AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman

M Nurhadi

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:09 WIB
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.
baca 10 detik
  • Gedung Putih merilis rincian tawaran negosiasi kepada Iran, termasuk pencabutan sanksi, sebelum melancarkan serangan militer di Timur Tengah.
  • Serangan AS memicu kontroversi, di mana Oman mengklaim Iran setuju konsesi nuklir saat serangan terjadi, bertentangan pernyataan Gedung Putih.
  • Senat AS akan voting resolusi kekuatan perang terkait serangan tanpa persetujuan Kongres, sementara Spanyol membantah kerjasama militer dengan Washington.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Gedung Putih memberikan rincian mengejutkan mengenai upaya negosiasi yang dilakukan sebelum Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke Iran.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membeberkan serangkaian tawaran yang diklaim sebagai upaya "iktikad baik" dari tim negosiator Presiden Donald Trump untuk menghindari perang.

Namun, pernyataan ini memicu kontroversi global. Menteri Luar Negeri Oman, yang bertindak sebagai mediator, justru memberikan kesaksian sebaliknya.

Menurutnya, serangan AS justru terjadi saat Teheran sebenarnya sudah menyetujui konsesi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait pembatasan program nuklir mereka.

Menurut keterangan Leavitt, Amerika Serikat sempat mengajukan proposal ambisius guna membujuk Iran agar menghentikan ambisi militer nuklirnya secara permanen. Berikut adalah poin-poin utama tawaran tersebut:

  1. Pencabutan Sanksi: AS menawarkan penghapusan sanksi ekonomi yang selama ini melumpuhkan sektor keuangan dan energi Iran.
  2. Pasokan Bahan Bakar Nuklir: AS bersedia menyediakan bahan bakar nuklir untuk keperluan damai (medis dan energi).
  3. Investasi Nuklir Sipil: Proposal untuk membangun program nuklir sipil bersama yang didanai melalui investasi langsung dari Amerika Serikat.

Sebagai imbalannya, Iran diwajibkan untuk membongkar seluruh infrastruktur pengayaan nuklir mereka secara permanen.

"Mereka menolak untuk mengatakan 'ya' pada perdamaian," tegas Leavitt. "Dan sekarang mereka menuai konsekuensi dari keputusan itu."

Dalam pidato televisi langsung dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump memuji kemajuan operasi militer gabungan AS-Israel.

Ia mengklaim bahwa jika dirinya tidak membatalkan kesepakatan nuklir era Obama beberapa tahun lalu, Iran sudah pasti memiliki senjata nuklir saat ini.

baca juga

"Ini adalah hal luar biasa yang terjadi di depan mata Anda. Selama 47 tahun kita ditekan, dan itu seharusnya tidak terjadi. Rudal-rudal mereka sedang dimusnahkan... Ini adalah pameran kekuatan militer yang hebat," ujar Trump.

Pergolakan di Senat: Memilih Pihak dalam Perang

Di dalam negeri, keputusan Trump untuk masuk ke medan perang tanpa persetujuan kongres memicu gejolak politik. Senat Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Rabu (4/3/2026) terkait resolusi kekuatan perang (War Powers Resolution).

Legislasi ini bertujuan untuk menuntut persetujuan Kongres sebelum serangan lebih lanjut dilakukan. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, memberikan pidato yang sangat tajam terkait situasi ini.

“Hari ini, setiap Senator akan memilih pihak. Apakah Anda berdiri bersama rakyat Amerika yang lelah dengan perang abadi di Timur Tengah, atau berdiri bersama Donald Trump dan Pete Hegseth saat mereka menjerumuskan kita ke perang lainnya?” tanya Schumer.

Meskipun resolusi ini kemungkinan besar akan diveto oleh Trump jika lolos, pemungutan suara ini menjadi momen krusial yang akan menentukan nasib ribuan personel militer dan masa depan stabilitas kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah

Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:40 WIB

NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran

NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:17 WIB

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 06:05 WIB

Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia

Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:53 WIB

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 21:54 WIB

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:10 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×