roem selaku kepala dinas tersebut membeberkan jumlah dana yang dibutuhkan yakni Rp 600 miliar. Adapun dana pembangunan tersebut akan disuntik oleh para investor dari Tiongkok.

3. Dinilai akan menyerap banyak tenaga kerja

Proyek yang menggandeng investor besar dari Tiongkok melalui PT Indonesia Lombok Resort juga dinilai akan menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, pihak pengelola telah optimis bahwa perizinan hingga pengerjaan akan berjalan lancar.

4. Proyek dituding berpotensi merusak lingkungan dan eksploitatif

Meski pihak pengelola optimis akan lolos AMDAL, beberapa pihak menilai bahwa proyek tersebut perlu menempuh kajian yang lebih mendalam terutama perihal ekologis. 

Pasalnya, pihak Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai pembangunan proyek kereta gantung tersebut dilakukan di kawasan yang berada dalam lindungan UNESCO.

Tak hanya itu, menurut Murdani, selaku Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTB menilai pembangunan kereta gantung tersebut tidak disertai dengan desain pembangunan (tata ruang) dan tidak didahului dengan koordinasi dengan Kementerian LHK, TNGR, termasuk Walhi selaku pemerhati kelestarian alam dan lingkungan di daerah itu.

5. Walhi desak gubernur NTB untuk stop proyek

Lantaran menyimpan segudang risiko kerusakan lingkungan yang mengabaikan desain tata ruang dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait kajian kelingkungan, Walhi mendesak gubernur NTB untuk memberhentikan proyek tersebut.

“Kondisi saat ini saja sedang mengalami kerusakan yang sangat pasrah karena perambahan hutan, illegal loging, alih fungsi lahan yang setiap tahun berimpilkasi pada munculnya berbagai bencana seperti banjir bandang, kekeringan dan sebagainya,” ujar Murdani kepada LOMBOKita -- jaringan Suara.com.

Murdani juga menegaskan bahwa prioritas pemerintah setempat seharusnya diarahkan ke upaya pelestarian lingkungan alam di Rinjani.

“Rakyat tidak butuh kereta gantung karena kehidupan rakyat tergantung pada kelestarian alam Rinjani sebagai sumber kehidupan,” pungkas Murdani.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Terbaru RKUHP: Dinilai Kekang Kebebasan Berpendapat hingga Ancam Profesi Jurnalis

Polemik Terbaru RKUHP: Dinilai Kekang Kebebasan Berpendapat hingga Ancam Profesi Jurnalis

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:42 WIB

Disindir Suka Zina dan Mabuk-mabukan, Awkarin Beri Balasan Menohok: Kena Lo!

Disindir Suka Zina dan Mabuk-mabukan, Awkarin Beri Balasan Menohok: Kena Lo!

Entertainment | Minggu, 12 Juni 2022 | 17:12 WIB

Mantan Narapidana Korupsi AKBP Brotoseno Kembali Bertugas, Kapolri Ajukan Revisi Perkap Kode Etik Polri

Mantan Narapidana Korupsi AKBP Brotoseno Kembali Bertugas, Kapolri Ajukan Revisi Perkap Kode Etik Polri

Sumsel | Kamis, 09 Juni 2022 | 09:52 WIB

Polemik AKBP Brotoseno Eks Napi Koruptor, Kapolri Ingin Revisi Perkap usai Dengarkan Masukan Ahli

Polemik AKBP Brotoseno Eks Napi Koruptor, Kapolri Ingin Revisi Perkap usai Dengarkan Masukan Ahli

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 13:24 WIB

Polemik AKBP Brotoseno Tak Dipecat Meski Jadi Koruptor, Mirip Jaksa Pinangki

Polemik AKBP Brotoseno Tak Dipecat Meski Jadi Koruptor, Mirip Jaksa Pinangki

News | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:37 WIB

Gunung Rinjani Impian Para Pendaki, Rekomendasi Tracking Menakjubkan

Gunung Rinjani Impian Para Pendaki, Rekomendasi Tracking Menakjubkan

Your Say | Selasa, 31 Mei 2022 | 09:34 WIB

Terkini

PR INDONESIA Dalami Praktik Internal Communication di Pertamina

PR INDONESIA Dalami Praktik Internal Communication di Pertamina

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 12:00 WIB

Korban Keracunan MBG di Pati Kian Bertambah, Jumlah Tembus 259 Orang

Korban Keracunan MBG di Pati Kian Bertambah, Jumlah Tembus 259 Orang

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 12:00 WIB

Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Kerja Lebih Cerdas: Multitasking Tanpa Banyak Berpindah Aplikasi

Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Kerja Lebih Cerdas: Multitasking Tanpa Banyak Berpindah Aplikasi

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:00 WIB

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:58 WIB

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:57 WIB

Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026

Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026

Surakarta | Kamis, 10 September 2026 | 11:55 WIB

Pakai Jersey Baru Demi Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pakai Jersey Baru Demi Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 11:52 WIB

DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026

DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026

Sumbar | Kamis, 10 September 2026 | 11:52 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 11:52 WIB

Komitmen Investasi Berkelanjutan Berbuah Penghargaan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Komitmen Investasi Berkelanjutan Berbuah Penghargaan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Sumut | Kamis, 10 September 2026 | 11:50 WIB

×