facebook

Airlangga: Hanya Pak Jokowi, Tak Ada Pemimpin Negara yang Diterima Rusia dan Ukraina dalam Waktu Dekat

Ruth Meliana Dwi Indriani
Airlangga: Hanya Pak Jokowi, Tak Ada Pemimpin Negara yang Diterima Rusia dan Ukraina dalam Waktu Dekat
Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin [SuaraSulsel.id/Istimewa]

"Ini hanya Bapak Presiden dan itu Pak Jokowi. Jadi menunjukkan kedua pemimpin yang sedang bertikai itu menerima kehadiran Bapak Jokowi," kata Airlangga Hartarto.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memuji kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Ukraina dan Rusia. Menurutnya, hanya Presiden Jokowi yang diterima kedua negara itu dalam waktu berdekatan.

Airlangga mengatakan, tidak ada pemimpin negara lain yang diterima pemimpin Rusia ataupun Ukraina dalam waktu dekat. Sejauh ini, menurutnya, hanya Jokowi yang diterima baik oleh dua negara yang tengah berselisih itu.

"Tidak ada pemimpin negara yang diterima kedua belah pihak (Rusia dan Ukraina) dalam waktu dekat," kata Airlangga usai memberikan keterangan pers terkait evaluasi PPKM di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/7/2022).

"Ini hanya Bapak Presiden dan itu Pak Jokowi. Jadi menunjukkan kedua pemimpin yang sedang bertikai itu menerima kehadiran Bapak Jokowi," lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi Sumbang Sapi Kurban Berbobot 874 Kilogram untuk Aceh Tengah

Airlangga pun mengapresiasi Jokowi. Ia menilai Jokowi diterima secara baik oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, saat kedua negara tersebut masih berstatus perang.

"Itu jadi bagian dari proses perdamaian dan proses perdamaian kan sebuah proses yang berjalan terus, bukan instan. Jadi ini merupakan awal yang baik," ungkap Airlangga.

Sebagai informasi, lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia dilakukan disebut sebagai misi perdamaian. Jokowi juga membawa persoalan isu ketersediaan dan rantai pasok pangan global terhadap Ukraina dan Rusia.

Hal itu dilakukan demi menjaga ketahanan pangan dunia. Jokowi juga berpesan agar ekspor gandum dari Ukraina, serta ekspor komoditas pangan dan pupuk dari Rusia bisa kembali aktif ke dalam rantai pasok global.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan, Jokowi menjadi pemimpin pertama dari kawasan Asia yang mengunjungi Ukraina, guna membawa misi damai, sejak negara itu mulai menghadapi invasi Rusia pada Februari lalu.

Baca Juga: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 1 Agustus 2022

"Yang perlu kita garisbawahi, Bapak Presiden (Jokowi) adalah satu-satunya pimpinan dari Asia yang bisa melakukan kunjungan ke dua tempat dalam satu rangkaian kunjungan, ke Ukraina dan ke Rusia," terang Faizasyah.

Komentar