facebook

Pemerintah Ekuador Akan Turunkan Harga BBM Setelah Demo dengan Aksi Kekerasan, 6 Orang Tewas

Pebriansyah Ariefana
Pemerintah Ekuador Akan Turunkan Harga BBM Setelah Demo dengan Aksi Kekerasan, 6 Orang Tewas
Akhirnya pemerintah akan turunkan harga BBM setelah demo berkepanjangan dengan aksi kekerasan yang menewaskan hingga 6 orang di Ekuador. (Antara)

Penurunan harga bensin dan solar sebagai upaya mengakhiri gelombang protes anti pemerintah selama hampir dua pekan.

Suara.com - Akhirnya pemerintah akan turunkan harga BBM setelah demo berkepanjangan dengan aksi kekerasan yang menewaskan hingga 6 orang di Ekuador. Harga BBM turun diumumkan Presiden Ekuador Guillermo Lasso.

Penurunan harga bensin dan solar sebagai upaya mengakhiri gelombang protes anti pemerintah selama hampir dua pekan.

Aksi-aksi demonstrasi yang dimulai pada 13 Juni itu diwarnai kekerasan dan telah menewaskan enam orang.

Para demonstran, sebagian besar adalah penduduk asli Ekuador, menuntut berbagai hal, termasuk penurunan harga bahan bakar dan makanan.

Baca Juga: Pemerintah Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Harusnya di Atas Rp30 Ribu per Liter

Lasso, yang hubungannya dengan majelis nasional memburuk selama gelombang protes, telah mencabut aturan keamanan.

Dia juga mengumumkan subsidi pupuk dan pengampunan utang.

Pemerintahnya akan menemui kelompok-kelompok penduduk asli pekan ini.

Pemimpin organisasi masyarakat asli CONAIE, Leonidas Iza, pada Minggu menyebut harga bensin dan masalah-masalah lain sebagai hal yang belum terselesaikan dan bertekad untuk terus berdemonstrasi sampai semua persoalan itu selesai.

"Saya putuskan untuk menurunkan harga bensin ekstra dan Ecopais (produk bensin) sebesar 10 sen per galon dan juga solar sebesar 10 sen per galon," kata Lasso.

Baca Juga: Pertamina Ungkap Strategi Cegah Kebocoran Penyaluran BBM Subsidi

Lasso menetapkan harga bensin ekstra 2,55 dolar (Rp37.742) per galon dan solar 1,9 dolar pada Oktober tahun lalu, yang memicu serangkaian protes.

Komentar