facebook

Gubernur Anies Akui Buruknya Kualitas Udara Jakarta Menjadi Masalah Serius

Ria Rizki Nirmala Sari | Fakhri Fuadi Muflih
Gubernur Anies Akui Buruknya Kualitas Udara Jakarta Menjadi Masalah Serius
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara HUT DKI Jakarta di lapangan baru Monas. (Suara.com/Fahkri)

Anies mengatakan bahwa memang dalam beberapa waktu belakangan ini tingkat polusi udara di Jakarta sedang tinggi.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kualitas udara di ibu kota saat ini masih buruk. Ia bahkan menganggap masalah ini sebagai persoalan serius yang tengah dihadapi Jakarta.

Anies mengatakan bahwa memang dalam beberapa waktu belakangan ini tingkat polusi udara di Jakarta sedang tinggi. Namun, hal ini bukan berarti secara keseluruhan kualitas udara Jakarta sangat buruk.

Pasalnya, tidak setiap hari angka polusi di Jakarta sangat tinggi hingga menjadi nomor satu di dunia. Ia menyebut hanya pada saat tertentu saja ketika ada peristiwa kualitas udara Jakarta menjadi buruk.

"Apakah (udara) Jakarta bersih? Belum. Kita berdekade menyaksikan adanya emisi kendaraan bermotor," ujar Anies usai menjadi inspektur upacara di Plaza Selatan Monas, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: NasDem Terbuka Gabung Koalisi Semut Merah Jika PKB-PKS Mau Terima Anies, Andika atau Ganjar Jadi Capres

Karena telah menyadarinya, Anies mengaku sudah menjalankan program Jakarta Langit Biru. Dalam kebijakan ini, pengendara diminta untuk melakukan uji emisi hingga mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

"Itulah mengapa empat tahun ini kita genjot serius soal transportasi umum tujuannya untuk mengurangi emisi yang terjadi di kota kita," jelasnya.

"Kemudian kewajiban mengurangi emisi di kota dengan uji emisi. Uji emisi untuk mengurangi dampak negatif dari kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta," tambahnya menjelaskan.

Selain itu, ia juga menganggap masalah polusi udara ini juga terjadi karena pergerakan masyarakat dari daerah lain sekitar Jakarta. Karena itu, situasi saat ini disebutnya sudah serius dan harus ditangani bersama oleh pemerintah daerah, pusat, masyarakat dan pihak terkait lainnya.

"Jadi saya melihat ini adalah sebuah wake up call bahwa emisi ini juga dikerjakan sama-sama di sisi pemerintah ada regulasinya. Ada kebijakannya. Dari sisi masyarakat yuk kita sama-sama manfaatkan tranportasi umum," pungkasnya.

Baca Juga: Whatsapp Hingga Facebook Terancam Tak Bisa Digunakan di Indonesia Setelah 20 Juli 2022

Komentar