4 Ciri-Ciri Begal Rekening, Waspada Uang Dikuras Tak Sampai 5 Menit

Farah Nabilla Suara.Com
Selasa, 21 Juni 2022 | 08:50 WIB
4 Ciri-Ciri Begal Rekening, Waspada Uang Dikuras Tak Sampai 5 Menit
Ilustrasi Begal Rekening (Pexels.com/Sora Shimazaki)

Suara.com - Modus penipuan lewat pesan singkat atau telepon makin marak terjadi seiring dengan banyaknya korban yang kehilangan sejumlah uang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah di rekening. Simak ciri-ciri begal rekening yang patut diwaspadai berikut!

Penipuan dengan modus social engineering alias soceng ini bisa menguras isi tabungan nasabah dengan cepat. 

Istilah soceng yang digunakan oleh komunitas hacker di Indonesia ini pun tak perlu teknologi canggih, tetapi hanya memanfaatkan emosi dan ketidakhati-hatian. Cara kerja begal rekening dengan modus scoeng pun dapat dikatakan  cukup cepat bahkan kurang dari 5 menit.

Yuk langsung simak ciri-ciri begal rekening yang sedang ramai diperbincangkan berikut ini.

Pengertian Soceng

Social Engineering atau soceng merupakan cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan. Pelaku begal rekening ini umumnya akan mempengaruhi pikiran korban dengan cara yang bervariasi.

Biasanya soceng mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik. Alhasil korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku. Modus penipuan soceng ini pun viral di media sosial karena hanya dalam waktu 5 menit, pelaku begal rekening mampu menguras habis uang nasabah di rekening bank.

Ciri-Ciri Soceng

Berikut modus dan ciri-ciri soceng yang dikutip dari akun media sosial @ojkindonesia.

Baca Juga: 5 Fakta Modus Begal Rekening yang Lagi Marak, Simak Cara Mengatasinya!

1. Info Perubahan Tarif Transfer Bank

Para begal rekening berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank pada korban. Dalam hal ini, penipu meminta korban untuk mengisi link formulir yang berisi data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

2. Tawaran Nasabah Prioritas

Pelaku biasanya menawarkan iklan upgrade atau promosi menjadi nasabah prioritas pada korban. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC dan password.

3. Akun Layanan Palsu

Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank biasanya muncul ketika nasabah menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu atau meminta nasabah memberikan data pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI