facebook

Korban Gempa Afghanistan Bertambah, PBB Kirim Ratusan Tenda dan Ribuan Lampu Surya

Agatha Vidya Nariswari
Korban Gempa Afghanistan Bertambah, PBB Kirim Ratusan Tenda dan Ribuan Lampu Surya
Sejumlah penduduk desa duduk di samping api unggun usai gempa mengguncang Provinsi Paktika, Afghanistan, Kamis (23/6/2022). Pemerintah yang dikelola Taliban di Afghanistan meminta bantuan internasional di tengah pelaksanaan operasi penyelamatan pascagempa dahsyat pada Rabu (22/6) di wilayah timur negara Asia itu. ANTARA FOTO/Xinhua/Saifurahman Safi/aww.

PBB mengirimkan berton-ton bantuan untuk para korban gempa di Afghanistan yang jumlahnya diperkirakan terus bertambah

Suara.com - Gempa bumi yang mengguncang daerah pegunungan terpencil di Afghanistan diketahui kini telah menewaskan 1.036 orang dan jumlah korban yang diperkirakan akan terus bertambah. Badan-badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirimkan bantuan dengan berat berton-ton ke Afghanistan.

Juru bicara Shabia Mantoo dalam pengarahan di Jenewa mengatakan bahwa UNHCR, badan pengungsi PBB mengirimkan bantuan berupa tempat penampungan dan perlengkapan rumah tangga, termasuk sebanyak 600 tenda dan 1.200 lampu surya untuk mendukung kurang lebih 4.200 warga yang selamat.

Staf telah dikerahkan oleh UNHCR yang akan mengatur tempat penampungan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mendirikan pusat pasokan untuk mengangkut bantuan dari Ibu Kota Kabul.

Mantoo juga mengungkapkan adanya risiko serius penyakit yang ditularkan melalui air.

Baca Juga: Selatan Jakarta Dilewati Sesar Baribis Aktif Yang Berpotensi Gempa, Terjadi Pergeseran 5 mm Per Tahun

Selain itu, seorang Perwakilan UNICEF untuk Afghanistan pada Jumat (24/6/2022) mengatakan bahwa ribuan rumah hancur dan rusak akibat gempa dahsyat yang melanda.

"Anak-anak dan remaja sangat rentan dan berisiko tinggi terhadap perpisahan keluarga, tekanan emosional dan psikologis, pelecehan dan eksploitasi, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya," kata dia.

Gempa bermagnitudo 6,1 melanda sekitar 160 kilometer tenggara Kabul, di pegunungan gersang dengan permukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan mengguncang pada Rabu (22/6/2022).

Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak menghambat upaya bantuan di negara yang sudah mengalami krisis kemanusiaan yang semakin memburuk sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, Agustus tahun lalu.

Pihak berwenang setempat telah mengakhiri pencarian korban selamat. (ANTARA/Reuters)

Baca Juga: Sebut Taliban Tolak Dana Kiriman, PBB Akui Kesulitan Beri Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

Komentar