facebook

Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Indonesia Keberatan Hidup Berdampingan dengan Orang Yahudi

Ria Rizki Nirmala Sari
Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Indonesia Keberatan Hidup Berdampingan dengan Orang Yahudi
Hasil survei SMRC terkait tingkat toleransi masyarakat Indonesia terhadap Yahudi, Kamis (7/7/2022). (Tangkap Layar YouTube SMRC TV)

Sebanyak 51 persen masyarakat keberatan apabila bertetangga dengan Yahudi.

Suara.com - Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei untuk melihat tingkat toleransi masyarakat Indonesia terhadap Yahudi. Hasil dari survei menunjukkan mayoritas Indonesia keberatan hidup berdampingan dengan orang penganut agama Yahudi.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani memperlihatkan hasil survei yang dilakukannya. Sebanyak 51 persen masyarakat keberatan apabila bertetangga dengan Yahudi.

Lalu sebanyak 57 persen responden keberatan apabila ada guru Yahudi di sekolah negeri. Sementara 61 persen responden lainnya keberatan apabila ada pejabat pemerintah yang beragama Yahudi.

"Mayoritas masyarakat kita tidak toleran pada agama Yahudi," kata Saiful dalam paparannya yang ditayangkan YouTube SMRC TV, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: Saking Sedihnya Dikartu Merah Wasit, Kiper Vietnam U-19 Sampai Ogah Makan

Saiful tidak mengetahui alasan pasti mengapa masyarakat Indonesia keberatan hidup bertetangga dengan orang Yahudi. Akan tetapi, menurutnya, penolakan tersebut bisa terjadi karena terpengaruh dengan sikap diskriminatif negara terhadap agama Yahudi.

Sebagaimana diketahui bahwa Yahudi bukan agama yang diakui oleh negara secara resmi. Menurut Pasal 1 Undang-Undang PNPS Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, agama yang dipeluk oleh penduduk Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

"Padahal berapa pun jumlah orang Yahudi di Indonesia, tidak ada yang membantah bahwa Yahudi adalah sebuah agama," ujarnya.

Survei SMRC tersebut dilakukan secara tatap muka pada 10-17 Mei 2022. Survei itu melibatkan sebanyak 1.220 responden dan 1060 responden diantaranya yang dianalisis.

Batas kesalahan dalam survei itu diperkirakan kurang lebih 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Medina Zein Dijemput Paksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik Marissya Icha

Komentar