facebook

Kekerasan Terhadap Pers Meningkat, Satu Jurnalis Ditemukan Tewas Ditembak di Meksiko

Agatha Vidya Nariswari
Kekerasan Terhadap Pers Meningkat, Satu Jurnalis Ditemukan Tewas Ditembak di Meksiko
Peristiwa penembakan seorang perwira polisi di Polda Gorontalo menyisakan sejumlah misteri. (pixabay)

Seorang jurnalis tewas ditembak di Meksiko

Suara.com - Penembakan terhadap jurnalis kembali terjadi di Meksiko. Seorang jurnalis ditembak hingga tewas pada Rabu (29/6/2022)  di rumahnya yang berlokasi di Ciudad Victoria, Tamaulipas, negara bagian yang memiliki catatan kekerasan terbanyak di Meksiko.

Penembakan itu menjadi insiden terbaru dalam rangkaian serangan terhadap jurnalis di Meksiko.

Antonio de la Cruz, jurnalis yang tewas ditembak itu bekerja di harian Expreso. Ia menyusul delapan pekerja media yang terbunuh di Meksiko pada tahun ini saat bertugas. Hal itu diungkapkan organisasi HAM Article 19.

Direktur Article 19 untuk wilayah Meksiko dan Amerika Tengah, Leopoldo Maldonaldo mengatakan, dari petunjuk awal diperkirakan bahwa "kematiannya mungkin terkait dengan kritiknya yang politis" sebagai jurnalis.

Baca Juga: Anak Difabel Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kak Seto Minta Pelaku Dihukum Berat

Putri de la Cruz ikut terluka dalam serangan itu. Kondisinya kritis, kata Gubernur Tamaulipas Francisco Garcia Cabeza de Vaca.

"Kami tak akan berhenti sampai kami menemukan siapa yang bertanggung jawab, dan kami akan menghukum mereka seberat mungkin sesuai undang-undang," kata de Vaca.

Perusahaan induk harian itu, Expreso-La Razon, menuntut keadilan.

Kantor kejaksaan Tamaulipas mengatakan dalam pernyataan pihaknya telah membuka penyelidikan atas kasus itu.

Polisi sedang mengumpulkan bukti dan memburu para penyerang. Perkembangan penyelidikan akan disampaikan dalam beberapa jam, kata gubernur.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Bos Barang Bekas di Sidoarjo Tertangkap

Sejumlah organisasi, seperti program perlindungan jurnalis federal Meksiko, Article 19 dan Komite untuk Melindungi Jurnalis, mengaku tidak memiliki catatan bahwa de La Cruz telah menerima ancaman.

Tamaulipas adalah negara bagian di pinggir Teluk Meksiko yang berbatasan dengan Texas, AS.

Kartel-kartel di sana bersaing untuk menyelundupkan narkoba.

Jurnalis setempat yang mengungkap kejahatan dan korupsi kerap menjadi korban.

Kekerasan terhadap pers kian meningkat selama pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, menurut laporan yang dirilis Article 19. (ANTARA)

Komentar