AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:09 WIB
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.
  • Gedung Putih merilis rincian tawaran negosiasi kepada Iran, termasuk pencabutan sanksi, sebelum melancarkan serangan militer di Timur Tengah.
  • Serangan AS memicu kontroversi, di mana Oman mengklaim Iran setuju konsesi nuklir saat serangan terjadi, bertentangan pernyataan Gedung Putih.
  • Senat AS akan voting resolusi kekuatan perang terkait serangan tanpa persetujuan Kongres, sementara Spanyol membantah kerjasama militer dengan Washington.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Gedung Putih memberikan rincian mengejutkan mengenai upaya negosiasi yang dilakukan sebelum Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke Iran.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membeberkan serangkaian tawaran yang diklaim sebagai upaya "iktikad baik" dari tim negosiator Presiden Donald Trump untuk menghindari perang.

Namun, pernyataan ini memicu kontroversi global. Menteri Luar Negeri Oman, yang bertindak sebagai mediator, justru memberikan kesaksian sebaliknya.

Menurutnya, serangan AS justru terjadi saat Teheran sebenarnya sudah menyetujui konsesi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait pembatasan program nuklir mereka.

Menurut keterangan Leavitt, Amerika Serikat sempat mengajukan proposal ambisius guna membujuk Iran agar menghentikan ambisi militer nuklirnya secara permanen. Berikut adalah poin-poin utama tawaran tersebut:

  1. Pencabutan Sanksi: AS menawarkan penghapusan sanksi ekonomi yang selama ini melumpuhkan sektor keuangan dan energi Iran.
  2. Pasokan Bahan Bakar Nuklir: AS bersedia menyediakan bahan bakar nuklir untuk keperluan damai (medis dan energi).
  3. Investasi Nuklir Sipil: Proposal untuk membangun program nuklir sipil bersama yang didanai melalui investasi langsung dari Amerika Serikat.

Sebagai imbalannya, Iran diwajibkan untuk membongkar seluruh infrastruktur pengayaan nuklir mereka secara permanen.

"Mereka menolak untuk mengatakan 'ya' pada perdamaian," tegas Leavitt. "Dan sekarang mereka menuai konsekuensi dari keputusan itu."

Dalam pidato televisi langsung dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump memuji kemajuan operasi militer gabungan AS-Israel.

Ia mengklaim bahwa jika dirinya tidak membatalkan kesepakatan nuklir era Obama beberapa tahun lalu, Iran sudah pasti memiliki senjata nuklir saat ini.

"Ini adalah hal luar biasa yang terjadi di depan mata Anda. Selama 47 tahun kita ditekan, dan itu seharusnya tidak terjadi. Rudal-rudal mereka sedang dimusnahkan... Ini adalah pameran kekuatan militer yang hebat," ujar Trump.

Pergolakan di Senat: Memilih Pihak dalam Perang

Di dalam negeri, keputusan Trump untuk masuk ke medan perang tanpa persetujuan kongres memicu gejolak politik. Senat Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Rabu (4/3/2026) terkait resolusi kekuatan perang (War Powers Resolution).

Legislasi ini bertujuan untuk menuntut persetujuan Kongres sebelum serangan lebih lanjut dilakukan. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, memberikan pidato yang sangat tajam terkait situasi ini.

“Hari ini, setiap Senator akan memilih pihak. Apakah Anda berdiri bersama rakyat Amerika yang lelah dengan perang abadi di Timur Tengah, atau berdiri bersama Donald Trump dan Pete Hegseth saat mereka menjerumuskan kita ke perang lainnya?” tanya Schumer.

Meskipun resolusi ini kemungkinan besar akan diveto oleh Trump jika lolos, pemungutan suara ini menjadi momen krusial yang akan menentukan nasib ribuan personel militer dan masa depan stabilitas kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah

Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:40 WIB

NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran

NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:17 WIB

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 06:05 WIB

Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia

Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:53 WIB

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 21:54 WIB

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:10 WIB

Terkini

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB